Kelompok-kelompok yang gemar melakukan pencucian otak kini semakin lihai beraksi. Tidak hanya melalui pertemuan langsung atau face to face, kelompok itu juga mencari target melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
"Mereka itu sekarang makin lihai. Nggak cuma pendekatan langsung tapi juga lewat jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan juga e-mail-e-mail," kata Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center Sukanto saat berbincang dengan detikcom. Crisis Center ini dibuat sebagai sarana informasi tentang maraknya korban KW9 NII.
"Mereka itu sekarang makin lihai. Nggak cuma pendekatan langsung tapi juga lewat jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan juga e-mail-e-mail," kata Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center Sukanto saat berbincang dengan detikcom. Crisis Center ini dibuat sebagai sarana informasi tentang maraknya korban KW9 NII.


