AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Kereta. Show all posts
Showing posts with label Kereta. Show all posts

Arti Angka di Belakang Nama Stasiun Kereta Api

Bagi kita yang sering mengunakan moda transportasi kereta api, atau cuma sekedar bepergian dengan moda transportasi ini, pasti harus ke sebuah tempat yang bernama Stasiun. Stasiun kereta api adalah tempat di mana para penumpang dapat naik-turun dalam memakai sarana transportasi kereta api.

Tata tulis di papan nama stasiun di Indonesia adalah warisan sejak zaman perkeretaapian Belanda. Pada papan nama stasiun yang dibangun pada zaman Belanda, umumnya memuat informasi nama stasiun dan dilengkapi dengan angkaangka tertentu, misalnya Stasiun Bandung di belakangnya ada tulisan +709 m.

Angka itu menunjukkan ketinggian stasiun tehadap permukaan air laut dalam satuan Meter. Tanda (+), berarti di atas permukaan air laut, sedangkan tanda (-) berarti di bawah permukaan air laut. Untuk kasus di atas, berarti stasiun Bandung terletak pada ketinggian 709 meter di atas permukaan laut. Ketinggian stasiun ini dapat digunakan untuk menentukan waktu tempuh dan kecepatan kereta yang akan berjalan dari satu stasiun ke stasiun yang lain. Jika menanjak tentu membutuhkan waktu yang lebih lama daripada perjalanan ke stasiun yang lebih rendah ketinggiannya. Ini akan jadi panduan, baik untuk masinis maupun petugas yang sedang membuat Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).

Berbagai Hal tentang Stasiun Kereta Api

Selain stasiun, pada masa lalu dikenal juga stasiun kecil atau bisa juga disebut halte kereta api yang memiliki fungsi nyaris sama dengan stasiun kereta api. Untuk daerah/kota yang baru dibangun mungkin stasiun portabel dapat dipergunakan sebagai halte kereta. Pada umumnya, stasiun kecil memiliki tiga jalur rel kereta api yang menyatu pada ujung-ujungnya. Penyatuan jalur-jalur tersebut diatur dengan alat pemindah jalur yang dikendalikan dari ruang PPKA. Selain sebagai tempat pemberhentian kereta api, stasiun juga berfungsi bila terjadi persimpangan antar kereta api sementara jalur lainnya digunakan untuk keperluan cadangan dan langsir.

Pada stasiun besar, umumnya memiliki lebih dari 4 jalur yang juga berguna untuk keperluan langsir. Pada halte umumnya tidak diberi jalur tambahan serta percabangan. Pada masa lalu, setiap stasiun memiliki pompa dan tangki air serta jembatan putar yang dibutuhkan pada masa kereta api masih ditarik oleh lokomotif uap.

Karena keberadaan stasiun kereta api umumnya bersamaan dengan keberadaan sarana kereta api di Indonesia yang dibangun pada masa zaman Belanda, maka kebanyakan stasiun kereta api merupakan bangunan lama yang dibangun pada masa itu. Sebagian direstorasi dan diperluas, sedangkan sebagian yang lain ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Kebanyakan kota besar, kota kabupaten, dan bahkan kecamatan di Jawa dihubungkan dengan jalur kereta api sehingga di kota-kota tersebut selalu dilengkapi dengan stasiun kereta api.

Pada zaman Belanda, jalur rel selalu bermuara di Pelabuhan (Tj. Priok dan Tj. Perak, Belawan) karena dimaksudkan lebih utama mengangkut hasil bumi. Sedangkan stasiun kecil di pedalaman merupakan pusat pengumpul hasil bumi. Sekarang kereta api lebih diutamakan untuk angkutan penumpang

Peron stasiun

Peron adalah tempat naik-turun para penumpang di stasiun, jadi peron adalah lantai pelataran tempat para penumpang naik-turun dan jalur rel melintas di stasiun. Sekarang ada dua macam konstruksi lantai peron, yaitu yang dibuat sebelum Perang Dunia II umumnya dengan lantai rendah, memang pada waktu itu belum ada pemikiran peron tinggi yang memudahkan para penumpang naik-turun kereta. Sedangkan bentuk kedua adalah yang dibangun setelah Proklamasi umumnya dengan lantai modifikasi yang ditinggikan. Di beberapa stasiun seperti stasiun Tanah Abang, seperti halnya kebanyakan stasiun kereta di jepang, para penumpang tidak dapat menyeberang jalur begitu saja, melainkan harus melalui jembatan penyeberangan.

Kereta buatan sebelum tahun 1920 umumnya mempunyai tangga untuk turun ke bawah. Sedangkan kereta buatan sebelum tahun 1941 mempunyai tangga di dalam. Karena pada umumnya stasiun didirikan sebelum Perang Dunia II, maka lantai peron sama dengan lantai stasiun. Akibatnya para penumpang akan sulit turun-naik dari peron lama yang rendah, sedangkan kereta yang beroperasi kini pada umumnya dibuat setelah tahun 1965 yang berlantai dengan tangga yang tinggi. Pada peron lama, para penumpang dengan leluasa menyeberang dan melintas jalur rel, dan hal ini sangat berbahaya sekali bahwa para penumpang menjadi berbaur dengan kereta api.

Sebagian dari peron lama kemudian dilakukan penyesuaian tinggi dengan kereta yang baru. Akibatnya terlihat ada dua ketinggian peron dewasa ini di stasiun besar, hal ini karena PT KAI ingin memberi pelayanan yang baik. Pada umumnya peron tinggi dimaksudkan untuk melayani para penumpang kelas Bisnis dan Eksekuif. Sedangkan stasiun yang melayani kelas ekonomi tidak terdapat peron tinggi.


sumber

Al Qaeda Berencana Serang Kereta Api AS

Sejumlah informasi yang diperoleh dari kompleks Osama bin Laden di Pakistan menunjukkan, jaringan Al Qaeda pimpinannya berencana menyerang jaringan kereta api Amerika Serikat pada peringatan 10 tahun serangan 11 September, kata para pejabat AS.

Rencana tersebut terungkap dari data yang disita dalam sebuah serangan berani di kompleks tempat tinggal Osama, Senin dini hari lalu. Saat itu pasukan komando AS, Navy SEALs, menembak mati Osama dan menyita sejumlah komputer dan bahan lainnya.Berdasarkan informasi itu, pada Februari 2010, Al Qaeda telah mendiskusikan sebuah rencana untuk menggulingkan kereta api di AS, di lokasi yang tidak ditentukan, pada peringatan 10 tahun serangan 11 September 2001. Dari informasi tersebut, sebagaimana disampaikan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kepada badan-badan penegak hukum dalam sebuah buletin yang diperoleh AFP, Al Qaeda berencana mengguling kereta api dengan cara menempatkan sejumlah penghalang di rel di atas jembatan atau lembah.

Departemen Federal AS membenarkan bahwa informasi tentang rencana serangan itu telah disebarkan kepada badan-badan federal dan otoritas negara bagian. Namun, juru bicara departemen itu, Matt Chandler, menegaskan bahwa informasi tersebut berdasarkan "laporan awal" dan memperingatkan bahwa informasi semacam itu "sering menyesatkan atau tidak akurat karena situasi yang berkembang cepat dan dapat berubah".

"Meskipun jelas ada sejumlah perencanaan, kami tidak memiliki informasi tentang ancaman teroris terdekat terhadap sektor kereta api AS. Namun, (kami) ingin membuat mitra kami menyadari tentang dugaan perencanaan itu. Tidak jelas apakah ada perencanaan lebih lanjut yang telah dilakukan sejak bulan Februari tahun lalu itu," kata Chandler.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari kompleks yang sama, Al Qaeda tampaknya sangat tertarik untuk menyerang Washington, New York, Los Angeles, dan Chicago. Pihak berwenang AS juga menemukan bahwa Al Qaeda tertarik untuk melakukan serangan pada tanggal-tanggal penting, seperti tanggal 4 Juli (hari kemerdekaan AS) dan 25 Desember (hari Natal).

WiFi Selimuti 120 Stasiun Kereta Bawah Tanah di London

Sambil menunggu kereta tiba, warga London, Inggris, akan asyik internetan di sekitar stasiun. Pemerintah Inggris akan menyediakan akses hotspot di 120 stasiun kereta bawah tanah dalam rangka menyambut ajang Olimpiade yang dihelat di sana, Juni 2012.

Uji coba pertama telah sukses dilakukan di salah satu stasiun, menyusul uji coba di stasiun lainnya untuk memastikan jaringan WiFi siap dipakai pada saat perhelatan pesta olahraga sedunia tersebut.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More