AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

Server Intenet Penggabungan Smoothwall dgn Mikrotik

This summary is not available. Please click here to view the post.

RB250GS sebagai Multi Fungsi Switch

LAN ?

Lan adalah sebuah jaringan area lokal yang didefinisikan dan dinaungi oleh alamat network dan alamat broadcast yang sama.
Perlu Anda ingat juga bahwa pada perangkat Router akan menghentikan traffic broadcast apapun itu protocolnya, tetapi pada switch akan secara otomatis akan meneruskannya.


VLAN ?

VLAN adalah Virtual LAN yaitu sebuah jaringan LAN yang secara virtual dibuat di sebuah switch. Pada switch standard biasanya akan meneruskan traffic dari satu port ke semua port yang lain ketika ada traffic dengan domain broadcast yang sama melewati port tersebut.
Untuk switch yang khusus, mereka mampu untuk membuat beberapa LAN yang berbeda dengan id yang berbeda di tiap portnya, dan hanya akan meneruskan traffic ke port-port yang memiliki id yang sama.
Switch type khusus ini sebenarnya sudah secara otomatis memasang VLAN di dalamnya (vlan id = 1) yang beranggotakan semua port yang ada.


Mengapa VLAN dibutuhkan ?
Menjadi Sangat penting juga VLAN ini digunakan, yaitu ketika network Anda menjadi semakin besar skalanya dan traffic broadcast menjadi beban di seluruh network Anda.
Beban terlalu besar yang disebabkan oleh traffic broadcast ini bisa menyebabkan network Anda jatuh dan tidak se-responsif sebelumnya.


Kapan VLAN perlu diimplementasikan ?

Anda memerlukan VLAN ketika kondisi jaringan Anda :

  • Memiliki lebih dari 200 node perangkat di dalam jaringan Anda
  • Banyak terjadi traffic broadcast di jaringan Anda
  • Anda ingin membagi beberapa user Anda menjadi group-group tersendiri untuk meningkatkan keamanan
  • Mengurangi traffic broadcast yang banyak disebabkan oleh serangan virus dan program pengganggu lain yang akan memporak porandakan jaringan Anda.
  • Atau Anda hanya ingin membuat beberapa virtual switch dari switch yang sudah ada

Mengapa tidak menggunakan satu subnet saja ?

Pada perkembangan jaringan Anda, bisa saja membutuhkan perlakukan yang berbeda (VOIP network, server network, local network, Gateway yang berbeda) tetapi masih berada di dalam infrastruktur dan lokasi yang sama.
Atau bisa juga sebaliknya, Anda memiliki beberapa perangkat yang berlainan infrastruktur dan lokasi tetapi masih berada dalam satu segmen network yang sama (infrastructure sharing).


Bagaimana perangkat yang berbeda VLAN bisa berkomunikasi ?

Pada perangkat yang berbeda vlan akan dapat berkomunikasi satu sama lain melalui router (routing protocol). Sama seperti halnya beberapa subnet yang berbeda berkomunikasi satu sama lain dengan bantuan router.


RB250GS ?

Salah satu produk Mikrotik terbaru yaitu RB250GS adalah termasuk didalam switch khusus yang bisa mengimplementasikan VLAN di setiap portnya. Dan mungkin switch manageable terkecil dan termurah yang pernah dibuat. Selain membuat Jaringan Anda lebih terorganisasi dengan baik mungkin switch kecil ini bisa menjadi sarana hemat Anda untuk mengenal dan mengimplementasikan VLAN di jaringan Anda. 

Implementasi Dasar VLAN menggunakan RB250GS

Pada bagan di bawah ini adalah bagan jaringan untuk contoh implememtasi VLAN yang bisa dilakukan oleh produk router mikrotik dan tentunya dipadukan dengan switch mikrotik RB250GS.





Pada Bagan Network di atas sudah digambarkan se-sederhana mungkin dengan dilengkapi keterangan jalur dan warna yang berbeda untuk membedakan fungsi dan tugasnya.

Jalur Internet akan masuk ke dalam router mikrotik Anda melalui interface Ether1 dan akan didistribusikan kembali ke jaringan Local melalui Interface Ether2.

Pada Ether2 di router terdapat 2 VLAN yaitu VLAN2 (untuk melambangkan segmen network 1) dan VLAN3 (untuk melambangkan segmen network 2). Kedua informasi VLAN ini akan diteruskan ke switch RB250GS dengan menghubungkan Ether2 dari router ke Ether1-Switch.
     
Pada switch RB250GS segmen network 1 dan network 2 akan didistribusikan ke interface yang berbeda, yaitu network 1 distribusi ke Ether2-Switch sedangkan segmen network 2 akan didistribusikan ke Ether3-Switch.

Dengan konfigurasi seperti ini, semua Perangkat apapun yang tekoneksi ke Ether2-Switch (PC, Printer) akan memiliki subnet yang berbeda dengan perangakat (Server, Voip phone, IP Cam) yang terhubung ke Ether3-Switch.

Semua perangkat yang terhubung di kedua port switch ini harus menggunakan routing terlebih dahulu di router untuk berkomunikasi satu sama lain.  


Trunk Link ?

Trunk link adalah sebuah komunikasi antara Switch dengan Switch atau bisa juga antara Switch dengan Router, yang membawa informasi beberapa VLAN (VLAN ID) yang bebeda diantara kedua perangkat tersebut. Pada Ether2 di router akan menyeberangkan informasi VLAN2 (VLAN ID=2) dan VLAN3 (VLAN ID=3) ke Ether1-Switch.





Pada dua gambar capture di atas adalah contoh pembuatan Trunk Interface di router (Interface master Ether2).
IP Address yang berbeda segmen sudah bisa dipasang di kedua Vlan interface.


RB250GS Config
Langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi Switch manageable RB250GS, Untuk konfigurasi RB250GS dilakukan menggunakan Web browser dan gunakan Username=admin password=[kosong].
Direkomendasikan untuk langkah awal adalah mengubah ip default di switch dari 192.168.88.1 menjadi ip yang lain untuk menghindari terjadinya conflict dengan ip default router.



Vlan Table
Langkah selanjutnya adalah untuk mendaftarkan Vlan ID yang akan didistribusikan ke switch. Port1-Switch akan bertindak sebagai trunk port sehingga Vlan2 dan Vlan3 akan diforward di port ini. Sedangkan pada Port2-Switch akan hanya memforward vlan 2 dan Port3-Switch hanya akan memforward vlan 3.

Ilustrasi di atas dalah contoh config untuk Membuat Vlan table di RB250GS.

Pada switch manageable dikenal adanya Ingress Filtering dan Egress Filtering untuk mengatur bagaimana switch memperlakukan traffic yang datang dan meninggalkan port tersebut.
Ingress filtering adalah policy dari switch untuk mengatur traffic yang datang, sedangkan Egress filter untuk mengatur traffic yang keluar dari port tersebut.



Pada ilustrasi di atas menunjukkan pada Ingress port di switch RB250GS pada port 1,2 dan 3 akan diperlakukan vlan forward policy (Vlan Mode = Enabled), yang disesuaikan dengan konfigurasi di Vlan table.
Pada setting Egress filter policy akan menunjukkan fungsi dari port itu sendiri. Contohnya pada Port1-Switch karena bertindak sebagai Trunk maka policy yang digunakan adalah "add if missing", sedangkan pada Port2 dan Port3-Switch akan bertindak sebagai Access port maka akan menggunakan policy "always strip".

Cara kerjanya adalah sebagai berikut :
  • Traffic yang datang dari Port1-Switch adalah traffic yang memiliki vlan header dan Vlan ID yang akan diterima dan diteruskan adalah Vlan dengan ID 2 dan 3 (sesuai dengan Vlan table).
  • Kita ambil contoh Ketika ada traffic dari Router dengan vlan ID=2 maka akan diteruskan ke Port2-Switch (sesuai vlan table). Dan pada saat traffic meninggalkan port2-switch, vlan header akan dihilangkan (egress policy di port2-switch yaitu "always strip").
  • Berbeda perlakuannya Pada traffic balik atau traffic balas yang datang dari port2-Switch menuju ke router maka akan diforward ke port1-switch, dan akan ditambahkan vlan header sesuai dengan default vlan id yang ada di port2-switch pada saat traffic meninggalkan port1-swith (egress port policy add if missing).

Kombinasi dengan Switch Manageable lain

Ada kondisi tertentu dimana Anda sudah mengimplementasikan VLAN di network Anda, dan kebetulan memang sudah memiiki beberapa vlan yang ada di switch manageable Anda. Maka jika Anda ingin menggabungkan atau mengkombinasi antara switch manageable yang sudah ada dengan switch RB250GS, maka konfigurasi di RB250GS tidak akan jauh berbeda.
Kuncinya ada di vlan ID yang sudah ada sebelumnya tetap harus dideklarasikan di vlan table RB250GS, dan port trunk tetap harus dibuat di salah satu port. Port trunk ini akan menjadi penjembatan antara Swich manageable Anda dengan RB250GS ini sendiri.
   


Pada bagan diatas, merupakan contoh bagan pengguaan RB250GS yang dikombinasikan dengan Switch manageable yang lain.



Trunk port harus dibuat di switch manageable yaitu untuk menghubungkan antara router ke switch manageable dan satu lagi trunk port untuk menghubungkan switch manageable tersebut ke switch RB250GS.

Refrensi

Video Konfigurasi Dasar Mikrotik


Klik di sini untuk melihat dalam format HD.


Refrensi

Dialup Speedy dengan Mikrotik Router

Topologi yang digunakan sbb:

INTERNET -> MODEM ADSL —> MIKROTIK —> SWITCH —> CLIENT

xxx.xxx.xxx.x ->192.168.1.2->192.168.1.254-192.168.10.254->192.168.10.2-192.168.10.253

MEMULAI SETTING MIKROTIK

Pertama tentukan dahulu nama yang akan digunakan pada masing masing Card Lan yang ada pada Mikrotik.

Memberi Nama pada masing2 kartu jaringan
[admin@MikroTik] interface ethernet set ether1 name=Speedy
[admin@MikroTik] interface ethernet set ether2 name=Lan

Setelah masing masing card lan diberi nama, tentukan IP-nya

Memberi IP pada masing2 kartu jaringan yang telah diberi nama diatas
[admin@MikroTik] ip address add address=192.168.1.254/24 interface=Speedy
[admin@MikroTik] ip address add address=192.168.10.254/24 interface=Lan

Pemeriksa apakah nama card lan dan ip yang diberikan sudah benar.

Cek IP
[admin@MikroTik] ip address print

lanjutkan dengan melakukan ping ke masing masing IP untuk memastikan konfigurasi sudah tepat.
Tahapan selanjutnya adalah mengaktifkan fitur PPOE pada Modem ADSL Speedy lewat Mikrotik.

Mengaktifkan fitur PPOE
[admin@MikroTik] interface pppoe-client add name=pppoe-user-speedy user=111xxxxxxxxx@telkom.net password=(masukkan pasword speedy) interface=Speedy service-name=internet disabled=no

Memasukkan Gateway
[admin@MikroTik] /ip route add gateway= 125.164.123.1
(dapat diketahui dengan command ipconfig pada saat dial speedy via windows atau lihat di modem pd saat masih memakai metode ppoe)

Cek gateway :
[admin@MikroTik] /ip route print

Memasukkan / Setting DNS
[admin@MikroTik] /ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-request=yes

[admin@MikroTik] /ip dns set secondary-dns=203.130.209.242 allow-remote-request=yes

Selanjutnya proses masquerading, untuk penerusan (forward) perintah dari routing yang diteruskan ke nat firewall mikrotik untuk proses routing ke semua client yang terhubung. (ini berfungsi agar semua client nantinya bisa internetan)

[admin@MikroTik] /ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade

Langkah terakhir, buka winbox, pada menu pppoe pastikan ceklist pada “add default route”
Setelah Proses diatas selesai, lakukan ping ke 202.134.1.10 atau ke google.com.
Jika koneksi terhubung artinya kita telah berhasil membuat mesin Mikrotik router sebagai gateway/router dan dialpup server.

DHCP Server MIKROTIK

Untuk membuat DHCP Server diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Membuat address pool dan menentukan IP Range

2. Mengaktifkan DHCP server.

Sedangkan untuk membuat Internet Gateway Server, inti langkahnyaadalah melakukan masquerading yang akan melewatkan paket-paketdata ke user.

Berikut ini adalah gambaran dari network dan servernya :

1. Mikrotik di install pada CPU dengan 2 ethernet card,

1 interface utk koneksi ke internet, 1 interface utk konek ke lokal.

2.IP address :

- gateway (mis: ADSL modem): 192.168.100.100

- DNS : 192.168.100.110
- interface utk internet : 192.168.100.1
- interface utk lokal : 192.168.0.1

Untuk memulainya, kita lihat interface yang ada pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@Mikrotik] >

kemudian set IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1
akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP
192.168.100.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita
dengan IP 192.168.0.1

[admin@mikrotik] > ip address add address=192.168.100.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether1

##semisal ether1 dapatkan IP dari DHCP maka langkah pertama yang harus di lakukan adalah tancapkan kabel yang terhubung ke internet lalu ketikan SETUP, Pilih “d” (tanpa tanda petik)

[admin@mikrotik] > ip address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2

[admin@mikrotik] >ip address print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.100.1/24 192.168.100.0 192.168.100.255 ether1
1 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.255 ether2

[admin@mikrotik] >

Setelah selesai Barulah kita bisa melakukan setup DHCP server pada Mikrotik.

1. Membuat address pool

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.100

/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.0.1

2. Tentukan interface yang dipergunakan dan aktifkan DHCP Server.

/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool enable 0

[admin@mikrotik] > ip dhcp-server print

Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP 0 dhcp1 ether2

sampai tahap ini, DHCP server telah selesai untuk dipergunakan dan sudah bisa di test dari user.

Langkah Selanjutnya adalah membuat internet gateway, Misalnya IP ADSL Modem sebagai gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.100.100 dan DNS Servernya 192.168.100.110, makalakukan setting default gateway dengan perintah berikut :

[admin@mikrotik] > /ip route add gateway=192.168.100.100


3. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@mikrotik] > ip route print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.1 ether2
1 ADC 192.168.100.0/24 192.168.100.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.100.100 ether1

[admin@mikrotik] >

Lanjutkan dengan Setup DNS

[admin@mikrotik] > ip dns set primary-dns=192.168.100.110 allow-remoterequests=no

[admin@mikrotik] > ip dns print

primary-dns: 192.168.100.110
secondary-dns: 0.0.0.0
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB

[admin@mikrotik] >


4. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@mikrotik] > ping yahoo.com

216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms

10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss

round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms

[admin@mikrotik] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

5. Setup Masquerading, ini adalah langkah utama untuk menjadikan

Mikrotik sebagai gateway server

[admin@mikrotik] > ip firewall nat add action=masquerade outinterface=ether1 chain: srcnat
[admin@mikrotik] >
[admin@mikrotik] > ip firewall nat print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@mikrotik] >

Selesai, tinggal test koneksi dari user. seharusnya dengan cara ini user sudahbisa terhubung ke internet.

Cara ini memang cara yang paling mudah untuk membuat user dapat terhubung ke internet, namun tingkat keamanannya masih rendah dan diperlukan pengaturan firewall.

Cara Membuat Server Gateway/Router dengan Mikrotik

Mikrotik PC mempunyai 2 ethernet card, 1 untuk ISP 1 lagi untuk jaringan lokal

IP didapat dari provider/ISP 100.10.15.2/30 dengan gateway 10.100.15.1
IP range yang digunakan untuk jaringan lokal 192.168.0.1/24 (untuk jumlah client sesuka anda, max 254 client)
Tanpa menggunakan DHCP server

Tambahkan IP address pada masing-masing interface (contoh: untuk IP dari ISP pada ether1 yaitu 100.10.15.2/30, Untuk IP LAN pada ether2 yaitu 192.168.0.1/24
<< ip lan tersebut akan menjadi gateway masing-masing client dalam setting networknya)

/ip address
ip address add address=100.10.15.2/30 interface=ether1 disabled=no
ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2 disabled=no

Tambahkan gateway provider dalam ip route

/ip route
add gateway=100.10.15.1

Membuat NAT dalam ip firewall nat

/ip firewall nat
add chain=srcnat action=masquerade disabled=no

Masukan IP DNS yang diberikan oleh ISP (misalkan:100.10.20.1 dan 100.10.20.2)

/ip dns
set primary-dns=100.10.20.1 secondary-dns=100.10.20.2 allow-remote-requests=yes

Sebelum ada setting network pada komputer client anda, test dulu apakah mikrotik anda terhubung ke internet(ex: menggunakan “ping yahoo.com” pada terminal console)

Setting network komputer anda dengan konfigurasi :

IP address : 192.168.0.2
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.0.1

DNS Server : 192.168.0.1

DONE!

Setting Mikrotik Pada IIX dan International

1. Pada Interface buat LAN_4, int_1, IIX_2

clip_image002[8]

2. IP – Address

Ø Isikan LAN, IP international, IP IIX

3. Pada Interface buat LAN_4, int_1, IIX_2

clip_image002[9]

4. IP – Address

Ø Isikan LAN, IP international, IP IIX

clip_image004[6]

5. IP – firewall

Ø Pada filter rule buat untuk IP internasioal

Ø Pada tab general di chain pilih input dan pada In Interface pilih int_1 dan pada tab Action pilih Accept

clip_image006[6]

Ø Pada nat pilih tab action – masquarede dan pada general src nat

clip_image008[6]

6. IP – DNS

Pilih setting – pada server isikan DNS internasinal

clip_image010[6]

7. IP – Routes

clip_image012[6]

8. IP – Firewall

Ø Pada filter rule buat untuk IP internasioal

Ø Pada tab general di chain pilih input dan pada In Interface pilih int_1 dan pada tab Action pilih Accept

clip_image006[7]

Ø Pada nat pilih tab action – masquarede dan pada general src nat

clip_image008[7]

9. IP – DNS

Pilih setting – pada server isikan DNS internasinal

clip_image010[7]

10. IP – Routes

clip_image012[7]

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More