AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Modifikasi. Show all posts
Showing posts with label Modifikasi. Show all posts

Datsun Lowrider, dari Lawas Jadi Naik Kelas

Sekian belas atau puluh tahun yang lalu, Datsun 620 produksi 1979 ini biasanya mudah ditemui di Tanah Air sedang nongkrong menunggu angkutan pasir atau bata di toko bangunan. Belakangan, masih ada yang menggunakannya untuk urusan serupa. Namun, di Jepang, pikap yang dikategorikan minitruck ini terbawa dalam arus tren kebangkitan mobil lawas dan tak lagi jadi mobil niaga.
Hayato, sang pemilik, mengaku sudah suka pikap sejak lama. Ia pun membongkar pasang pikap ini beberapa tahun belakangan.
Yang menarik, agak susah sebenarnya melihat kekurangan dari badan Datsun milik desainer kaos ini. Walau sederhana, pengerjaan bodi boleh dinilai cukup dan tidak berlebihan serta terkomposisi dengan apik.
Warnanya tak kalah menarik. Itu bukan hitam, melainkan hijau tua. Oleh karenanya, kesan elegan bisa dilihat sekilas, tetapi sebenarnya juga berwarna.
Badannya yang berkelir gelap diperkontras dengan penambahan panel-panel krom, mulai dari bemper depan-belakang hingga kisi-kisi hidung mobil plus batok lampu.
Membuat badannya mendekati tanah adalah pekerjaan menantang bagi si pemilik yang berdomisili di Morioka, Iwate, Jepang, ini. Dengan mengandalkan suspensi udara dari Firestone, ia melibatkan rumah modifikasi T-Craft untuk pengerjaan keseluruhan sasis, termasuk kaki-kaki. Poin-poin modifikasi di bagian ini mencakup per, kantong udara untuk suspensi, galon aluminium, dan kompresor. Total, badan pikap yang dinamai Smooth 620 ini pun turun 6,4 sentimeter dibanding aslinya.
Demi kesan "lowrider", bangku kokpit pun dibuat ulang sehingga penumpang terkesan tenggelam. Hayato juga melekatkan bahan kulit di sekujur interior dan menancapkan perangkat audio dari paduan produk Alpine, Rockford Fosgate, dan Boyds.
Badan yang merebah lantas dikomposisikan dengan pemasangan velg krom model palang enam ukuran 17 x 8 inci dari Eagle dan ban ukuran 235/40R17. Ini menarik bagi mereka yang suka restorasi. Bahannya banyak di Tanah Air. Andai Anda punya dan ingin mengubahnya jadi demikian, si Datsun pun dipastikan akan "cuti" dari rutinitas gotong pasir.

BMW Permen Eks Vokalis Boy Band

Gaya yang berkelas, dingin dan mengilat seperti es, serta tenaga hebat jadi tiga patokan bagi pemilik BMW 325 buatan 1993 ini. Hal itu pula yang membuatnya bolak-balik bengkel dan bongkar pasang semua bagian mobilnya sehingga menjadi semerah permen mint dan segahar tampilan mesinnya.
Bootyman, inisial nama si pemilik, sudah melirik mobil ini bahkan sejak ia masih jadi murid sekolah dasar di Inggris. Mobil ini dulu merupakan tunggangan Brian Lee Harvey, penyanyi sekaligus musisi yang sempat membentuk boy band E-17 (terkenal akhir 1990-an). Dulu warnanya hitam, dan kala itu ia melihatnya di surat kabar Sun.
Setelah akhirnya terbeli, ia memutuskan untuk melakukan pemugaran total dengan sejarah panjang dan berakhir pada model seperti pada gambar di atas. Keputusan akhir pada bodi BMW beratap keras buka-tutup ini adalah penggunaan paket badan mobil Rieger GTS dan cat merah Kandy Apple Red. Komposisinya dilengkapi dengan grill hitam dan lampu Xenon.
Soal kursinya yang serba putih, dia memilih produk interior dari Vader dan Fusion ICE, lalu melengkapinya dengan perangkat hiburan kabin, seperti perangkat audio dan video Pioneer 12 cakram, sejumlah layar 6,5 inci lipat, perangkat layar sentuh, hingga Playstation.
Di balik kap mesinnya terdapat motor gahar hasil set ulang. Mesinnya berkapasitas 2,5 liter konfigurasi segaris yang dilengkapi rod custom, perangkat turbo ganda, dan puluhan peranti custom lainnya yang tertata di sekujur mesin.
Omong-omong biaya, rombakan total ini tentu butuh kesiapan dana yang maksimal, apalagi untuk orang yang tak kunjung puas seperti Bootyman. "Saya sendiri tidak tahu persis biaya totalnya. Namun jelas, uang yang dihabiskan bisa dipastikan sangat-sangat banyak. Mungkin sekitar 80.000 poundsterling (setara Rp 1,09 miliar)," ujarnya.

Reinkarnasi Cikal-Bakal Motor Fairing

Warna motor ini memancing ingatan tentang kedigdayaan retro-teknologi tahun 1950-1960 kala dunia sedang heboh dengan satelit Sputnik. Kala itu, banyak film bicara tentang masa depan dan makhluk luar angkasa yang lebih pintar sehingga berpengaruh terhadap apa yang orang-orang buat pada masa tersebut, termasuk kendaraan.
Tak hanya itu, gambar desain dari motor yang diberi nama "Della" ini membawa memori lain tentang sejarah awal motor ber-fairing. Sebut saja NSU Sportmax buatan 1955. Motor tersebut memiliki fairing cukup besar, bahkan nyaris menutupi sebagian ban depan hingga setengah badan depan motor. Bentuknya pun membulat dan berwarna perak sehingga ia dijuluki "Dust Bin" (Tong Sampah).
Mikhail Smolyanov, pembuat gambar motor ini, merancangnya lebih panjang dan lebih rebah dibanding NSU Sportmax. Bahkan, ia secara kontras menggambarkannya dengan ban belakang yang lebih tinggi dari bodinya.
Setangnya dibuat halus lancip, demikian juga sejumlah sudut lain. Ada kaca depan dengan model versi mini dari skuter ala Mods atau Harley Davidson Road King Classic. Lalu, rasa 1960-an lagi-lagi dipertegas dengan tampilan lampu belakang, ibarat sesuatu yang lunak sedang tersapu angin kencang mirip bagian belakang mobil Chevrolet Impala 1959.
Berhubung mesinnya tertutup, entah bagaimana rupanya. Namun, arsitek asal Moskwa, Rusia, ini sepertinya menggambarkan dua lubang knalpot yang tersemat di kanan-kiri roda belakang. Mungkin saja, motor ini dipasangi mesin berkonfigurasi V. Itu pun jika ada seorang investor yang mau atau setuju untuk merealisasikannya.

Flatmobile, Mobil Terpendek di Dunia

Namanya Flatmobile, dari namanya saja sudah ketahuan seberapa datar mobil ini.mJika FIAT Flatout mempunyai tinggi 40 cm, maka mobil Flatmobile ini tingginya sekitar 48 cm.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH1g3x8i2xvmCbcfQzgkNpqmqmwl1kfyZTl9AN-43zIA4joGB30Dt21pmh9pFDEJDrOZ2J4xA9iQNaATPkhdC4WDaZMmjAM240lElTdfQH4DCqdeNOf0n_NaS1t4jt4318RhsWyvbugTw/s1600/2.jpg

Pemilik mobil ini namanya pak Perry Watkins dan berasal dari Inggris. Flatmobile dinobatkan sebagaiThe lowest street legal car oleh Guinness World Records alias mobil terpendek di dunia yang boleh beroperasi di jalanan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8HhnOBFGukKAxrDmDgYtgpB25lM9NJtDu_R2hec1tKhvGxe6AQ-jvywUOJzG47xcV3wzOg-Tp4xlCPicriw1FfPBWOyyFoNRfyfKmXzb64mSw_peNw3Klxv7KOerKzkR-j13H4jBbWJg/s1600/3.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoOVSNFtX0N9_waFGOdWECFDWxBqdQiD38UXMjczaN1XVmn_QrtTAyMX3mMHhKqkGN8BkDQu80kwNpaQXojDz_-3uOmNl-0eyrMYaLETXUnuNvt3gCbQA9jKSP1YerkfOWcfXwEGnhR0A/s1600/4.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiX7Q8OJoaBBo7v-vszegg9OWmExOPQwPTtUddq3T5VmBLmIiAwXTb96wTMyTHZXLukfd7uHPGyNFnjMmhYJyqXiLA9df23poAuQRgbHx-Tfy4k4sDgQ7_QdzKJ_Dm54FE9rX_WHoluACs/s1600/5.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm0Y_P4Psh_jWHbVJ_IlfBkzJ5lXd8IDP2vwcjtqbrkG87c7163AifijJfGH298GswE5eCR1MdDGzwCY12V7lHnMWkq3hTOIdJftLe4k7kfaWVBKOn4Zpsfon7j1hsxqllTkHMKYDC00I/s1600/6.jpg

Walaupun tingginya hanya 48 centimeter, tapi jangan main-main dengan kecepatan mobil ini. Flatmobile mampu melaju hingga 100 mil per jam atau sekitar 130 km per jam. Hal ini karena mobil ini mempunyai sistem mesin yang dibantu oleh tenaga Jet.



Motor Udang Berlengan Ajaib

Sekilas motor ini mirip seekor udang besar. Tangki hingga buritan seakan jadi badan, sedangkan penyangga roda depan yang panjang nan "ajaib" itu bak sungut.

Christian Dotson membuat motor chopper-nya seakan mau patah di bagian depan, tetapi ternyata tidak. Sebab, sebenarnya tiang roda depan itu kokoh dan sistematis. Ia lantas menamainya Swingshot, mungkin karena tiang depannya mengandalkan lengan ayun.

Jika dilihat lebih saksama, maka Christian bersama perusahaannya, Dotson Design, juga memasangkan per daun yang dipasang terbalik dan sistem kemudi ala mobil.

Masih soal kaki depan, pegangan suspensi depan dibuat dengan sudut 30 derajat. Inilah kuncinya mengapa suspensi motor tersebut seakan "sigap" dan responsif meredam guncangan, apalagi untuk sepeda motor serebah dan sepanjang ini.

Pengerjaannya memakan waktu 14 bulan. Sejak awal Christian sudah mengambil ancang-ancang bahwa ia akan mengetengahkan kesan vintage, tetapi juga eksploratif pada karyanya ini. Poin eksploratif itu tentu sudah jelas terlihat bagaimana sistem kemudi motor tersebut.

Mesinnya menggunakan hasil custom buatan Accurate Engineering dengan model dasar mesin Panhead dari Harley Davidson yang sedianya diproduksi pada 1948-1965. Tenaga mesin disalurkan ke roda melalui transmisi kaki 5-percepatan.

Untuk menguatkan kesan vintage, ia bersama Dotson Design lantas membuat nyaris semua potongan tubuh motor ini, antara lain saluran buang dan hisap, klakson, tangki, sepatbor, setang, perangkat kemudi, saluran bahan bakar, pijakan, jok, suspensi, dan sistem kelistrikan. Sebenarnya masih ada lagi.

Lalu, satu yang juga unik, ia hanya mengandalkan satu rem (untuk roda belakang). Ini berbahaya, memang, karena daya henti laju jadi tidak maksimal. Walau begitu, motor dengan roda depan berukuran 21 inci dan belakang 19 inci (lebar tapi lebih pendek) ini sudah "dikalungi" berbagai penghargaan, seperti AMD World Championships Freestyle Champion dan Grand National Roadster Show "America’s Most Beautiful Motorcycle".

Raja Horor Stephen King dan Mobil Listriknya

Di balik novel-novel yang seram, 'Rajanya Horor' Stephen King ternyata memiliki visi soal kendaraan masa depan. Dan menurutnya mobil listrik adalah mobil masa depan.

Pria kelahiran 21 September 1947 terlihat sedang mengisi baterai mobil listrik Chevy Volt berwarna hitam yang susah didapatkan di Sarasota, Florida AS.

Ketika mobilnya butuh diisi ulang, ia memarkirkan mobilnya di salah satu parkiran mobil yang sekaligus ada stasiun pengisian baterainya.

"Saya suka sekali dengan ini. (ketika mengisi baterai) Ini seperti berkata pada para kartel minyak 'Ini, colokkan ini ke matamu," ujar King yang jarang diwawancara ini seperti dilansir LinkHerald Tribune dan dikutip AlgoritmaNews.

King rupanya kesengsem dengan Volt sekitar 1 bulan lalu. Dia memberikan Volt sebagai kado ultah istri tercinta yang juga penulis, Tabitha King.

"Dalam beberapa hal, saya menyesal memberikan mobil ini padanya. Karena saya senang mengendarainya," ujarnya.

Pesawat Tempur Menempel di Motor Tua

Yang perlu diklaim pertama-tama dari motor ini adalah ia bukan sisa dari masa Perang Dunia II. Kalau soal bentuknya terinspirasi dari masa itu, segalanya sudah tergambarkan dengan jelas di sana. Pesawat di sebelah kanannya bisa terbang? Tentu tidak. Itu adalah kereta samping yang mungkin akan jadi "mainan" favorit bagi anak-anak.

Henrik Toth, pemilik motor, kabarnya memang suka dengan hal-hal yang berbau Amerika, khususnya sepeda motor lawas. Makanya, satu dari tiga motor yang ia bangun ini mendekati desain motor Indian asal Amerika yang legendaris dan sudah berhenti diproduksi sejak lama. Di sisi lain, tampilan motornya juga mirip Harley Davidson WLA (1942). Namun sejujurnya, ini adalah sepeda motor modern buatan Jepang, Yamaha Warrior.

Mencari bentuk asli Yamaha Warrior pada motor Henrik memang susah, kecuali jika melihat mesinnya. Bahkan tangkinya sudah dibuat ala "roundtank" lengkap dengan setangnya yang "kelebaran". Sepatbor mengikuti cat dasar motor yang hijau militer. Guratan-guratannya mirip binatang trenggiling, dan kesan itu makin terasa ketika kita melihat sepatbor belakang yang dibuat kelewat besar. Entah apa maksudnya.

Sementara itu, beberapa bagian dibuat secara custom, seperti paket peredam kejut roda depan, lampu depan, hingga tempat simpan sekop dan kotak bagasi yang benar-benar "kotak" dan kaku bertuliskan "ARMY". Penempatan tangki bensin di samping roda kereta samping menarik juga untuk disimak.

Beralih ke pesawat tempur, ini dia yang menarik. Kereta gandeng ini adalah replika pesawat Grumman F4F Wildcat (1940) versi bonsai. Yang menyenangkan, penumpangnya bisa duduk tenang di situ, walau kesempitan. Soalnya, penumpang tidak akan kehujanan karena pintu pesawat yang bisa digeser-geser untuk akses masuk-keluar. Baling-baling di depannya pun disambungkan ke rantai motor sehingga akan ikut bergerak saat motor melaju.

Motor ini juga punya dua logo militer, satu angkatan udara Amerika di buritan, satu lagi Jerman yang berbentuk kecil-kecil dekat kokpit pesawat. Jadi, motor ini bermesin Jepang, berperawakan Amerika, dengan sedikit sentuhan Jerman, dan ditunggangi seorang biker asal Hongaria. Komplet!

Sapi Modifikasi China Hasilkan ASI Manusia

Sejumlah ilmuwan China melakukan eksperimen dengan memberikan gen manusia kepada sekira 300 sapi ternak demi mendapatkan susu yang memiliki nutrisi sama seperti ASI manusia.

Cara ini diharapkan dapat memberi alternatif pemberian ASI dari ibu kepada sang buah hati. Demikian seperti dilansir Daily Mail.

Chrysler 300 FatChance Sentuhan John Fortuno



Chrysler 300 termasuk salah satu mobil paling populer di Amerika, juga di kalangan pemodifikasi. Tak heran, bila sedan produksi pabrikan bermarkas di Detroit ini dibuat custom dengan aliran ceper dan kalau di Amerik disebut low rider.

Chrysler 300 yang superceper ini dinamakan FatChance 2.0 tak lain diambil dari nama akrab sang pemodifikasi John Fortuno. Mobil ini akan meramaikan Festival Tahunan Musim Semi LXs di Kalifornia.

Sepeda Motor Berteknologi Mobil

Modifikasi sepeda motor di Purwokerto identik dengan aliran streetfighter, belakangan ini. Namun Siswo Winoto, juragan rumah modifikasi Win's Paddock, coba menyodorkan karya baru yang disebutnya "Kuda Lumping dari Jawa" berteknologi canggih dengan bahan dasar Yamaha Jupiter MX 135LC buatan 2006.

Dalam mengubah tampilan bebek garputala ini, Wiwin - demikian sapaan akrab Winoto - memadukan duck fighter, teknologi dan kultur.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More