AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Nasa. Show all posts
Showing posts with label Nasa. Show all posts

NASA Saksikan Komet Menabrak Matahari

NASA telah merilis gambar video dari komet yang menabrak matahari awal bulan ini, setelah kejadian tersebut berhasil direkam oleh pesawat tanpa awak milik lembaga antariksa Amerika Serikat (AS) tersebut.

SoHo, sebuah Heliospheric Observatory yang merupakan operasi gabungan Eropa dan AS tersebut, merupakan pesawat tanpa awak pertama yang melihat komet tersebut menabrak matahari. Komet tersebut menimbulkan ekor yang panjang sebelum menghilang setelah tertelan matahari.

Komet tersebut masuk ke dalam daftar 10 komet teratas dari 2 ribu komet yang pernah dilihat oleh SoHo menabrak matahari, semenjak pertama kali diluncurkan pada tahun 1995. Demikian seperti yang dikutip dari SkyMania.

Satelit kembar NASA lainnya yang bernama Stereo juga melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Komet tersebut diidentifikasi sebagai jenis Kreutz, sebuah pecahan dari komet raksasa yang terpisah dari bagian aslinya, sekira 2 ribu tahun yang lalu, mungkin dikarenakan orbitnya yang dekat dengan matahari.

Jenis komet Kreutz ini dinamakan setelah Heinrich Kreutz, seorang ahli astronomi Jerman abad 19, yang mempelajari komet-komet yang menabrak matahari, yang dianggap sebagai hal lumrah.

Sebelumnya tidak ada komet yang begitu dekat dengan Matahari, meski pada bulan Maret 2010 melalui coronograph SoHo, terdeteksi pula sebuah komet jenis Kreutz juga mendekati Matahari, dan mungkin akan mengalami nasib yang sama dengan yang lain.



Refrensi

Foto Lawas UFO di Belgia Bingungkan NASA

Sebuah foto objek terbang tak dikenal (UFO) di langit Belgia tahun 1990 membuat bingung para ilmuwan NASA, bahkan dinyatakan sebagai foto tipuan yang dilakukan seseorang yang terbuat dari busa.

Para ilmuwan telah meneliti gambar UFO berbentuk piring terbang segitiga dengan empat lampu tersebut, yang diduga diambil pada bulan April tahun 1990 oleh seorang pekerja muda. Namun hal tersebut masih tetap menjadi misteri sampai akhirnya pria tersebut melakukan pernyataan pada jaringan RTL-TVI.

Foto yang objeknya terbuat dari plastik tersebut dirilis setelah beberapa penampakan UFO di Belgia, periode tahun 1989 sampai 1990.

Remaja yang memotret foto tersebut saat itu masih berusia 18 tahun dan dikenal dengan nama Patrick. Dia dan beberapa temannya mengaku bahwa mereka lah yang melakukan semua proses pemalsuan foto tersebut. Karena palsu lah mengapa sebelumnya foto tersebut disebut oleh ilmuwan sebagai foto UFO paling jelas yang pernah ada. Demikian seperti dikutip Straits Times.

Beberapa hari setelah perilisan foto tersebut, sebuah pesawat Angkatan Udara Belgia diperintahkan untuk memburu UFO tersebut, tetapi tidak berhasil. Beberapa percaya bahwa UFO tersebut adalah pesawat Stealth terbaru yang sedang diuji oleh NATO.

"Sangat mudah untuk membodohi orang, bahkan dengan contoh murahan seperti itu,"tambah Patrick.

Patrick juga menyatakan bahwa kini sudah waktunya untuk mengabarkan fakta yang sebenarnya.

Misi NASA Terbaru Jelajah Gunung di Mars

NASA mengumumkan telah membuat sebuah laboratorium bergerak yang berfungsi untuk mengungkap apa yang ada di Planet Mars. Pembuatan laboraturium tersebut menghabiskan dana fantastis yaitu USD2,5 miliar.

Benda ini dijuluki 'Curiosity' yang memiliki misi untuk melihat tanda-tanda kehidupan di Mars. Kendaraan ini dikendalikan secara otomatis dan tidak berawak. Meskipun demikian, benda ini mampu mendaki gunung yang ada di sana.

Laboratorium ini dilengkapi dengan enam roda mekanik dan akan menjelajah kawah Gale, karena disana terdapat gunung yang tinggi. Ini akan membantu para ilmuwan mempelajari tanah liat dan kandungan sulfat pada tiap tingkat ketinggian gunung tersebut.

"Para ilmuwan mengidentifikasi Gale sebagai pilihan utama mereka untuk mengejar tujuan misi penjelajah yang baru," kata Jim Green, direktur Divisi Planetary Science di Markas NASA di Washington.

"Lab ini memberikan pemandangan visual yang dramatis dan juga potensi besar untuk penemuan ilmu pengetahuan yang penting,"tambahnya, seperti dikutip Straits Times.

Penjelajahan ini dikenal dengan Mars Science Laboratory (MSL), guna menemukan adanya tanda-tanda kehidupan dan makhluk hidup disana. Diketahui saat ini hanya ada tanda bahwa beberapa kehidupan mikroba mungkin telah ada di kedalaman kawah yang mungkin mengandung air.

NASA sebelumnya akan membuat pesawat Spirit dan Opportunity yang akan membawa manusia ke planet Mars di tahun 2030.



refrensi

NASA Resmi Luncurkan Aplikasi Untuk Android

NASA meluncurkan sebuah aplikasi terbaru untuk Android yang memiliki banyak konten serta memungkinkan pengguna 'mengintip' suasana luar angkasa melalui tayangan streaming.

Menyusul berakhir era pesawat ulang-alik NASA setelah Atlantis kembali ke bumi, NASA pun beralih mengeluarkan teknologilain pada ponsel. Beberapa waktu lalu Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan bahwa NASA perlu melakukan terobosan baru di dunia teknologi.

"Pesawat telah melakukan beberapa pekerjaan yang luar biasa hingga percobaan ke orbit paling rendah dengan membuat Stasiun Luar Angksa Internasional. Itu adalah prestasi yang luar biasa. Dan kami sangat bangga dengan pekerjaan itu, tetapi sekarang yang kita butuhkan adalah terobosan teknologi baru," cetus Obama saat itu.

Telegraph melansir, NASA kini telah merilis sebuah aplikasi resmi anyar pada Android Market. Aplikasi ini memiliki fitur seperti live streming video dari NASA TV dan beberpa arsip mengenai misi NASA.

Diharapkan nantinya pengguna akan terintegrasi dengan media sosial yang akan dibuat oleh NASA. Di dalam aplikasi ini juga terdapat ribuan gambar, video on demand dan jam hitung mundur yang menarik.

Meski begitu, aplikasi ini tampaknya lebih ditujukan kepada orang-orang yang tahu banyak tentang eksplorasi ruang angkasa ketimbang pecinta teknologi. NASA berkeras bahwa aplikasi ini merupakan kesempatan untuk melihat keiundahan sebuah program ruang angkasa bagi pengguna belum terbiasa dengan hal itu, sekaligus menjadi sumber informasi yang berguna jika Anda seorang tertarik dengan subyek ini.

Aplikasi NASA ini sudah tersedia untuk diunduh secara cuma-cuma di Android Market.



Refrensi

Pesawat Atlantis Terakhir Tiba di ISS

Atlantis secara dramatis mendarat di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dua hari setelah peledakan dalam perjalanan bersejarah pesawat terakhir NASA.

Menulis bab terakhir mengenai sebuah cerita 30 tahun kemenangan dan tragedi yang dialami NASA selama ini, akan selesai dengan berhasilnya pesawat terakhir merapat di ISS. Astronot menghabiskan sebagian besar hari pertama mereka di orbit pesawat ruang angkasa untuk memeriksa apakan ada kerusakan dari peluncuran pada Jumat lalu.

Atlantis sekarang akan melanjutkan misinya untuk memberikan lebih dari empat ton persediaan dan suku cadang ke ISS serta membersihkan sampah dan mengambil sebuah pompa yang rusak untuk nantinya dibawa kembali ke Bumi untuk diperiksa. Awak Atlantis akan memberikan satu tahun pasokan penting ke Stasiun Antariksa Internasional dan kembali dengan membawa sampah sebanyak mungkin. Pesawat ini dijadwalkan pulang pada 20 Juli setelah 12 hari di orbit. Demikian seperti dikutip Daily Mail.

Ini perjalanan terakhir dengan Atlantis dan waktunya dapat diregangkan hingga 13 hari jika daya yang cukup dapat dilestarikan. Cuaca memungkinkan, pesawat akan kembali ke Kennedy Space Center, di mana ia akan dipajang untuk publik. Sebelumnya Discovery dan Endeavour sudah pensiun lebih awal dan sedang disiapkan untuk museum di seluruh negeri.

Kemarin pagi, para astronot terbangun pukul 03:59 pagi dengan mendengarkan lagu Viva la Vida dari Coldplay. Lagu tersebut didedikasikan untuk pilot Doug Hurley, serta ucapan massal dari banyak karyawan NASA Marshall Space Flight Center di Huntsville.

"Selamat pagi, Atlantis, 'The Marshall Space Flight Center berharap Anda menikmati perjalanan Anda ke orbit. Kami juga berharap Anda menyelesaikan sebuah misi ini dengan sukses dan pulang ke rumah dengan aman," ujar para pekerja dalam sebuah rekaman pesan sebelum peluncuran.

"Terima kasih untuk pesan dan kesempatan besar mengendarai pesawat luar biasa ke orbit dan sebelumnya dengan program pesawat ulang alik 134 yang luar biasa," jawab pilot Doug Hurley.

NASA telah menetapkan tujuan jangka panjang terbang ke asteroid dan akhirnya ke Mars. "Nikmati sedikit waktu di sini dengan keluarga Anda kembali. Tapi kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami punya program lain yang kita harus dapatkan langsung, "kata NASA Administrator, Charles Bolden yang merupakan tim pengendalian peluncuran setelah Atlantis mencapai orbit.

"Kami tahu apa yang kita lakukan. Kita tahu bagaimana untuk sampai ke sana. Kami hanya harus meyakinkan orang lain bahwa kita tahu apa yang kita lakukan,"pungkasnya.

Dua Pilihan Lokasi Pendaratan di Mars

Misi pendaratan dan penelitian Mars akan terus berlanjut. Akan tetapi, NASA masih bingung memilih lokasi pendaratan dan penelitian.
NASA melalui Laboratorium Sains Mars (MSL) kemungkinan akan mendaratkan Curiosity, peralatan pengembara seukuran mobil, ke kawah Gale atau Eberswalde.
"Susah memilihnya. Seperti memilih dua rasa es krim yang berbeda," kata peneliti proyek MSL, John Grotzinger, di Caltech, Pasadena, California baru-baru ini.
Tahun lalu, NASA mengumumkan menentukan empat pilihan lokasi. Selain Gale dan Eberswalde, ada kawah Holden dan Mawrth Vallis di Mars.

Rencana Akhir Penerbangan Atlantis

Penerbangan Pesawat Atlantis pada hari Sabtu menuju ke International Space Station (ISS) menandai bahwa ini merupakan rencana yang terakhir kalinya dan itu juga merupakan lepas landas terakhir dari program pesawat luar angkasa Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip Straits Times, pesawat luar angkasa, yang lepas landas sesaat sebelum tengah hari yaitu hari Jumat waktu setempat, membawa kru empat astronot AS yang memiliki misi selama 12 hari untuk mengisi kembali persediaannya di laboratorium yang mengorbitkannya.

Pada hari Sabtu, para kru Altantis kembali memeriksa sistem perlindungan termal pada pesawat. Sistem tersebut berfungsi untuk melindungi dari panas yang membakar badan pesawat saat masuk kembali ke atmosfer bumi. Hal ini dilakukan sebagai persiapan akhir sebelum berangkat.

"Anggota kru menggunakan lengan robotik pada pesawat dan 50 kaki dengan panjang 15 meter yang merupakan sistem sensor pengorbit ledakan yang berfungsi untuk melihat dari dekat yaitu dari tepi sayap pesawat dan bagian terdepat yaitu penutup pesawat," ujar NASA dalam pernyataannya.

Kamera di ujung ledakan itu akan mengambil gambar secara close-up dari sistem perlindungan termal, sebagian dibuat dari bahan komposit yang dikenal sebagai karbon dioksida yang diperkuat. "Perumpamaan ahli di lapangan akan menyisir data untuk memastikan bahwa perisai penahan panas tetap dalam kondisi baik," lanjut pernyataan NASA.

Pemeriksaan tersebut merupakan operasi standar untuk memastikan apakah ada kerusakan pada perisai penahan panas saat pesawat melakukan penerbangannya." ungkap NASA.

Mengingat tahun 2003 yang lalu pesawat luar angkasa Columbia hancur saat masuk kembali ke atmosfer bumi dan para ahli menyimpulkan bahwa keadaan tersebut akibat perisai penahan panas pada sayap pesawat itu rusak.

NASA Siapkan Rencana Darurat untuk Atlantis

Sebagai langkah antisipatif, NASA siapkan rencana darurat untuk penerbangan pesawat ulang-alik Atlantis, apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan saat di luar angkasa nanti.

Seperti yang dikutip dari Softpedia, setiap misi penerbangan luar angkasa memiliki rencana darurat, yakni sebuah rencana cepat tanggap apabila terjadi sesuatu hal yang dianggap darurat.

Endeavour dan Discovery sudah nonaktif, setelah menyelesaikan misi penerbangan angkasa mereka awal tahun ini. Oleh karena itu, mustahil bagi kedua pesawat tersebut untuk dimasukkan ke dalam msis penyelamatan di rencana darurat ini.

NASA akhirnya beralih ke opsi International Space Station (ISS). Jadi jika penerbangan Atlantis gagal di orbit rendah Bumi, maka keempat astronotnya harus ikut bergabung dengan tim Expedition 28 di stasiun luar angkasa tersebut.

Hal ini dilakukan jika pesawat yang membawa para astronot tersebut dinilai tidak aman untuk memasuki kembali atmosfir Bumi, contohnya jika perisai penahan panas rusak parah atau terjadi kerusakan sistem.

Selanjutnya di rencana ini, pihak resmi NASA mengatakan bahwa ISS harus mampu mengakomodir kru Atlantis sampai pesawat luar angkasa Soyuz dapat menolong mereka. Meskipun begitu, rencana ini mungkin tidak terlalu bagus, karena kapsul Soyuz hanya mampu menampung tiga astronot saja.

"Semenjak peristiwa meledaknya pesawat Columbia di tahun 2003, kami kini memiliki program tanggap darurat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pasca peluncuran," ujar Chris Ferguson, Komandan misi STS-135 Atlantis dari NASA.

"Lalu karena tidak ada pesawat cadangan untuk misi ini, kami hanya bisa bergantung pada pilihan alternatif, entah melalui kapsul angkasa Soyuz maupun hal lainnya," tambahnya.

NASA bersama Russian Federal Space Agency (RosCosmos) juga sepakat untuk mengirimkan empat kapsul angkasa Soyuz selanjutnya, dengan hanya dua astronot di dalamnya. Hal ini dilakukan demi mencegah ditundanya program rotasi kru pesawat Atlantis di rencana misi penyelamatan tersebut.

NASA Mengungkapkan Segitiga Bermuda Tidak Ada



Amerika, Pada Minggu 5 Desember 2010 kemarin, sejumlah orang berkumpul di Bandara Internasional Fort Lauderdale, Hollywood. Mereka mengenang kejadian hilangnya skuadron Flight 19, 65 tahun lalu.
Lima pesawat dan 14 kru pesawat itu hilang di Segitiga Bermuda, sebuah kawasan yang berada dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Bermuda, Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Banyaknya kapal dan pesawat yang raib di kawasan itu membuat Segitiga Bermuda jadi salah satu lokasi paling misterius di muka Bumi.

Sejumlah spekulasi beredar, bahwa di Segitiga Bermuda terdapat lubang hitam 'black hole', atau alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Sejumlah pertanyaan soal Segitiga Bermuda juga disodorkan ke Badan Antariksa AS, NASA. Berikut jawabannya.



Apakah ada hubungan antara Segitiga Bermuda dan lubang hitam 'black holes'?
Tidak ada lubang hitam di Segitiga Bermuda. Pada kenyataannya, bahkan tak ada yang namanya Segitiga Bermuda. Banyaknya kasus kehilangan di wilayah itu konsisten dengan wilayah lainnya. (Ilmuwan NASA, Dr Eric Christian)

Segitiga Bermuda dan Zona De Silencia di Meksiko berada pada garis lintang yang sama dan kedua tempat ini misterius. Zona De Silencia diketahui bisa menarik meteorit dari langit, sementara Segitiga Bermuda dikenal karena banyak kapal dan pesawat yang hilang secara misterius. Mengapa dua wilayah ini tidak diteliti?

Fakta-fakta tentang lokasi tersebut salah. Tidak ada bagian dari Bumi yang bisa menarik meteorit dari langit, tidak ada anomali gravitasi yang aneh. Medan gravitasi bumi telah dipetakan dengan presisi luar biasa terutama oleh perusahaan yang menggunakan peta gravitasi untuk mengetahui potensi minyak dan mineral.

Juga tidak ada penghilangan lebih misterius di Segitiga Bermuda daripada di bagian laut lain di zona badai. Artinya, tidak ada yang misterius dari dua lokasi tersebut. Saya sarankan agar Anda mencoba untuk mengevaluasi akurasi sumber Anda dan menghubungkannya dengan dunia nyata, bukan fantasi ini. (Astrobiologis dan ilmuwan senior NASA, David Morrison)
Jawaban NASA senada dengan apa yang dimuat situs Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, history navy mil. Dijelaskan, bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat, disebut Gulf Stream.

Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.


Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena badai di seluruh dunia - secara mendadak.

Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, 'Segitiga Formosa'


Refrensi

Rahasia Terbesar Planet Venus

Meski planet kedua di tata surya ini memiliki nama serupa dewi cinta Roma namun planet ini tak penuh cinta. Untuk permulaan, permukaan planet ini mencapai 900 derajat Fahrenheit.

Karenanya, planet kedua ini dinobatkan sebagai planet terpanas di tata surya. Lebih buruk lagi, selimut tebal karbon dioksida menekan 92 kali tekanan atmosfer Bumi di lanskap kering. Awan kusam yang menghalangi pandangan pada permukaan planet itu merupakan asam sulfur.

Seperti dibayangkan, mempelajari Venus terbukti menjadi pekerjaan sulit. Sedikit demi sedikit, ilmuwan mempelajari lebih banyak mengenai tetangga Bumi ini. Berikut beberapa misteris terbesar mengenai obyek paling terang di langit setelah matahari dan bulan.



1. Iklim serupa Bumi

Venus kadang disebut sebagai ‘kembaran jahat’ Bumi. Dalam ukuran, komposisi dan lokasi orbit, neraka Venus sebenarnya planet termirip Bumi. Di awal sejarah Venus, para ilmuwan menduga dunia itu sangat mirip Bumi, dengan lautan dan iklim lebih dingin.

Namun, lebih dari beberapa miliar tahun, efek rumah kaca yang ada sangat berpengaruh. Venus sekitar sepertiga lebih dekat matahari dibanding Bumi. Karenanya, Venus mendapat sinar matahari dua kali lebih banyak. Panas ekstra ini menyebabkan penguapan hebat di awal permukaan air.

Pada akhirnya, uap air terperangkap panas yang lebih panas. Pemanasan lebih lanjut planet ini memicu penguapan yang lebih besar hingga akhirnya lautan pun mengering dan menghilang. “Mekanisme ini masuk akal dari Venus awal yang seperti Bumi menjadi Venus saat ini,” kata kurator Astrobiologi David Grinspoon di Denver Museum of Nature & Science.

Ilmuwan interdisipliner pada misi Venus Express, pesawat ruang angkasa yang mengorbit Venus sejak 2006, ini mencari tahu kapan persisnya dan bagaimana Venus menjadi ‘tungku’ untuk membantu pemodelan perubahan iklim Bumi dan menghindarkan Bumi dari nasib serupa Venus.



2. Atmosfer berotasi super

Venus memutari porosnya jauh lebih lambat dari Bumi. Alhasil, setahun di Venus serupa 243 hari di Bumi. Berdasar hal ini, diketahui angin di puncak awan Venus bisa mencapai 360 km/jam atau 60 kali kecepatan memutar planet.

Secara proporsional, jika angin serupa muncul di Bumi, angin awan khatulistiwa mencapai kecepatan menakjubkan, 9.650 km/ jam. Pendorong cepatnya rotasi Venus adalah energi sinar matahari, papar Grinspoon. Namun, cara kerja penuh fenomena ini tetap menjadi misteri.



3. Berputar terbalik

Saat dilihat dari kutub utara matahari, semua planet di tata surya mengorbit matahari dengan arah berlawanan dan semuanya hampir berputar searah sumbunya. Namun tidak untuk Venus. Planet kedua ini memiliki rotasi retrograde seperti Uranus.

Artinya, matahari terbit dari barat dan terbenam di timur di planet itu. Perputaran searah jarum jam ini mungkin hasil tabrakan kosmik awal dalam sejarah Venus.



4. Petir misterius

Petir dari awan Venus hingga kini masih menjadi pertanyaan terbuka. Meski pesawat ruang angkasa Venus Express telah ‘mendengar’ elektromagnetik statis yang secara karakteristik menghasilkan petir di Bumi, kamera belum pernah ‘menangkap’ petir ini, kata Grinspoon.

Cara terbentuknya petir ini juga masih misterius. Di Bumi, peran kunci dimainkan kristal es awan. Di Venus, pasokan bahan ini sangat sedikit dijumpai di atmosfernya yang sangat kering.



5. Kehidupan Alien di Venus?

Grinspoon mengakui adanya argumen masuk akal mengenai kehidupan Venus, bukan di permukaan planet yang super panas itu namun di awannya. Sekitar 50 km di atas awan seharusnya ada tempat yang bisa dihuni yang memiliki tekanan dan suhu seperti Bumi.

Untuk mendapat energi, makhluk mengambang menyerupai bakteri bisa menggunakan sinar matahari atau bahan kimia di awan. Tentunya, makhluk ini akan mentolerir asam sulfat. Di sisi lain, extremophiles di Bumi menunjukkan, kehidupan bisa berkembang di lingkungan paling keras sekalipun. “Sangat perlu menjelajah awan karena beragam alasan. Salah satunya kemungkinan keberadaan kehidupan eksotis ini,” tutup Grinspoon.



6. Perbandingan Planet, Matahari, Bintang, Nebula, Galaksi


Teleskop Hubble Tuntaskan Observasi ke-1 Juta

Pada tanggal 4 Juli kemarin teleskop Hubble melakukan penelitian terhadap kemungkinan air di sebuah atmosfir eksoplanet, menjadikannya sebagai observasi ke satu juta yang dilakukan oleh teleskop angkasa tersebut.

"Selama 21 tahun Hubble telah dijadikan pusat pengamatan sains utama, memberikan kita banyak gambar-gambar baru dan indah di bidang astronomi," ujar Charles Bolden, Administrator dari pihak NASA.

Seperti yang dikutip dari New Kerala, observasi ke satu juta yang dilakukan oleh Hubble adalah planet HAT-P-7b, sebuah planet gas raksasa yang lebih besar dari Jupiter, dan mengorbit pada bintang yang lebih panas dari Matahari kita.

HAT-P-7b yang dikenal dengan nama Kepler 2b, telah dipelajari oleh teleskop Kepler, sementara Hubble digunakan untuk menganalisis komposisi kimia dari atmosfir planet tersebut.

"Kami sedang mencari kemungkinan adanya air. Observasi ini cukup sulit, karena untuk mendapatkan hasilnya mungkin memakan waktu berbulan-bulan," ujar Drake Deming dari University of Maryland dan Godard Space Flight Center.

Deming juga menambahkan bahwa kemampuan Hubble sangat cocok dalam meneliti atmosfir eksoplanet. "Kami juga senang apabila penelitian tersebut berhasil diungkap," katanya.

Bintang Zombie, Pengukur Energi Gelap

Supernova adalah ledakan bintang yang menghasilkan cahaya terang di alam semesta. Salah satu supernova yang menarik untuk diteliti adalah supernova 1a. Ledakannya menghasilkan cahaya 1 miliar kali lebih terang dari Matahari. Uniknya, mengalami "kematian", supernova ini bisa "bangkit" dengan menghisap materi dari bintang "sahabat" dan karenanya disebut Bintang Zombie.
Bintang Zombie didapati di sistem bintang ganda dan merupakan hasil ledakan bintang katai putih (bintang yang ukurannya kecil). Biasanya, bintang katai putih yang membentuk supernova 1a memiliki massa yang sama dengan "sahabatnya", namun beberapa penemuan mengindikasikan adanya bintang dengan massa lebih besar meledak.
Andy Howell, astrofisikawan Las Cumbres Observatory Global Telescope Network (LCOGT), mengatakan, "Kemungkinan, ada dua bintang katai putih yang bersatu, jadi sistem bintang ganda. Ketika bersatu, mereka meledak."
Penemuan Bintang Zombie penting dalam astronomi. "Bintang-bintang Zombie ialah alat pengukur energi gelap. Mereka memiliki kecerlangan yang sama sehingga bisa dipakai untuk mengetahui jarak semesta," kata Howell seperti dikutip Universe Today.
Diketahui, energi gelap berkaitan dengan pengembangan semesta. Kecepatan semesta mengembang tidak konstan atau melambat karena pengaruh gravitasi seperti yang diperkirakan. Ada gaya yang justru menyebabkan pengembangan semakin cepat dan itulah yang disebut energi gelap.
Energi gelap diperkirakan menyusun 3/4 bagian semesta. "Itulah hasil yang sepertinya terindikasikan, bahwa energi gelap terdistribusi ke penjuru semesta. Energi gelap seperti menjadi ciri semesta padahal sebenarnya kita tidak yakin."
Karena Bintang Zombie memiliki kecerlangan yang sama, Howell mengatakan, 'Kita bisa menggunakan supernova 1a untuk mengupayakan pengukuran yang lebih baik." Langkah awalnya tentu saja adalah menemukan lebih banyak lagi supernova.
Howell mengatakan, langkah mengukur energi gelap bukanlah hal tak mungkin. "Kita sekarang memiliki kamera digital ukuran besar pada teleskop serta teleskop yang berukuran besar. Kita bisa survei langit yang luas secara reguler, menemukan supernova setiap hari," kata Howell.
Dalam publikasinya di Nature Communication, Howell menuliskan, "Dekade selanjutnya adalah waktu memahami setiap aspek supernova 1a, dari fisika ledakan hingga kegunaannya sebagai 'lilin' standard. Dengan pengetahuan ini mungkin akan datang kunci untuk mengungkap rahasia tergelap dari energi gelap."


Refrensi

Tata Surya Teraneh yang Pernah Ditemukan

Tim astronom yang salah satu anggotanya adalah Dr Gavin Ramsay dari Observatorium Armagh menemukan bukti adanya tata surya atau sistem keplanetan yang paling aneh. Dalam tata surya tersebut, dua planet raksasa mengitari bintang ganda bernama UZ For yang terdiri dari bintang katai merah dan katai putih.
Hasil observasi tim astronom itu dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society dengan judul "Possible detection of two giant extrasolar planets orbiting the eclipsing polar UZ Fornacis". Jika kelak terbukti kebenarannya, maka tata surya itu akan menjadi tata surya baru yang paling aneh.
Dalam sistem bintang ganda, dua bintang yang berpasangan akan mengitari satu sama lain. Bintang katai merah dan katai putih pada sistem UZ For juga mengalami hal serupa, dengan waktu revolusi hanya beberapa jam. Karena bintang satu akan melewati muka bintang lain, dan demikian sebaliknya, maka beberapa gerhana akan terjadi.
Sama seperti gerhana Matahari dan Bulan, gerhana yang terjadi pada sistem keplanetan tersebut sebenarnya bisa diperkirakan. Namun, dalam observasi, para astronom menemukan fakta bahwa gerhana kadang terjadi terlalu dini atau terlalu terlambat. Akhirnya, astronom berpendapat, ada dua planet yang mengitari bintang ganda itu, membuat gerhana seolah dini atau terlambat.
Berdasarkan perhitungan, dua planet yang mengitari bintang ganda itu setidaknya memiliki massa masing-masing 6 dan 8 kali Jupiter. Sementara itu, waktu yang diperlukan oleh planet untuk melakukan satu revolusi masing-masing 5 dan 16 tahun. Sistem keplanetan ini terlalu jauh untuk secara langsung dicitrakan.
Sistem bintang ganda menjadikan planet dalam sistem tersebut sangat tidak bisa dihuni. Bintang katai putih secara terus-menerus mencuri material dari permukaan bintang katai merah sehingga material seolah mengalir di angkasa bak sungai. Material itu kemudian terpanaskan hingga jutaan Kelvin, membanjiri sistem keplanetan dengan sinar-X yang mematikan.
Dengan fakta itu, maka tak perlu berharap adanya planet yang memiliki kehidupan di dalam sistem tersebut. Observasi bintang ganda dan dua planet yang kemungkinan mengitarinya itu dilakukan dengan Southern African Large Telescop (SALT) dan data hasil observasi selama 27 tahun dari beberapa observatorium.

Pesawat Terakhir Siap Diluncurkan

Pesawat ulang alik Atlantis, satu-satunya pesawat aktif yang dimiliki NASA saat ini, akan diluncurkan bulan depan, tepatnya Jumat, 8 Juli 2011. Pesawat itu rencananya akan diluncurkan pada pukul 11.26 EDT atau sekitar pukul 22.00 WIB.
Peluncuran tersebut akan menjadi misi pesawat ulang alik ke 135 sekaligus menjadi akhir karir Atlantis. Sebelumnya, pesawat ulang alik Discovery dan Endeavour juga telah mengakhiri karirnya, masing-masing pada tanggal 10 Maret 2011 dan 1 Juni 2011 lalu. Berakhirnya misi Atlantis nantinya sekaligus menjadi akhir misi penerbangan pesawat ulang alik AS.
Selanjutnya, penerbangan astronot ke International Space Station akan dititipkan pada pesawat Rusia. Tim astronot yang akan berangkat dengan Atlantis adalah komandan Christophe Fergusson, Pilot Douglas Hurley, serta spesialis misi Sandra Magnus dan Rex Walheim.
Saat ini, mereka sedang menjalani latihan di Launch Pad 39A, Kennedy Space Center NASA, Florida, AS. Misi Atlantis nantinya akan berlangsung selama 12 hari. Atlantis akan mengangkut 8000 pound (sekitar 4 ton) suku cadang dan bahan-bahan yang diperlukan astronot ke ISS.
Tim Atlantis juga akan melakukan tes kemungkinan melakukan pengisian ulang bahan bakar dengan bantuan robot. Hal paling menarik, selain membawa suku cadang, Alantis nantinya juga akan membawa dua unit iPhone 4 untuk pertama kalinya ke luar angkasa dalam rangka uji coba.
Berangkat dengan Atlantis, iPhone 4 ini nantinya akan pulang dengan pesawat Rusia, Soyuz, pada musim gugur tahun 2011. Sebuah aplikasi bernama SpaceLab for iOS telah ditanamkan pada iPhone 4 yang akan dikirim. Aplikasi yang juga bisa di-download di App Store dengan harga 0,99 dollar AS akan dipakai untuk membantu melakukan 4 eksperimen, disebut Limb Tracker, Sensor Cal, State Acuisition dan LFI. Limb tracker adalah eksperimen navigasi yang juga mencakup pengambilan gambar Bumi.
Eksperimen ini akan menghasilkan perkiraan ketinggian diukur dari permukaan Bumi dan sudut "off axis", pengukuran sudut gambar relatif terhadap pusat Bumi. Eksperimen lain disebut State Acuisition melibatkan penggunaan gyroscope dan accelerometer.
Sementara eksperimen lain adalah pengukuran efek radiasi yang ditimbulkan iPhone. Setelah semua misi berakhir, Atlantis akan pulang ke Bumi dan dikirim ke museum, seperti yang dialami Discoverydan Endeavour.

Pesawat Tanpa Sayap Terbang Secepat Jet

Firma asal Austria, Austrian Innovative Aeronautical Technology (IAT21) menunjukkan pesawat inovasi terbaru buatannya dalam ajang Paris Air Show.
Pesawat yang dinamai D-Dalus itu menarik karena didesain tak memiliki sayap maupun rotor, namun diklaim mampu terbang secepat jet dan tak banyak menimbulkan suara bising.
Mesin D-Dalus menggunakan 4 turbin yang berputar berlawanan untuk propulsi, masing-masing mencapai 2200 rpm. Tiap turbin memiliki sudut serangan yang berbeda yang menurut desainernya memungkinkan pendorong utama ditembakkan ke berbagai arah. Ini memungkinkan pesawat diluncurkan secara vertikal, melayang serta berotasi ke segala arah bahkan ke atas.
Dalam laman situsnya, IAT21 mengungkapkan bahwa pesawat ini memiliki sekian teknologi baru yang telah dipatenkan. Beberapa diantaranya adalah bola bebas gesekan pada G force dan sistem yang menjaga propulsi sehingga berada pada kondisi equilibrium sehingga sehingga memungkinkan untuk memulihkan stabilitas secara cepat saat terbang.
Sejauh ini, D-Dalus masih berupa prototipe. Prototipe yang dikembangkan selama 3 tahun itu memiliki turbin sepanjang 1,5 m dan bisa mengangkut muatan seberat 70 kg. D-Dalus telah menjalani tes awal dengan menggunakan mesin 120 bhp KTM dan uji terbang, tapi hanya di laboratorium dekat Salzburg.
D-Dalus sebenarnya didesain untuk mendukung aktivitas pencarian dan penyelamatan, pemantauan bencana dan pengintaian. Meski demikian, ada kemungkinkan untuk mengembangkannya menjadi pesawat pengangkut penumpang.
Saat ini, IAT21 tengah bekerjasama dengan Cranfiled University, Inggris untuk mengembangkan pesawat dengan motor lebih kuat, lambung lebih besar, sistem kontrol yang lebih baik serta mengupayakan sertifikat terbang. 

NASA Siapkan Misi ke Mars

NASA akan kembali meluncurkan pesawat ulang-alik ke planet Mars pada musim gugur mendatang. Pesawat itu sudah tiba di Florida untuk menjalani ujicoba terakhir.

Sebuah pesawat kargo C-17 yang membawa pesawat ulang-alik itu berangkat dari markas Angkatan udara di California dan tiba di Florida Rabu waktu malam waktu setempat.

Para insinyur NASA akan menghabiskan beberapa bulan ke depan untuk memastikan pesawat ini siap diluncurkan November nanti. Demikian dilansir Straits Times.

Pesawat senilai USD2,5 miliar ini sebenarnya direncanakan meluncur pada 2009 lalu. Sayangnya, NASA mengalami hambatan ketika mempersiapkan misi itu dan terpaksa menunda peluncuran pesawat.

Curiousity, nama pesawat itu, direncanakan mendarat di permukaan Mars pada Agustus 2012. NASA berharap Curiousity bisa membantu mereka mempelajari apakah lingkungan planet merah bisa mendukung kehidupan mikroba.

Misi ini ditangani oleh Jet Propulsion Laboratory NASA, yang sebelumnya dikenal sebagai Mars Science Laboratory.

Rekor Untuk Pesawat Antariksa Jepang

Pesawat tanpa awak Hayabusa milik Jepang dianugerahi Guinness World Record sebagai pesawat antariksa pertama yang kembali ke Bumi membawa material dari asteroid. Misi Hayabusa cukup sukses meski tidak berjalan mulus, dihiasi berbagai kemalangan dan keberuntungan.
Tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2003, Hayabusa harus menghadapi suar surya (solar flare) terbesar yang pernah terjadi. Saat itu matahari melepaskan energi yang sangat besar ke luar angkasa. Suar "menembakkan" awan elektron, ion, dan atom melewati korona menuju angkasa. Akibat radiasi yang dihasilkan suar surya tersebut, panel surya milik Hayabusa rusak, mengurangi pasokan energi ke mesin.
Meskipun demikian, Hayabusa tetap berhasil tiba di asteroid Itokata, asteroid selebar 500 meter dan berbentuk seperti kentang, pada tahun 2005. Ketibaan di asteroid tipe S tersebut terlambat dua bulan dari jadwal.
Saat mendekat ke asteroid, Hayabusa semestinya menjatuhkan robot kecil untuk mendarat di permukaan asteroid. Sayangnya, saat pelepasan robot, sistem penghitungan jarak menyebabkan Hayabusa menjauh dari asteroid. Robot tidak berhasil dijatuhkan ke asteroid dan melayang-layang di angkasa.
Pengendali misi Hayabusa akhirnya tetap mendarat di asteroid. Akan tetapi, alat yang seharusnya mengumpulkan debu di asteroid gagal bekerja dan alat yang seharusnya menembak debu di asteroid agar terangkat dan dikumpulkan oleh pengumpul debu gagal menjalankan tugas.
Badan antariksa Jepang JAXA tetap optimis. Misi Hayabusa tetap dilanjutkan. Pesawat tersebut dibawa pulang dengan harapan membawa debu yang terselip di badan pesawat.
Meskipun harus menghadapi masalah lain lagi--termasuk kebocoran bahan bakar, gagalnya alat pendorong, serta putusnya komunikasi--Hayabusa berhasil kembali ke Bumi pada 13 juni 2010, 3 tahun terlambat dari jadwal. Pesawat terbakar di atmosfer di atas Australia dan kapsul pembawa sampel berhasil mendarat dengan selamat. Berita yang paling menggembirakan: kapsul benar-benar mengandung partikel debu dari asteroid Itokawa.
Setahun setelah itu, Guiness World Records memberikan penghargaan kepada Hayabusa yang menempuh 6 miliar mil dalam perjalanan 7 tahun.

Iran Akan Kirim Monyet ke Luar Angkasa

Iran berencana mengirimkan monyet ke luar angkasa dalam waktu dekat. Rencana tersebut diungkapkan oleh pejabat tertinggi dalam bidang antariksa di Iran. Penerbangan rencananya akan dilakukan di antara 23 Juli 2011 hingga 23 Agustus 2011.
Kapsul seberat 285 kilogram akan membawa seekor monyet ke ketinggian 120 kilometer. Peluncuran akan dilakukan menggunakan roket Kavoshgar-5. "Pengiriman ini langkah awal sebelum mengirimkan manusia pada 2020," kata Hamid Fazeli, kepala Space Organization.
Iran pernah mengirimkan hewan-hewan kecil, seperti tikus, kura-kura, dan cacing, bersama roket Kavoshgar 3 pada tahun 2010.
Peluncuran roket Kavoshgar-5 ini dilakukan setelah pengiriman satelit Rassad-1 ke ketinggian 260 kilometer di atas Bumi. Satelit yang mengorbit bumi 15 kali dalam waktu 24 jam tersebut digunakan untuk mengambil foto planet dan mengirimkan gambar.
Pengiriman satelit oleh Iran-pertama kali pada 2009-menjadi perhatian negara-negara Barat. Mereka khawatir Iran menggunakan proyek luar angkasa dalam rangka mengembangkan senjata nuklir. Tapi, Teheran memastikan tidak ada agenda yang berkaitan dengan nuklir dan ambisi militer berkedok sains.

Lubang Hitam Pemakan Bintang Mengirimkan Cahaya

Sinar gamma terang terlihat datang dari galaksi berjarak hingga empat miliar tahun cahaya, Maret lalu. Ahli astronomi Amerika Serikat mengklaim cahaya itu datang dari bintang seukuran matahari yang tengah 'dimakan' oleh sebuah lubang hitam.

Energi dari ledakan dahsyat itu terus diamati selama dua setengah bulan berikutnya.
"Ini benar-benar berbeda dari peristiwa ledakan yang pernah kita amati sebelumnya," ujar salah satu peneliti Joshua Bloom sebagaimana dikutip Straits Times.

Cahaya dari konstelasi Draco tertangkap secara cepat oleh satelit Swift milik NASA, yang berupaya mengungkap misteri ledakan kuat di alam semesta yang dikenal sebagai ledakan sinar gamma. Beberapa hari kemudian, Dr Bloom menginformasikan para koleganya bahwa ledakan itu "mungkin saja bukan ledakan sinar gamma sama sekali."

Pernyataan Bloom ikut diperkuat oleh penganatan lebih dekat data dari satelit maupun observasi oleh teleskop Hubble Space dan Chandra X-ray. Ternyata ledakan itu berasal dari sebuah bintang dengan ukuran yang hampir sama dengan matahari sedang 'ditelan' di galaksi sejauh 3.8 milar tahun cahaya.

"Kami pikir kejadian ini terdekteksi ketika peristiwa itu menghasilkan cahaya paling terang. Dan jika benar sebuah bintang tengah dicabik-cabik oleh lubang hitam raksasa, kami rasa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi di galaksi ini," ujar Bloom.

Energi yang muncul dari sinar gamma yang disebut Sw 1644+57 itu diperkirakan muncul pada tanggal 24 atau 25 Maret lalu, masih memancarkan cahaya. Namun cahaya itu diperkirakan memudar secara perlahan hingga 2012 mendatang.

Bloom menyimpulkan, "Ledakan ini menghasilkan sejumlah energi besar dalam periode yang cukup lama. Dan kejadian seperti ini masih terus berlangsung hingga dua setengah bulan berikutnya. Karena ketika lubang hitam raksasa menyobek bintang itu, massa di sekelilingnya berputar seperti air yang mengalir ke lubang pembuangan. Dan proses perputaran ini melepaskan banyak energi."

Jupiter Menyapa, Bulan Masih Merona

Momen gerhana bulan total yang terjadi Kamis (16/6/2011) dini hari tadi istimewa sebab totalitasnya merupakan salah satu yang terpanjang dalam kurun waktu 100 tahun terakhir. Berdasarkan perkiraan NASA, totalitas berlangsung selama 100 menit dan bisa disaksikan hingga pukul 04.05 WIB tadi.

Bagi yang langsung tidur atau pulang satelah puncak gerhana, mereka patut menyesal. Pasalnya menjelang pukul 05.00 WIB, Jupiter pun menampakkan dirinya menyapa Bulan yang masih saja merona. Bila dilihat lebih detail, satelit planet terbesar tata surya itu pun bisa terlihat.

"Tuh ada Jupiter. Bagi yang bosan ngamat Bulan, bisa lihat Jupiter," kata Muhammad Rayhan, koordinator Himpunan Astronom Amatir Jakarta yang memfasilitasi pengamatan di Planetarium Taman Ismail Marzuki dengan menyediakan 5 teleskop. Ratusan orang memadati sejak sebelum tengah malam dan usai puncak gerhana sekitar pukul 02.30 WIB, mereka pun pulang.

Jupiter juga teramati oleh astronom amatir Ma'rufin Sudibyo yang melakukan pengamatan dari RS PKU Muhammadyah Gombong. "Saya juga lihat Jupiter tadi," ungkapnya.

Ia juga mengaku melihat Planet Venus walaupun hanya samar-samar. Dalam pengamatan, Jupiter berada di timur. Planet tersebut tampak berwarna putih dan berukuran kecil. Di dekatnya, tampak ada bintik kecil yang menunjukkan satelitnya.

Jupiter sebenarnya memiliki cincin namun tak terlihat karena sangat tipis. Momen Jupiter yang menyapa saat gerhana boleh jadi sebuah momen langka. Untuk gerhananya sendiri, bila terlewat, masih ada satu kesempatan menyaksikan di bulan Desember 2011. Boleh jadi ini gerhana paling romantis sebab akan terjadi di malam Minggu

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More