Video Mobil Presiden Obama Tersangkut Polisi Tidur
Makan Malam 1 Triliun, Bos Facebook, Google, Apple, Twitter dan Obama

Saat Orang-Orang Terkaya Berkumpul Dalam Acara Makan: Siapakah Yang Akan Membayar Tagihannya? Dari kiri ke kanan (searah jarum jam) Eric Schmidt, Arthur D Levinson, T John Chambers, John Doerr, Larry Ellison, Reed Hastings, John L Hennessy, Carol Bartz, Dick Costolo, Mark Zuckerberg, Barack Obama, Steve Jobs
Mereka yang terbilang masuk dalam para juragan dari Silicone Valley ini berkumpul di markas John Doerr kapitalis lembah silikon yang terkenal dengan jagoan para master IT tersebut. Mereka bersama Obama makan malam selama 2 jam mungkin saja pendekatan sang presiden yang tahun depan nyalon lagi ini, betapa tidak yang berkumpul ini adalah penguasa jagat maya yang sangat berpengaruh di dunia.
Apa menu favorit di jamuan makan malam tersebut, Chef Yigit Pura menuturkan Pie Pisang Krim, sang Presiden pun terlihat begitu menikmatinya. Seperti dikutip ruanghati.com dari Mail Online dalam dinner tersebut ada yang agak beda, yaitu penampilan bos Facebook, Mark Zuckerberg yang biasanya casual malam itu tampil secara formal alias necis.
Siapa yang mau bergabung di makan malam selanjutnya, mesti jadi kaya dan berpengaruh dulu syaratnya
Berikut detil tamu undangan yang hadir:
Eric Schmidt
Pemilik Google
Kekayaan US$7 Miliar
Penilaian pasar Google US$171,8 Miliar
Dalam masa sepuluh tahun, Schmidt membuat Google bertransformasi menjadi raksasa internet global yang seperti sekarang ini. Ia mengundurkan diri sebagai CEO bulan lalu dan kini menjadi anggota Presiden Dewan Penasehat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Arthur D Levinson
Pemimpin Genentech
Kekayaan US$850.000 pada tahun 2010
Penilaian pasar Genentech US$46.8
Didirikan pada tahun 1976, Genentech (sekarang dimiliki oleh Roche) memelopori menggunakan informasi genetik manusia untuk mengembangkan obat-obatan, termasuk pengobatan kanker. Levinson mengundurkan diri sebagai CEO di tahun 2009, dan sekarang duduk di dewan direksi Apple.
T John Chambers
CEO, Cisco Systems
Senilai US$1 miliar
Penilaian pasar Cisco US$96 miliar
John Doerr
Mitra, Kleiner Perkins Caufield & Byers
Kekayaan US$2,2 miliar
Tuan rumah pada saat itu, Doerr adalah investor teknologi. Kembali di tahun 1999, KPCB memimpin investasi US$25 juta. KPCB telah berpartisipasi dalam lebih dari US$2,3 miliar investasi sejak Mei 2010.
Larry Ellison
CEO, Oracle
Kekayaan US$39,5 miliar
Penilaian pasar Oracle US$177,6 miliar
Orang terkaya kelima di dunia saat ini, Ellison mendirikan Oracle pada tahun 1977.
Reed Hastings
Co-founder dan CEO, Netflix
Kekayaan US$5.5 juta pada tahun 2010
Penilaian pasar Netflix US$12 miliar
Pada tahun 1997 bersama Hastings-mendirikan Netflix, layanan berlangganan online untuk film dan TV yang kini memiliki lebih dari 20 juta anggota di Amerika Utara. Dia pernah mengajar matematika di Swaziland selama bertugas dua tahun di AS Peace Corps.
John L Hennessy
Presiden, Universitas Stanford
Kekayaan US$31,4 juta
Stanford US$15,9 miliar
Terletak di jantung Silicon Valley, Stanford memiliki asosiasi lama dengan perusahaan teknologi di daerah itu, banyak dari para pendiri (termasuk Google, Cisco Systems, Hewlett-Packard dan Yahoo!) lulus melalui universitas tersebut.
Carol Bartz
CEO, Yahoo!
Kekayaan US$47,2 juta pada 2009
Penilaian pasar Yahoo! US$ 23,7 miliar
Bartz, yang bergabung dengan Yahoo pada tahun 2009, memegang kehormatan dalam puncak daftar dari 2.010 eksekutif dengan bayaran tertinggi untuk menjalankan perusahaan berkinerja buruk. Meskipun Yahoo! tetap merek internet global, namun masih dianggap dalam kemunduran.
Dick Costolo
CEO, Twitter
Kekayaan US$120 juta
Penilaian pasar Twitter US$3,7 miliar
Costolo menjual FeedBurner (penyedia alat manajemen untuk pemilik situs web) untuk Google pada tahun 2007 yang diisukan senilai US$100 juta. Tahun lalu ia mengambil alih sebagai CEO Twitter.
Mark Zuckerberg
CEO, Facebook
Worth US$135 miliar
Penilaian pasar Facebook US$50 miliar
Zuckerberg ‘berusaha’ untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih terbuka dengan membantu orang terhubung dan berbagi’, sesuai dengan profil Facebook-nya sendiri. Untungnya untuk dia, dia menjadi kaya raya dalam proses tersebut.
Steve Westly
Pengelola dan pendiri, Grup Westly
Senilai US$500 juta
Seorang pendukung Partai Demokrat, kapitalis ventura Westly menjabat sebagai kursi co California untuk tahun 2008 dalam kampanye pemilihan presiden Obama. Grup Westly telah berpartisipasi dalam lebih dari US$ 178 miliar investasi sejak April 2010.
Barack Obama
Presiden, Amerika Serikat
Kekayaan US$10.5 juta
Produk Domestik Bruto (PDB) USA US$14,7 Triliun
Obama terkenal karena cintanya terhadap teknologi, dia merangkul media sosial dalam kampanye pemilihan, dan dikabarkan dihadiahi iPad, dua bulan sebelum mereka mulai dijual. ajudan Nya Valerie Jarrett juga menghadiri makan malam (duduk di sebelah kanan Zuckerberg).
Ann Doerr
Nyonya rumah, sebagai istri dari John Doerr, dan tidak asing dengan teknologi, memegang sarjana dan gelar master dalam rekayasa elektronika. Seorang aktivis lingkungan, ia bekerja bersama suaminya dalam upaya filantropi-nya.
Steve Jobs
Co-founder dan CEO, Apple
Kekayaan US$ 8,3 miliar
Penilaian pasar Apple US$ 323,3 miliar
Jobs telah mengubah industri teknologi beberapa kali. Setelah merintis tahun pertama di Apple, dia meninggalkan perusahaan untuk mendirikan NeXT (yang menciptakan mesin di mana web ini dikembangkan), sebelum kembali ke ujung tombak ‘iRevolution’.
sumber
Sejarah Pemanfaatan Situation Room Oleh Presiden Amerika
Pete Souza / White House / Time Life Pictures / Getty Images
Presiden Ronald Reagan bertemu dengan Vice Chairman of the Joint Chiefs of Staff, General Robert T. Herres (atas kanan) dan Sekretaris Pertahanan Caspar Weinberger mendiskusikan kondisi US missile frigate Stark 1 Mei 1987.
Presiden Bill Clinton melakukan telekonferensi dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela di ruang situasi 22 February 2000. Clinton menawarkan melanjutkan bantuan Amerika untuk bantuan perdamaian kepada Burundi dan dikutip oleh AlgoritmaNews dari overfame.
Presiden George W. Bush berbicara dengan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki melalui videoconference dari Situation Room di Gedung Putih, 4 January 2007.
Telepon kabin kedap suara dan aman, dikenal dengan nama “Superman tube” terlihat di White House Situation Room compleks di ruang bawah tanah the West Wing of the White House, 18 Mei 2007. Kompleks tersebut lalu di renovasi tahun 2007, baik luasnya maupun teknologinya terus diperbaiki
Presiden dan staff senior menggunakan ruangan tangga 18 Mei 2007, untuk pertemuan rutin dengan National Security Council dan berbicara dengan saluran videoconference aman. Selama keadaan darurat, Situation room berubah menjadi pusat management krisis.
Presiden Barack Obama berbicara dengan anggota national security team untuk mendiskusikan masalah penyergapan Osama bin Laden, di Situation Room of the White House, 1 Mei 2011.
6 Orang Dari Berbagai Penjuru Dunia yang Mirip Obama
Berikut adalah beberapa orang yang mengaku dan diakukan sebagai orang yang mirip dengan Obama dari berbagai belahan penjuru dunia.

TV Salah Tulis Osama Menjadi Obama
Osama dan Obama memang sangat mirip, hanya beda satu abjad. Wajar bila mengucapkan atau menuliskannya sering keseleo. Kemiripan ini membuat sejumlah media massa — yang buru-buru mengabarkan berita akbar ini — salah tulis. Maksud hati Osama is dead, namun yang tertulis justru Obama is dead!
Kabar tewasnya Osama beredar cepat di situs berita sejumlah media massa AS, Senin (2/5/2011) lalu disambung sejumlah stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan breaking news.
Nah, karena kemiripan nama Osama dan Obama itu, sejumlah televisi pun melakukan kesalahan fatal. Maksud hati ingin menulis Osama, namun karena salah ketik, justru yang tertulis nama Obama.
Kesalahan pengetikan ini terjadi di televisi AS Fox News. Saat penyiar membacakan berita tewasnya Osama, di layar justru tertulis ‘Obama Bin Laden Dead’. Foto yang sempat diambil sejumlah pemirsa itu pun beredar di twitter dan menjadi olok-olok. Hingga kemudian tulisan itu diralat menjadi tulisan yang benar yakni ‘Osama Bin Laden Dead’.
Kecelakaan sebut karena buru-buru mengabarkan juga dilakukan oleh koresponsen MSNBC Norah O’Donnel. Dia menulis di Twitter bahwa ‘Obama’ telah terbunuh.
“Obama tertembak dan tewas,” tulis Norah O’Donnel di Twitter, mengutip kepala koresponden NBC di Pentagon, Jim Miklaszewski, sebagai sumbernya.
Rupanya hal ini bukan saja terjadi di media AS, di Indonesia pun demikian. Sebuah televisi nasional menyelenggarakan siaran breaking news saat kabar Osama tewas. Namun kesalahan penulisan terjadi. Di layar tertulis ‘AS Pastikan Obama Tewas’. Sempat bertahan beberapa saat, redaksi televisi tersebut segera mengganti kesalahan ketik itu.
Namun tak urung sejumlah pemirsa sempat mengambil gambar kesalahan ketik itu. Gambarnya pun ramai diperbincangkan di twitter.
sumber : Lintasblog
Pastikan Tewasnya Osama, 'Obama' Jejali YouTube
Kabar kematian Osama bin Laden bukan kali ini saja bikin geger. Alhasil, ketika kabar ini kembali menggaung hari ini, masih banyak orang yang tidak yakin.
"Ah, paling hoax lagi," ujar seorang pengguna internet kepada detikINET.
Ungkapan rasa tidak percaya ini tentu tidak saja dialami satu dua orang, namun masih banyak lagi. Dan untuk menjernihkan kabar ini, pernyataan resmi Presiden Amerika Serikat Barack Obama datang memberi kepastian.
Pidato singkat Obama terkait tewasnya Osama bin Laden tak hanya mewarnai televisi-televisi di seluruh dunia, tapi juga menjejali situs berbagi video YouTube.
Pernyataan Obama ini jelas begitu penting untuk memastikan kabar yang marak beredar di berbagai corong media tersebut. Alhasil, pemirsa YouTube tak butuh waktu lama untuk mengupload pernyataan Obama ke YouTube.
Sekelebat setelah Obama menyampaikan pidatonya, seketika itu pula deretan video yang menampilkan Obama untuk memastikan kematian Osama bermunculan di YouTube.
Di antara video yang muncul antara lain berjudul 'PRESIDENT OBAMA SPEECH - OSAMA BIN LADIN IS DEAD', 'Obamas Speech on Osama Bin Laden's Death', 'Barack Obama's Speech On Osama Bin Laden's Death May 1st 2011', 'OSAMA BIN LADEN DEAD - SPEECH BY PRESIDENT OBAMA' dan masih banyak lagi.
Sebelumnya, dalam pidatonya di Gedung Putih, Obama menyampaikan bahwa pasukan AS telah menewaskan Osama yang telah bertahun-tahun diburu Angkatan Bersenjata AS.
Dikatakan Presiden AS ke-44 itu, pada Agustus lalu, pejabat intelijen AS mendapatkan informasi mengenai keberadaan Osama yang kemudian mendorong adanya operasi yang puncaknya terjadi pada Minggu kemarin dengan kematian Osama.
"Dan akhirnya, pekan lalu, saya putuskan bahwa saya telah mendapatkan intelijen yang cukup untuk bertindak dan memerintahkan operasi untuk menangkap Osama bin Laden dan mengadilinya," kata Obama dalam pidatonya di Gedung Putih.
Obama: Libya Tak Akan seperti Irak







