AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Peneliti. Show all posts
Showing posts with label Peneliti. Show all posts

Membuat Sel Surya di Atas Kertas

Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology berhasil menciptakan teknologi pembuatan panel surya yang bisa dicetak di selembar kertas. Perkembangan ini membuat pembuatan panel surya lebih murah dan mudah.
Panel surya dari kertas ini cukup kuat walaupun telah dilipat menjadi mainan pesawat terbang. Selain itu, panel surya yang fleksibel tersebut dapat diisi ulang saat terkena cahaya matahari.
Proses pencetakan menggunakan uap, bukan cairan. Penggunaan suhu kurang dari 120 derajat Celsius memungkinkan penggunaan kertas, plastik, atau kain biasa sebagai wadah panel surya.
Peneliti mengatakan, "Panel dari kertas ini menjadi sebuah terobosan yang dapat mengurangi biaya produksi dalam pembuatan panel surya. Biayanya hampir seperseribu biaya panel yang terbuat dari kaca."
Peneliti mengatakan, sel surya yang dicetak di atas kertas ini masih dalam tahap uji coba, efisiensinya masih sekitar 1 persen.
Profesor Teknik Elektro Vladimir Bulovic yang turut serta dalam penelitian ini mengatakan, walaupun efisiensi masih sangat kecil, panel ini sudah bisa menggerakkan alat-alat kecil. "Saya yakin, dalam waktu dekat kami akan menyempurnakan panel surya fleksibel ini," ujarnya.





Refrensi

Ilmuwan Temukan Gen Werewolf Pada Manusia

Ilmuwan telah menemukan sebuah mutasi genetika yang menyebabkan tumbuhnya rambut lebat pada muka dan tubuh manusia.

Hypertrichosis, atau disebut 'Werewolf Syndrome' adalah sebuah kasus langka yang tercatat hanya ada 100 kejadian tercatat di seluruh dunia. Peneliti tahu bahwa kelainan yang menurun di keluarga, dan pada tahun 1995 mereka berhasil melacak lokasi mutasi tersebut ke kromosom X (salah satu dua kromosom kelamin) pada sebuah keluarga Meksiko yang terkena hypertrichosis.

Seperti yang dikutip dari Fox News, pria yang terkena sindrom tersebut memiliki bulu lebat yang menutupi wajah, sementara memiliki bulu yang lebat pada tubuh mereka. Pada bulan Maret 2011, seorang gadis asal Thailand dengan sindrom tercatat di Guinness Book of World Records sebagai anak dengan bulu terlebat.

Xue Zhang, seorang profesor genetika kedokteran dari Peking Union Medical College, menguji sebuah keluarga dan menemukan kelebihan kromosom X. Kelebihan gen tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan rambut yang pesat.

"Akan tetapi faktor lain mungkin juga adalah gen SOX3, yang juga berperan dalam pertumbuhan rambut pada manusia," ungkap Pragna Patel dari University of Southern California.

"Gen ini diharapkan ke depannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal positif, seperti pencegahan kebotakan di kepala," tambahnya.

Penelitian ini ada di jurnal American Journal of Human Genetics edisi bulan Juni 2011.

Astronom Tangkap Citra 20 Juta Bintang

Astronom amatir Nick Risinger (28) boleh dikatakan nekat. Ia berhenti dari pekerjaannya sebagai marketing director di sebuah perusahaan di Seattle, Amerika Serikat, dan memutuskan berkelana menemukan tempat terbaik untuk memotret langit dengan jutaan bintangnya.

Namun, kenekatannya patut diacungi jempol. Ia berhasil memotret 37.440 citra langit yang kemudian disatukan menjadi citra interaktif 360 derajat yang menakjubkan. Citra beresolusi 5.000 megapiksel itu menggambarkan galaksi Bimasakti dan lebih dari 20 juta bintang.

Untuk memotretnya, Risinger berkelana ke wilayah terpencil di bagian barat Amerika Serikat dan Afrika Selatan. Risinger membagi langit menjadi 624 wilayah dan memotret tiap bagian itu. Ia merencanakan pemotretan saat mulai Bulan baru ketika langit benar-benar gelap.

Agar memperoleh gambar tajam, Risinger menggunakan enam kamera pada tripod yang menyesuaikan dengan gerak rotasi Bumi. Bila banyak citra untuk kepentingan ilmiah menggunakan warna merah dan biru, Risinger menambahkan warna hijau untuk meningkatkan kedalaman gambar.

Menyelesaikan petualangannya pada Januari lalu, risinger mulai menyatukan gambar. Dengan software di komputernya, ia mengenali setiap frame foto dan memadukannya. Ia menyelesaikannya proyek "gila" itu dua minggu lalu, mem-posting gambarnya di situs web-nya, skysurvey.org.

Risinger mengatakan, "Ini bukanlah gambar yang bisa digunakan secara ilmiah. Ini adalah untuk apresiasi dan edukasi." Ia menambahkan, tujuan misinya bukanlah untuk uang, melainkan ia berharap bisa menjual versi cetak fotonya agar web yang dikelolanya tetap running.

Hingga saat ini jutaan orang telah mengakses foto di skysurvey.org. Di situs web-nya terdapat pula tawaran memberikan donasi sehingga proyek yang dijalankan Risinger terus berjalan dan lebih banyak lagi foto langit bisa dipublikasikan.

Kingdom Makhluk Hidup Baru Ditemukan

Ilmuwan dari Inggris menemukan jenis makhluk hidup mikroskopis serupa jamur. Meski mirip, ilmuwan mengatakan bahwa makhluk hidup tersebut bisa jadi merupakan kingdom makhluk hidup baru, di luar Fungi atau Jamur, Mikroba, Tumbuhan, dan Hewan.

Para ilmuwan memberi nama "cryptomycota" pada makhluk hidup yang diduga kingdom baru itu, berarti "yang tersembunyi dari kingdom Fungi". Diketahui, Cryptomycota memiliki 3 fase hidup, sebagai parasit alga, organisme mandiri yang mencari makanan dan masa dormansi.

Dugaan kindom baru diawali dari hasil analisa genetika molekuler beberapa spesies yang dibawa ilmuwan dari lapangan. Ilmuwan menemukan bagian DNA yang terkait dengan jamur dan bagian lain yang menunjukkan perbedaan yang jelas dengan jamur.

Analisa karakteristik sel juga membuktikan perbedaan Cryptomycota dengan Jamur. Selain memiliki membran sel, spesies yang termasuk dalam kingdom jamur memiliki dinding sel. Tapi, analisa histologis membuktikan bahwa Cryptomycota tak memiliki dinding sel.

Saat ini, ilmuwan memang baru menemukan 10 persen dari seluruh spesies jamur yang ada, tapi seluruh sub grup jamur sebenarnya sudah ditemukan. Hal ini membuat beberapa ilmuwan yakin bahwa Cryptomycota adalah kingdom makhluk hidup baru.

"Ini akan menjadi menarik dengan kontroversi yang nanti akan muncul. Apakah ini merupakan jamur atau bukan?" kata Tim James, ilmuwan dari University of Michigan. Penemuan ini menurutnya mengejutkan karena mampu mengusik taksonomi jamur.

Untuk membuktikannya, serangkaian penelitian harus dilakukan. Langkah pertama adalah berupaya menumbuhkan Cryptomycota di laboratorium sehingga mudah dipelajari. Bila terbukti spesies baru, siswa sekolah menengah harus bersiap dengan tambahan materi di pelajaran Biologi.

Ditemukan, Reruntuhan Terbaru Tembok Besar China

Para arkeolog telah menemukan reruntuhan terbaru bekas Tembok Besar China di wilayah pegunungan timur laut China.

"Arkeolog telah menemukan bongkahan bebatuan bekas bagian Tembok Besar China di pegunungan wilayah Suizhong, provinsi Liaoning," ujar kantor berita Xinhua. Demikian seperti yang dikutip dari AFP.

"Bagian dari tembok tersebut telah dibangun ulang pada masa pemerintahan Dinasti Ming (1368-1644), namun beberapa bagian penting telah rusak termakan waktu," tambahnya.

Sebelumnya para petani lokal tidak tahu kalau bebatuan tersebut adalah bagian dari Tembok Besar China, bahkan ada yang menggunakannya sebagai bahan bangunan rumah mereka. Untuk menjaga situs tersebut, pihak berwenang tidak menyebutkan secara rinci lokasinya.

Tembok Besar China dibangun kurang lebih 2 ribu tahun yang lalu untuk mencegah masuknya suku-suku nomad dari wilayah utara. Sampai sekarang tembok tersebut masih kokoh berdiri, meski sudah dibangun ulang berulangkali.

Tembok tersebut di jaman modern ini beberapa kali bagiannya harus dihancurkan, untuk membangun jalan dan keperluan pembangunan lainnya.

Ilmuwan Temukan Fosil Semut Raksasa

Para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) telah menemukan fosil spesies semut terbesar yang pernah hidup di Bumi.

Ukuran semut tersebut adalah sekira 5 cm dan diduga hidup sekira 50 juta tahun lalu. Demikian seperti yang dikutip dari ABC News.

Bagaimana semut raksasa tersebut hidup dan apa yang dimakan, sampai saat ini belum diketahui, namun tak terbantahkan kalau fosil bernama Titanomyrma Lubei adalah spesimen yang impresif.

Titanomyrma Lubei adalah fosil semut terbesar, dengan berat sama seperti burung ukuran kecil. Bagian belakang semut ini juga berundak-undak seperti lebah.

Fosil semut raksasa ini sama dengan fosil yang ditemukan di Eropa, yang juga berasal dari jaman Eocene Epoch, sekira 50 juta tahun silam.

Benua Eropa dan Amerika Utara jaraknya berdekatan pada 50 juta yang lalu. Para ilmuwan mengatakan kalau semut tersebut menjelajah dari satu benua ke benua lainnya melalui pulau yang dulunya ada di sekitar wilayah tersebut.

Dahsyat.. Peneliti Jepang Berhasil Membuat Retina

Peneliti dari Jepang berhasil membuat retina dari sel induk embrio tikus. Menurut para peneliti di RIKEN Center for Developmental Biology, Kobe, Jepang, retina merupakan jaringan biologis terumit yang pernah mereka buat.

Jaringan yang dikembangkan tidak sekadar retina, tetapi lengkap dengan cawan optik, organ dua lapis yang terdiri dari retina dan lapisan luar sel berpigmen yang menyediakan nutrisi dan menyokong retina serta sel yang sensitif terhadap cahaya. Sel yang terakhir disebut mengirimkan informasi ke otak.

Sains : Peneliti IPB Produksi Biodisel dari Limbah

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor berhasil membuat rancangan sistem produksi mikroalga sebagai bahan baku biodiesel dengan memanfaatkan limbah cair agroindustri dari industri peternakan, rumah pemotongan hewan dan industri gula.

Mikroalga sangat potensial dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel, kata peneliti Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Suprihatin di Bogor, Jawa Barat, Kamis, yang melakukan penelitian tersebut bersama rekannya Dr Muhammad Romli dan Ir Andes Ismayana, MT.

Peneliti Klaim Temukan Cara Buat Mesin Waktu

Peneliti yakin bahwa manusia bisa mengirim pesan ke masa lalu dan masa depan.

Rahasia mesin waktu ternyata telah dapat terpecahkan. Setidaknya klaim ini diyakini oleh fisikawan dari Vanderbilt University, yakni Profesor  Thomas Weiler dan rekannya Chui Man Ho.

Seperti dilansir dari situs LiveScience, kedua peneliti ini yakin bahwa mesin pemecah partikel terbesar, Large Hadron Collider (LHC) yang terletak di bawah tanah daerah Jenewa, bisa mendukung terciptanya mesin waktu.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More