AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Pesawat. Show all posts
Showing posts with label Pesawat. Show all posts

Pesawat Atlantis Terakhir Tiba di ISS

Atlantis secara dramatis mendarat di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dua hari setelah peledakan dalam perjalanan bersejarah pesawat terakhir NASA.

Menulis bab terakhir mengenai sebuah cerita 30 tahun kemenangan dan tragedi yang dialami NASA selama ini, akan selesai dengan berhasilnya pesawat terakhir merapat di ISS. Astronot menghabiskan sebagian besar hari pertama mereka di orbit pesawat ruang angkasa untuk memeriksa apakan ada kerusakan dari peluncuran pada Jumat lalu.

Atlantis sekarang akan melanjutkan misinya untuk memberikan lebih dari empat ton persediaan dan suku cadang ke ISS serta membersihkan sampah dan mengambil sebuah pompa yang rusak untuk nantinya dibawa kembali ke Bumi untuk diperiksa. Awak Atlantis akan memberikan satu tahun pasokan penting ke Stasiun Antariksa Internasional dan kembali dengan membawa sampah sebanyak mungkin. Pesawat ini dijadwalkan pulang pada 20 Juli setelah 12 hari di orbit. Demikian seperti dikutip Daily Mail.

Ini perjalanan terakhir dengan Atlantis dan waktunya dapat diregangkan hingga 13 hari jika daya yang cukup dapat dilestarikan. Cuaca memungkinkan, pesawat akan kembali ke Kennedy Space Center, di mana ia akan dipajang untuk publik. Sebelumnya Discovery dan Endeavour sudah pensiun lebih awal dan sedang disiapkan untuk museum di seluruh negeri.

Kemarin pagi, para astronot terbangun pukul 03:59 pagi dengan mendengarkan lagu Viva la Vida dari Coldplay. Lagu tersebut didedikasikan untuk pilot Doug Hurley, serta ucapan massal dari banyak karyawan NASA Marshall Space Flight Center di Huntsville.

"Selamat pagi, Atlantis, 'The Marshall Space Flight Center berharap Anda menikmati perjalanan Anda ke orbit. Kami juga berharap Anda menyelesaikan sebuah misi ini dengan sukses dan pulang ke rumah dengan aman," ujar para pekerja dalam sebuah rekaman pesan sebelum peluncuran.

"Terima kasih untuk pesan dan kesempatan besar mengendarai pesawat luar biasa ke orbit dan sebelumnya dengan program pesawat ulang alik 134 yang luar biasa," jawab pilot Doug Hurley.

NASA telah menetapkan tujuan jangka panjang terbang ke asteroid dan akhirnya ke Mars. "Nikmati sedikit waktu di sini dengan keluarga Anda kembali. Tapi kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami punya program lain yang kita harus dapatkan langsung, "kata NASA Administrator, Charles Bolden yang merupakan tim pengendalian peluncuran setelah Atlantis mencapai orbit.

"Kami tahu apa yang kita lakukan. Kita tahu bagaimana untuk sampai ke sana. Kami hanya harus meyakinkan orang lain bahwa kita tahu apa yang kita lakukan,"pungkasnya.

NASA Siapkan Rencana Darurat untuk Atlantis

Sebagai langkah antisipatif, NASA siapkan rencana darurat untuk penerbangan pesawat ulang-alik Atlantis, apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan saat di luar angkasa nanti.

Seperti yang dikutip dari Softpedia, setiap misi penerbangan luar angkasa memiliki rencana darurat, yakni sebuah rencana cepat tanggap apabila terjadi sesuatu hal yang dianggap darurat.

Endeavour dan Discovery sudah nonaktif, setelah menyelesaikan misi penerbangan angkasa mereka awal tahun ini. Oleh karena itu, mustahil bagi kedua pesawat tersebut untuk dimasukkan ke dalam msis penyelamatan di rencana darurat ini.

NASA akhirnya beralih ke opsi International Space Station (ISS). Jadi jika penerbangan Atlantis gagal di orbit rendah Bumi, maka keempat astronotnya harus ikut bergabung dengan tim Expedition 28 di stasiun luar angkasa tersebut.

Hal ini dilakukan jika pesawat yang membawa para astronot tersebut dinilai tidak aman untuk memasuki kembali atmosfir Bumi, contohnya jika perisai penahan panas rusak parah atau terjadi kerusakan sistem.

Selanjutnya di rencana ini, pihak resmi NASA mengatakan bahwa ISS harus mampu mengakomodir kru Atlantis sampai pesawat luar angkasa Soyuz dapat menolong mereka. Meskipun begitu, rencana ini mungkin tidak terlalu bagus, karena kapsul Soyuz hanya mampu menampung tiga astronot saja.

"Semenjak peristiwa meledaknya pesawat Columbia di tahun 2003, kami kini memiliki program tanggap darurat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pasca peluncuran," ujar Chris Ferguson, Komandan misi STS-135 Atlantis dari NASA.

"Lalu karena tidak ada pesawat cadangan untuk misi ini, kami hanya bisa bergantung pada pilihan alternatif, entah melalui kapsul angkasa Soyuz maupun hal lainnya," tambahnya.

NASA bersama Russian Federal Space Agency (RosCosmos) juga sepakat untuk mengirimkan empat kapsul angkasa Soyuz selanjutnya, dengan hanya dua astronot di dalamnya. Hal ini dilakukan demi mencegah ditundanya program rotasi kru pesawat Atlantis di rencana misi penyelamatan tersebut.

Ternyata Pesawat Terbang Sebabkan Hujan di Bandara

Pesawat terbang yang melewati awan Super dingin di sekitar bandara dapat menyebabkan kondensasi yang menghasilkan lebih banyak salju dan hujan di sekelilingnya.

"Saat pesawat lepas landas ke udara, ia mencatat, bahwa mereka menghasilkan ekstra partikel es karena melawan angin yang ada di bandara. Hasilnya benar bahwa ada salju yang berada di atas Bandara. Ini membuktikan bahwa pesawat membutuhkan lebih banyak de-icing," jelas Andrew J. Heymsfield Pusat Nasional untuk Riset Atmosfer di Boulder, seperti dilansir melalui Strait Times.

De-icing ialah pengangkatan es dan salju dari permukaan, ini merupakan aplikasi bahan kimia yang tidak hanya menghilangkan es, tetapi menunda reformasi es dalam jangka waktu tertentu atau mencegah perekatan es agar pemindahan mekanik lebih mudah.

Peneliti telah melakukan penelitian pada enam bandara komersial, mereka menemukan bahwa salju pada bandara tersebut meningkat dan curah hujan terjadi di mana lubang awan yang aneh muncul, biasanya berjarak 100 km dari bandara dan cenderung terdapat pada ketinggian yang lebih tinggi di atas awan.

Penambahan hujan atau salju terjadi ketika kondisi di awan super dingin. Itu berarti awan terbuat dari tetesan air yang lebih dingin dari titik beku. Ternyata, ketika sebuah pesawat melewati salah satu awan terjadi pergerakan udara di sekitar ujung baling-baling atau di atas sayap pesawat jet. Ini dapat menyebabkan pendinginan secara tiba-tiba di udara yang terkadang sampai ke titik kritis dimana menghasilkan tetesan beku.

Mereka kemudian dapat jatuh ke bumi sebagai salju atau hujan, tergantung pada apakah ada udara yang cukup hangat untuk mencairkan mereka dalam perjalanannya ke bawah.

Tapi hal itu masih belum bisa menjelaskan mengapa lubang dan kanal selalu meluas, jauh lebih besar daripada pesawat yang melewati awan.

Jadi, mereka menggunakan model komputer untuk mempelajari apa yang terjadi, dan menemukan bahwa panas yang dilepaskan ketika air membeku dapat menghangatkan udara di sekitarnya, menyebabkan udara bergerak ke atas hingga sampai di tengah lubang dan menyebar untuk berpindah ke bawah.


refrensi 

Pesawat Elektrik Siap Terbang Tahun 2035

Banyak konsep pesawat masa depan ditampilkan di Paris Air Show, Perancis, yang berlangsung pada minggu lalu. Salah satu yang sangat inovatif adalah VoltAir, pesawat dengan teknologi propulsi elektrik dan menghasilkan emisi nol.
Kuat dan efisien, pesawat itu punya sumber daya dari sepasang baterai li-ion canggih di bawah "hidung"-nya, yang mengirimkan daya ke sepasang co-axial, baling-baling yang berputar di bagian belakang pesawat. VoltAir didesain tak seberisik pesawat konvensional.
Ketika pesawat mendarat, baterai mudah dicopot dan diganti yang baru, jadi mengurangi kompleksitas. Sumber dayanya pun tak semahal bahan bakar jet. Meski desain pesawat takkan jauh beda dengan saat ini, tetapi badan pesawat akan dibuat dari bahan komposit, jadi lebih kuat dan ringan. Drag pesawat akan dikurangi dengan curling wing tips seperti pada Boeing 787.
Karena VoltAir akan berbasis pada high temperature superconducting (HTS) material, pengembangan pesawat secara serius belum bisa dilihat dalam waktu dekat. Namun, pembuat pesawat EADS mengatakan, konsep ini akan menjadi kenyataan tahun 2035.
"VoltAir adalah konsep riset jangka panjang, bukan pendekatan komersial jangka pendek. Riset kami melihat masa depan dan bisa berguna pada banyak hal," kata Jean Botti, Chief Technical Officer EADS.
Botti mengatakan, saat ini EADS tengah memacu riset yang mendukung realisasi pesawat itu untuk menemukan ide baru. Muaranya adalah pada terwujudnya propulsi elektrik tanpa emisi yang lebih canggih.

Video Kecelakaan Pesawat yang Menewaskan Wasit Rusia

Sebuah kecelakaan pesawat terjadi di barat laut kota Petrozavodsk, Rusia. Tercatat 44 korban meninggal dunia, termasuk Wasit papan atas Rusia, Vladimir Pettai.

Namun ada delapan korban selamat dalam insiden naas itu. Pesawat Tu-134 jatuh saat berusaha mendarat di sebuah bandara. Diduga kecelakaan ini terjadi karena cuaca buruk.

Musibah yang terjadi pada wasit berusia 38 tahun yang sudah memimpin 100 pertandingan di kompetisi Rusia itu menjadi duka tersendiri bagi dunia sepakbola Rusia.

"Pettai membangun reputasi sebagai wasit terbaik dan paling berpengalaman di negara ini," pernyataan resmi dari Federasi Sepakbola Rusia.


Pesawat Terakhir Siap Diluncurkan

Pesawat ulang alik Atlantis, satu-satunya pesawat aktif yang dimiliki NASA saat ini, akan diluncurkan bulan depan, tepatnya Jumat, 8 Juli 2011. Pesawat itu rencananya akan diluncurkan pada pukul 11.26 EDT atau sekitar pukul 22.00 WIB.
Peluncuran tersebut akan menjadi misi pesawat ulang alik ke 135 sekaligus menjadi akhir karir Atlantis. Sebelumnya, pesawat ulang alik Discovery dan Endeavour juga telah mengakhiri karirnya, masing-masing pada tanggal 10 Maret 2011 dan 1 Juni 2011 lalu. Berakhirnya misi Atlantis nantinya sekaligus menjadi akhir misi penerbangan pesawat ulang alik AS.
Selanjutnya, penerbangan astronot ke International Space Station akan dititipkan pada pesawat Rusia. Tim astronot yang akan berangkat dengan Atlantis adalah komandan Christophe Fergusson, Pilot Douglas Hurley, serta spesialis misi Sandra Magnus dan Rex Walheim.
Saat ini, mereka sedang menjalani latihan di Launch Pad 39A, Kennedy Space Center NASA, Florida, AS. Misi Atlantis nantinya akan berlangsung selama 12 hari. Atlantis akan mengangkut 8000 pound (sekitar 4 ton) suku cadang dan bahan-bahan yang diperlukan astronot ke ISS.
Tim Atlantis juga akan melakukan tes kemungkinan melakukan pengisian ulang bahan bakar dengan bantuan robot. Hal paling menarik, selain membawa suku cadang, Alantis nantinya juga akan membawa dua unit iPhone 4 untuk pertama kalinya ke luar angkasa dalam rangka uji coba.
Berangkat dengan Atlantis, iPhone 4 ini nantinya akan pulang dengan pesawat Rusia, Soyuz, pada musim gugur tahun 2011. Sebuah aplikasi bernama SpaceLab for iOS telah ditanamkan pada iPhone 4 yang akan dikirim. Aplikasi yang juga bisa di-download di App Store dengan harga 0,99 dollar AS akan dipakai untuk membantu melakukan 4 eksperimen, disebut Limb Tracker, Sensor Cal, State Acuisition dan LFI. Limb tracker adalah eksperimen navigasi yang juga mencakup pengambilan gambar Bumi.
Eksperimen ini akan menghasilkan perkiraan ketinggian diukur dari permukaan Bumi dan sudut "off axis", pengukuran sudut gambar relatif terhadap pusat Bumi. Eksperimen lain disebut State Acuisition melibatkan penggunaan gyroscope dan accelerometer.
Sementara eksperimen lain adalah pengukuran efek radiasi yang ditimbulkan iPhone. Setelah semua misi berakhir, Atlantis akan pulang ke Bumi dan dikirim ke museum, seperti yang dialami Discoverydan Endeavour.

Pesawat Tanpa Sayap Terbang Secepat Jet

Firma asal Austria, Austrian Innovative Aeronautical Technology (IAT21) menunjukkan pesawat inovasi terbaru buatannya dalam ajang Paris Air Show.
Pesawat yang dinamai D-Dalus itu menarik karena didesain tak memiliki sayap maupun rotor, namun diklaim mampu terbang secepat jet dan tak banyak menimbulkan suara bising.
Mesin D-Dalus menggunakan 4 turbin yang berputar berlawanan untuk propulsi, masing-masing mencapai 2200 rpm. Tiap turbin memiliki sudut serangan yang berbeda yang menurut desainernya memungkinkan pendorong utama ditembakkan ke berbagai arah. Ini memungkinkan pesawat diluncurkan secara vertikal, melayang serta berotasi ke segala arah bahkan ke atas.
Dalam laman situsnya, IAT21 mengungkapkan bahwa pesawat ini memiliki sekian teknologi baru yang telah dipatenkan. Beberapa diantaranya adalah bola bebas gesekan pada G force dan sistem yang menjaga propulsi sehingga berada pada kondisi equilibrium sehingga sehingga memungkinkan untuk memulihkan stabilitas secara cepat saat terbang.
Sejauh ini, D-Dalus masih berupa prototipe. Prototipe yang dikembangkan selama 3 tahun itu memiliki turbin sepanjang 1,5 m dan bisa mengangkut muatan seberat 70 kg. D-Dalus telah menjalani tes awal dengan menggunakan mesin 120 bhp KTM dan uji terbang, tapi hanya di laboratorium dekat Salzburg.
D-Dalus sebenarnya didesain untuk mendukung aktivitas pencarian dan penyelamatan, pemantauan bencana dan pengintaian. Meski demikian, ada kemungkinkan untuk mengembangkannya menjadi pesawat pengangkut penumpang.
Saat ini, IAT21 tengah bekerjasama dengan Cranfiled University, Inggris untuk mengembangkan pesawat dengan motor lebih kuat, lambung lebih besar, sistem kontrol yang lebih baik serta mengupayakan sertifikat terbang. 

Rekor Untuk Pesawat Antariksa Jepang

Pesawat tanpa awak Hayabusa milik Jepang dianugerahi Guinness World Record sebagai pesawat antariksa pertama yang kembali ke Bumi membawa material dari asteroid. Misi Hayabusa cukup sukses meski tidak berjalan mulus, dihiasi berbagai kemalangan dan keberuntungan.
Tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2003, Hayabusa harus menghadapi suar surya (solar flare) terbesar yang pernah terjadi. Saat itu matahari melepaskan energi yang sangat besar ke luar angkasa. Suar "menembakkan" awan elektron, ion, dan atom melewati korona menuju angkasa. Akibat radiasi yang dihasilkan suar surya tersebut, panel surya milik Hayabusa rusak, mengurangi pasokan energi ke mesin.
Meskipun demikian, Hayabusa tetap berhasil tiba di asteroid Itokata, asteroid selebar 500 meter dan berbentuk seperti kentang, pada tahun 2005. Ketibaan di asteroid tipe S tersebut terlambat dua bulan dari jadwal.
Saat mendekat ke asteroid, Hayabusa semestinya menjatuhkan robot kecil untuk mendarat di permukaan asteroid. Sayangnya, saat pelepasan robot, sistem penghitungan jarak menyebabkan Hayabusa menjauh dari asteroid. Robot tidak berhasil dijatuhkan ke asteroid dan melayang-layang di angkasa.
Pengendali misi Hayabusa akhirnya tetap mendarat di asteroid. Akan tetapi, alat yang seharusnya mengumpulkan debu di asteroid gagal bekerja dan alat yang seharusnya menembak debu di asteroid agar terangkat dan dikumpulkan oleh pengumpul debu gagal menjalankan tugas.
Badan antariksa Jepang JAXA tetap optimis. Misi Hayabusa tetap dilanjutkan. Pesawat tersebut dibawa pulang dengan harapan membawa debu yang terselip di badan pesawat.
Meskipun harus menghadapi masalah lain lagi--termasuk kebocoran bahan bakar, gagalnya alat pendorong, serta putusnya komunikasi--Hayabusa berhasil kembali ke Bumi pada 13 juni 2010, 3 tahun terlambat dari jadwal. Pesawat terbakar di atmosfer di atas Australia dan kapsul pembawa sampel berhasil mendarat dengan selamat. Berita yang paling menggembirakan: kapsul benar-benar mengandung partikel debu dari asteroid Itokawa.
Setahun setelah itu, Guiness World Records memberikan penghargaan kepada Hayabusa yang menempuh 6 miliar mil dalam perjalanan 7 tahun.

Pesawat yang Mampu Terbang 4 Kali Kecepatan Suara

Dunia penerbangan komersial akan semakin maju, jarak tempuh dari suatu negara yang memakan waktu berjam-jam kini bisa dipersingkat. Ini berkat teknologi terbaru dalam dunia penerbangan komersial.

Ya, sekelompok insinyur tengah menciptakan pesawat jet yang mampu membawa penumpang berpergian secara singkat. Sebagai gambaran, penerabangan dari London ke Tokyo, yang bisa berjam-jam, kini bisa ditempuh hanya dengan waktu 2 jam saja. Tidak hanya itu, pesawat ini mampu menekan polusi sekecil mungkin.

Pesawat jet berteknologi hypersonic ini memiliki kecepatan hingga 3,125mph, atau setara dengan empat kali kecepatan suara. Memang teknologi ini merupakan adopsi dari Concorde, jika dikomersialkan rencananya akan dibuat untuk pesawat jenis Airbush 350, dengan kode nama A 350 XWB.

Dilansir melalui DailyMail, Senin (20/6/2011), pesawat Airbush A 350 XWB ini nantinya akan dibuat oleh perusahaan EADS. Pesawat ini sendiri dipuji sebagai pewaris Concorde, nantinya pesawat akan didorong oleh campuran hidrogen dan oksigen, yang berarti emisi satunya adalah air.

Setelah di ketinggian tertentu, pilot akan melibatkan sepasang mesin roket yang akan mendorong pesawat untuk kecepatan jauh lebih tinggi dan melayang di atas atmosfer.

Teknologi tersebut biasa digunakan dalam rudal, ini sangat efisien pada kecepatan di atas 1.000 mphi. Saat itu roket pendorong juga akan membantu mengantarkan pesawat hingga ketinggian 20 mil.

Saat dilakukan ujicoba membawa hingga 100 penumpang, pesawat ini menggunakan satu set mesin jet konvensional yang akan membantu peluncuran pesawat dari landasan pacu bandara. Ini berarti pesawat tidak akan menghasilkan suara bising 'Sonic Boom' seperti Concorde.

Teknologi tersebut disebut oleh para insiyur dengan sebutan Zero Emission Hypersonic Transportation (ZEHT). Beberapa kali pesawat ini dilakukan ujicoba, dan memang hasilnya jarak tempuh semakin cepat. Misalnya saja, dari London menuju Malaga, wilayah utara Spanyol, hanya 20 menit. Sementara ke Istanbul, hanya 30 menit, bahkan ke beberapa negara Amerika Serikat (AS), dibutuhkan 1 jam saja.

Rencananya, penerbangan paling jauh akan diujicobakan pada penerbangan London ke Tokyo, yang diperkirakan membutuhkan waktu hanya 2 jam saja.

"Ini bukan Concorde tapi tampak seperti Concorde, menunjukkan bahwa aerodinamis dari tahun 1960-an sudah sangat cerdas," kata Jean Botti, Innovation and Technology Director at EADS.


"Pesawat akan terbang tepat di atas atmosfer, yang berarti bisa terbang lebih dari 3.000 mph. Ketika Anda di atas atmosfir, penumpang tidak akan mendengar apa-apa. Kami telah bekerja pada proyek ini cukup lama, sekarang waktu yang tepat," terangnya.

10 Pesawat Pribadi Super Mewah

Tuhan tidak memberikan manusia sayap, tapi membekali manusia dengan ide bagaimana manusia agar dapat terbang. Dunia sudah mulai bergerak dengan kecepatan sangat cepat dan untuk menyesuaikan dengan gaya hidup ini, pesawat terbang telah menjadi sarana transportasi terbaik. Orang yang menjalankan bisnis yang luas, perlu melakukan perjalanan dari satu sudut planet ke sudut yang lain sekarang dan kemudian hari. Bagi mereka, menunggu jadwal penerbangan di bandara seperti membuang-buang waktu yang berharga. Untuk memastikan Anda seperti Richie Rich yang tidak membuang-buang waktu saat bepergian, desainer telah merancang konsep jet pribadi dan helikopter yang cocok dengan gaya hidup Anda. Berikut ini adalah daftar sepuluh konsep pesawat mewah, yang akan membuat Anda terpesona.

1. AvA one

Untuk membuat Anda merasa yang lebih spesial, Timon Sager telah merancang sebuah jet pribadi bernama AvA one. AvA one akan didukung oleh mesin Boeing X-32 prototype thrust engine. Jet supersonik, nyaman dan aman dilengkapi dengan panel surya pada sayap, yang membuatnya ringan. Memiliki berat 9.100 kg, AvA one menggunakan sumber energi terbarukan. Kontrol kemudi yang futuristik, yang membuatnya melakukan manuver dan juga dilengkapi dengan tampilan yang menarik.

2. Icon A5

DEO, Art Center, Nissan Design America, Troy Lee Designs, Scaled Composites, and L.A.-based Icon Aircraft bergabung untuk menciptakan Icon A5. Pesawat sporty dibuat menggunakan epoxy komposit serat karbon yang diperkuat, dan ukuran 22 kaki panjangnya. Telah dilengkapi dengan sayap yang bisa dilipat. Ini mengurangi lebar sayap dari 34 kaki ke 8,5 kaki. Pesawat ringan ini berharga USD $139.000 dan diharapkan untuk dapat segera terbang pada tahun 2015.

3. FlyNano

Aki Suokas, seorang insinyur penerbangan telah membuat sebuah pesawat dinamai FlyNano berberat 70 kg. Pesawat satu kursi terbuat dari komposit serat karbon dan dapat mencapai kecepatan 70 km / jam sampai 140 km / jam dan mampu take-off dengan berat 200 kg, bahkan bisa mendarat dan lepas landas di atas air. FlyNano akan tersedia dalam tiga varian, yang mencakup semua versi 20kW listrik, berbahan bakar bensin dan 24 bhp model 35 bhp. FlyNano, seperti namanya, akan membakar lubang nano di saku Anda dipatok pada €27.000 (US$ 39.000).

4. Fly Supersonic Business Jet

Seperti yang terlihat dari namanya, Fly Supersonic Business Jet telah dirancang untuk orang-orang yang memiliki kerajaan bisnis yang luas. Orang-orang ini memiliki jadwal padat dan selalu terburu-buru. Konsep dari Rusia ini memiliki waktu penerbangan kira-kira 4 jam. Secara total, 9 orang penumpang dapat melakukan perjalanan ini yang meliputi 6 penumpang, 2 pilot dan 1 pramugari. Dengan ketinggian jelajah 20.000 meter, dengan semua kenyamanan dan fungsionalitas mengesankan.

5. Cobalt Aircraft’s Co50

Siap untuk bersaing dengan produsen pesawat pribadi, seperti Cirrus dan Cessna, adalah Cobalt Aircraft dengan konsep Cobalt Co50. Dengan kisaran jarak tempuh 1.150 mil, Cobalt Co50 dilengkapi dengan 350-hp twin-turbo-charged TSIOF-550-D2B. Kemewahan dilengkapi dengan jok kulit, yang telah dijahit dengan tangan dan dapat bertahan 245 KTAS pada 8.000 kaki. Ditata dengan cara yang anggun dan mewah, Cobalt Co50 Concept memiliki kabin sangat luas.

6. Falx Air Hybrid Tilt-Rotor Chopper

Falx Air Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis dari North Staffordshire UK, adalah yang pertama dari jenisnya untuk menggabungkan teknologi terbaik dan keterampilan dalam Vertical Take off and Landing/VTOL platform. Memiliki pengalaman sembilan tahun, Falx telah mampu menyusun platform helikopter yang memastikan efisiensi maksimum dan pemanfaatan bahan bakar untuk pesawat itu. Tentu saja, desain pesawat terbaru telah diciptakan dengan kopling sampai efisiensi cadangan baterai, teknologi dan motor listrik yang paling menakjubkan.

7. U-Fly personal aircraft

Jika impian Anda adalah untuk terbang di langit, kemudian U-Fly yang dirancang oleh Gary Redman di sini datang untuk memberikan sayap kepada Anda. Sebuah pesawat satu kursi, lalu ia akan mengirim adrenalin Anda sama seperti kendaraan sport. Seseorang yang beratnya mencapai 100kg dan tinggi 1,9 meter masih dapat menikmati apa yang U-Fly tawarkan.

8. Oriens Glider

Oriens Glider telah memanfaatkan konsep motorglide lebih lanjut dengan memasukkan desain transparan. Glider, hemat energi dan telah dibuat dari bahan daur ulang. Dirancang oleh Roland Cernat, ia memiliki garis organik glossy dan energi bersih. Orien telah dibuat dari flax bio-compound yang memberikan bobot ringan.

9. EQP2 Excursion

EQP2 Excursion dirancang oleh Roar Øyvind Berven dan Tomas Brodreskift. Pesawat dilengkapi dengan dua baling-baling listrik dan memiliki jangkauan 1.265 mil. Hal ini dapat mencapai kecepatan tertinggi 250 mph dengan kapasitas duduk dua orang. EQP2 Excursion diharapkan untuk membuat terbang pada tahun 2013.

10. Maverick Jets Solo

Jet dengan kecepatan Maverick Jets. Pesawat 5 kursi dapat mencakup lebih dari 600 mil hanya dalam satu jam dan dilengkapi dengan interior yang nyaman. Dalam satu menit, dengan skala tinggi sampai 8000 ft. Jadi, jika Anda memiliki 1,25 juta dollar, maka Anda berhak untuk memiliki pesawat seperti ini.


sumber

UFO di Roswell Adalah Pesawat Rusia

Sebuah teori menyatakan bahwa kejadian terkenal mengenai jatuhnya UFO di Roswell, New Meksiko, adalah isapan jempol belaka. Karena teori tersebut menyatakan bahwa UFO tersebut ternyata adalah pesawat Rusia.

Teori yang dikemukakan oleh jurnalis Annie Jacobsen tersebut menyatakan bahwa UFO yang jatuh di Roswell merupakan eksperimen dari Josef Mengele, seorang dokter Nazi dan penjahat kriminal. Demikian seperti yang dikutip dari Associated Press.

Buku karya Annie Jacobsen yang berjudul 'Area 51: An Uncensored History of America's Top Secret Military Base' tersebut menceritakan tentang Area 51 yang berlokasi di gurun Nevada, Amerika Serikat (AS). Satu babak di buku tersebut menyatakan teori baru mengenai UFO di Roswell. Teori tersebut menyebutkan seorang sumber mengatakan bahwa Joseph Stalin merekrut Mengele untuk menerbangkan pesawat ke AS pada tahun 1947 agar menimbulkan histeria publik.

Jacobsen menuliskan bahwa pemerintah AS juga terlibat untuk menutupi laporan UFO tersebut, yang akhirnya malah menimbulkan legenda alien di wilayah tersebut.

Bill Lyne, yang menerbitkan sebuah buku berjudul 'Space Aliens From The Pentagon' pada tahun 1993, setuju kalau peristiwa di Roswell adalah palsu, tapi ia berpendapat kalau pemalsuan berita tersebut dilakukan oleh pemerintah AS, bukan dari pihak Rusia.

"Hal tersebut adalah hoax. Berita mengenai Mengele juga tidak benar, karena Mengele sebenarnya direkrut oleh CIA, bukan oleh pihak Rusia," ujar Lyne.

Sementara itu, Clifford Clift dari Mutual UFO Network di Colorado, mengatakan bahwa ia belum membaca buku Jacobsen, yang menyebutkan bahwa kejadian di Roswell ternyata melibatkan pihak Nazi. "Setelah meneliti klaim tersebut, saya menemukan sedikit kebenaran dalam teorinya," ungkapnya.

"Yang menjadi perhatian saya, jika pihak Rusia ingin menciptakan histeria massa, mengapa di New Mexico? Bukan di New York yang notabene lebih ramai? Yang jelas teori di buku 'Area 51: An Uncensored History of America's Top Secret Military Base' merupakan bagian dari teori konspirasi," ungkapnya.

Produsen Jet Tempur AS Dibobol Hacker, Pentagon Panik

Pentagon mendadak kalang kabut. Perusahaan Lockheed Martin, pemasok jet tempur dan alutsista nomor wahid untuk pemerintah Amerika Serikat (AS), diketahui mengalami 'insiden cyber' yang belum bisa dijelaskan. Pemerintah AS khawatir ada data rahasia yang dibobol.

Departemen Keamanan Dalam Negeri seperti dilansir Reuters, menyebutkan Departemen Pertahanan telah menawarkan bantuan untuk membantu mengatasi, "Insiden cyber yang menimpa Lockheed Martin Corporation (LMCO)".

"Pemerintah AS juga menawarkan bantuan untuk menganalisa data yang tersedia dalam rangka menyiapkan rekomendasi untuk memitigasi risiko lebih buruk," kata pejabat Keamanan Dalam Negeri Chris Ortman.

Meski demikian, Pentagon tidak menjelaskan data apa, kalau itu memang ada, yang dicuri oleh hacker. Namun, Lockheed Martin selaku produsen alutsista, diduga memiliki data-data senjata tempur yang masih dalam pengembangan dan juga teknologi yang digunakan tentara AS di Irak dan Afghanistan.

Seorang sumber kepada Reuters mengatakan, pembobol data berhasil masuk ke jaringan Lockheed Martin dan sejumlah kontraktor alutsista AS lainnya. Mereka membobol sistem keamanan dengan menduplikasi kunci elektronik.

Lockheed Martin tidak mau berkomentar apapun. Departemen Pertahanan AS juga sempat bungkam. Yang jelas, pejabat AS bisa dilibatkan dalam investigasi jika ada permintaan dari Lockheed Martin. Departemen Keamanan Dalam Negeri bisa langsung mengirimkan tim untuk menganalisa sistem yang terinfeksi, mengembangkan strategi mitigasi dan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki keamanan jaringan.

Keindahan Efek Penerbangan Dan Pendaratan di Bandara Pada Malam Hari






















Kronologi Lengkap Pengadaan Pesawat MA-60

Atas permintaan Presiden SBY, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar menjabarkan secara rinci proses pembelian 15 pesawat MA-6. Proses pembelian pesawat produksi Xi’an Aircraft International Company itu dimulai dari penjajakan pengadaan pada tahun 2002 hingga realisasi pada tahun 2010.

Rincian proses pengadaan pesawat tersebut, dibagi dalam lima tahapan utama yakni; Penjajakan Pengadaan, Pematangan Pengadaan, Penyerahan Penggunaan Pesawat, Evaluasi Harga dan Perbaikan Kontrak, dan Renegosiasi.

Berikut kronologi proses pembelian pesawat MA-60 tersebut selengkapnya, sebagaimana disampaikan Mustafa Abubakar di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Mei 2011:

I. Penjajakan pengadaan 15 Pesawat MA-60 Produksi Xi’an Aircraft International Company (XAC)

1. Tahun 2002
XAC mulai mempromosikan produk MA-60.

2. Tahun 2005
Dalam The 7th International Indonesia-China Joint Commission Meeting on Economic Trade and Technical Cooperation di Beijing, China, pemerintah China bersedia menyediakan Concessional Loan untuk pengadaan pesawat MA-60.

3. 14 September 2005
Direktur Operasi PT MNA menyampaikan persyaratan pengajuan pembelian pesawat MA-60 kepada Kedutaan Besar China di Jakarta

4.24 November 2005
Direktur Utama PT MNA menandatangani MoU antara PT MNA dengan XAC

II. Pematangan Pengadaan Pesawat MA-60 dan tindak lanjutnya

1. 3 Maret 2006
Dirut PT MNA menyampaikan permohonan persetujuan business plan kepada Menneg BUMN untuk ditindaklanjuti ke Bappenas dan Departemen Keuangan

2. 22 Mai 2006
Dirut PT MNA memohon persetujuan Menneg BUMN atas pemanfaatan fasilitas concessional loan dari Pemerintah China untuk pengadaan 15 unit MA-60 untuk proses lebih lanjut di Bappenas

3. 9 Mei 2006
Sertifikasi tipe validasi untuk MA-60 dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasional Pesawat Udara Dephub RI.

4. 7 Juni 2006
Penandatanganan Kontrak Pembelian antara PT MNA dengan XAC untuk pembelian 15 unit pesawat MA-60 dengan total nilai kontrak sebesar 232.443.799 dollar AS.

5. 27 September 2006
Dewan Komisaris PT MNA mendukung pengadaan 15 unit pesawat MA-60 melalui concessional loan. Menneg BUMN selanjutnya memberikan persetujuan tanggal atas pengadaan 15 unit pesawat MA-60 melalui concessional loan sebesar 225 juta dollar AS, jangka waktu 15 tahun, grace period 3 tahun dan bunga maksimal 3 persen per tahun.

6. 28 November 2006
PT MNA menandatangani MoU dengan XAC untuk penyewaan 1 sampai 3 pesawat MA-60.

7. 22 Mei 2007
Kepala Bappenas menyetujui pembiayaan pengadaan pesawat MA-60 dari SLA Loan senilai 232.444.000 dollar AS, dan telah disetujui untuk dimasukkan ke dalam blue book 2006-2009.

8. 28 Juni 2007
Menneg BUMN mendukung Kepala Bappenas terkait rencana pengadaan 15 pesawat MA-60 melalui skim SLA Pemerintah China

9. 5 Agustus 2008
Government Concessional Loan Agreement for The Procurement of Aircraft for National Airbridge Project ditandatangani antara Pemerintah RI melalui Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu dengan perwakilan pemerintah China dan Export-Import Bank of China.

III. Penyerahan Penggunaan Pesawat Tahun 2007 sampai dengan 2009

1. 28 Agustus 2007
Penyerahan pertama pesawat MA-60 (2 unit) dengan pola sewa operasional. Certificate of acceptance ditandatangani PT MNA pada tanggal yang sama

2. 13 Mei 2008
Direktur Pengelolaan Penerusan Pinjaman Depkeu menyampaikan kepada Direktur Pendanaan Luar Negeri Bilateral Kementerian PPN/Bappenas tentang indikasi kemampuan PT MNA dalam mengembalikan pinjaman SLA.

3. 19 Agustus
2008. XAC menyampaikan surat kepada Dirut PT MNA berasumsi bahwa Kontrak Penjualan efektif tanggal 5 Agustus 2008.

4. 8 Mei dan 12 Agustus 2009
Laporan hasil penggunaan 2 unit pesawat MA-60: “Terjadinya gangguan keretakan pada pemegang batang ekor vertikal pesawat (rudder). Pihak XAC berdasarkan Laporan PT MNA telah mengubah proses produksi dari pengikat batang ekor vertikal termasuk mengganti material, dimana otoritas penerbangan sipil China mengesahkan perubahan tersebut dan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan (didokumentasikan dalam service buletin).”

5. 14 Agustus 2009
Dirjen Perhubungan Udara menyatakan kembali bahwa MA-60 yang sebelumnya di-grounded telah memenuhi persyaratan kelaikan udara berdasarakn service buletin.

IV. Evaluasi Harga dan Perubahan Kontrak Tahun 2005 sampai dengan 2006

1. 7 Juni 2006
Kontrak awal menyebutkan harga 1 unit pesawat MA-60 beserta supporting equipment (meliputi: airborne equipment, buyers optional equipment, training device dan crew and engineers training) adalah 14,1 juta dollar AS.

2. 2008
Hasil kajian Tim Restrukturisasi PT MNA yang dilakukan PT PPA, harga pesawat MA-60 berkisar antara 11-12,5 juta dollar AS per unit.

3. 4 September 2008
Dirut PT MNA menyampaikan arahan Wapres RI kepada Menkeu dan Kepala Bappenas bahwa perlu dilakukan perubahan dari G to G Loan Agreement berdasarkan skema jual beli (purchase) menjadi G to G Loan Agreement dengan skema sewa (leasing) untuk pengadaan pesawat MA-60.

4. 27 Agustus 2008
XAC menyatakan Purchase Contract telah berlaku efektif, tidak dapat mengubah bentuk kerja sama pengadaan pesawat semula jual-beli menjadi sewa, dan kesiapan XAC untuk menyerahkan 13 pesawat lainnya.

5. 8 September dan 12 September 2008
Bank Exim China menyampaikan surat kepada Menkeu dan Wapres RI meminta agar mempercepat proses SLA untuk pengadaan 15 pesawat MA-60

6. 24 September 2008
Menteri BUMN mengirim surat kepada Menko Perekonomian, Menkeu, dan Kepala Bappenas menyampaikan untuk melakukan Tim Negosiasi termasuk merenegosiasi harga dan jaminan keandalan pesawat, serta mengusulkan komposisi SLA 50 persen dan tambahan PMN 50 persen

7. 16 Oktober 2008
XAC mengirimkan surat kepada PT MNA agar PT MNA menghentikan operasi 2 pesawat MA-60. Jika sampai 5 November 2008 tidak memberikan tanggapan, XAC akan mengajukan arbitrase ke SIAC

V. Renegosiasi tahun 2008 sampai 2010

1. 13 November 2008
Tim Restrukturisasi PT MNA menyampaikan surat kepada XAC tentang kondisi PT MNA dan meminta agar dilakukan perubahan terms and conditions yang memungkinkan bagi PT MNA mengoperasikan pesawat MA-60.

2. 14 November 2008
XAC menyatakan kepada Tim Restrukturisasi bahwa 13 pesawat MA-60 siap dikirim dan sudah 4 bulan diparkir.

3. 16 Desember 2008 19 Maret 2009, 15 April 2009
dilaksanakan negosiasi ulang antara tim Pemerintah China dan tim restrukturisasi PT MNA.

4. 24 April 2009
Laporan Hasil Negosiasi dari Ketua Tim Restrukturisasi PT MNA kepada Menko Perekonomian/Menkeu, Menneg BUMN, dan Menteri Perdagangan:

a. Tim Restrukturisasi PT MNA meminta delivery time dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah pilot (5 unit di Mei 2009,masing-masing 2 unit di Juni dan Juli 2009, serta masing-masing 1 pesawat per bulan dari Agustus hingga November 2009). Tim Pemerintah China menyetujui pengiriman pesawat MA-60 paling lambat sampai dengan akhir September 2009).

b. Tim Restrukturisasi PT MNA meminta biaya pengadaan pesawat diturunkan sebesar 68 juta dollar AS untuk menjamin sustainability PT MNA, karena harga jual pesawat MA-60 kepada pemerintah RI dinilai terlalu mahal. Tim Pemerintah China bersedia mengirimkan surat kepada Menkeu tentang pernyataan harga yang diberikan kepada PT MNA adalah harga yang paling baik.

c. Tim Restrukturisasi PT MNA mengusulkan kemungkinan pinjaman diberikan dalam fixed rate nilai tukar Yuan-Rupiah. Tim Pemerintah China mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pinjaman dari 15 tahun menjadi 20 tahun.

d. Tim Restrukturisasi PT MNA meminta Tim Pemerintah China mengeluarkan perfomance and buyback guarantee terkait kinerja pesawat dalam masa pengoperasikan dan buyback price. Tim Pemerintah China tidak menyetujui usulan long life perfomance guarantee karena tidak sesuai dengan standar internasional maupun industri penerbangan.

5. 26 Agustus 2009
Persetujuan Menneg BUMN atas business plan dan restrukturisasi utang perusahaan.

6. 23 Maret 2010
Surat Deputi Bidang Usaha Logistis dan Pariwisata a.n. Menteri Negara BUMN kepada Kepala BPKP yang meminta BPKP melaksanakan compliance audit atas proses pengadaan pesawat MA-60.

7. 9 April 2010
Laporan Hasil Audit BPKP, dengan pokok-pokok rekomendasi:
a. Mengusulkan untuk melakukan negosiasi ulang tentang harga kontrak
b. Mengusulkan agar meminta jaminan atas kerusakan yang belum diketahui saat ini dan diperkirakan akan terjadi dalam 5 sampai dengan 10 tahun mendatang.
c. Memastikan side letter to purchase contract of MA-60 aircraft menjadi bagian tidak terpisahkan dari kontrak.

8. 16 April 2010
Amandement to Purchase Contract of MA-60 Aircraft antara PT MNA dan XAC, dengan pokok-pokok sebagai berikut:
a. XAC bertanggung jawab penuh dan memberikan garansi atas spare part dan komponen pesawat MA-60 serta airworthiness certification selama 25 tahun sejak tanggal delivery.
b. XAC memberikan garansi buyback pesawat sesuai dengan nilai sisanya apabila pesawat MA-60 dihentikan pengoperasiannya yang disebabkan karena kegagalan desain atau proses fabrikasi dan tidak dapat diperbaiki oleh XAC.
c. Harga pesawat per unit menjadi 11,206 dollar AS ditambah buyers optional equipment 800.000 dollar AS sehingga total menjadi 12,006 juta dollar AS per unit.
d. Side letter to Purchase Contract of MA-60 Aircraft (28 Januari 2010) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Amandemen Kontrak Pembelian tersebut.

9. 7 April 2010
MoU antara PT MNA dan PT Dirgantara Indonesia dan XAC:
a. Antara PT MNA dan XAC, disepakati PT MNA menjadi satu-satunya yang melakukan pemeliharaan dan perbaikan untuk regional melalui Merpati Maintanance Facilities (MMF).
b. Kedua belah pihak juga setuju untuk menggunakan simulator yang disediakan oleh XAC kepada PT MNA (free of charge) untuk training pilot dan engineers maintanance untuk industri aviasi Indonesia dan operator MA-60 di Indonesia dan regional
c. Antara XAC dan PT DI, kerja sama riset dan pengembangan, pembangunan dan pemasaran turboprop 50-60 seater produk China dan turboprop 21-44 seater produk PT DI.
d. XAC menyetujui menjadikan PT DI sebagai preferred list supplier simulator untuk MA-60. e. Pertukaran tenaga ahli dari kedua belah pihak f. PT DI menawarkan kepada XAC untuk service overhaul mesin MA-60

10. 22 Maret 2010
Menteri BUMN meminta Menhub untuk meminta dilakukan inspeksi teknis terhadap proses produksi pesawat MA-60 di XAC factory.

11. 7 April 2010.
Menhub menyampaikan kepada Menteri BUMN bahwa kegiatan sertifikasi tipe validasi telah dilakukan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemhub, dengan dikeluarkannya tipe certificate validation No. AO66 tanggal 11 Mei 2010, Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil telah sejalan dengan ketentuan-ketentuan organisasi penerbangan sipil internasional.

12. 16 April 2010
Pemegang saham PT MNA (Menteri BUMN dan PT Garuda)menyetujui penerusan pinjaman untuk pengadaan MA-60.


sumber

NASA Memastikan Endeavour Meluncur 16 Mei

NASA mengatakan pada hari Senin bahwa perbaikan untuk pesawat Endeavour diharapkan selesai tepat pada waktunya, dan rencananya akan diluncurkan pada tanggal 16 Mei, setelah ditunda tiga kali karena masalah teknis.

Peluncuran Endeavour nanti adalah misi terakhir pesawat ulang-alik tersebut. Setelah Endeavour, Atlantis juga akan melakukan penerbangan terakhirnya tahun ini. Demikian seperti yang dikutip dari AFP oleh AlgoritmaNews.

NASA mengkonfirmasi bahwa waktu peluncuran Endeavour adalah pada tanggal 16 Mei pukul 8.56 pagi waktu setempat.

"Kami cukup percaya diri akan peluncuran ini. Diharapkan tidak akan ada masalah pada peluncuran tanggal 16 Mei nanti," ujar Mike Moses, Shuttle Program Launch Integration Manager, NASA.

Akan tetapi karena penundaan peluncuran Endeavour sebelumnya, membuat rencana peluncuran Atlantis menjadi tidak jelas. "Kami belum bisa memberitahu kapan jadwal peluncuran dari 135," ujar Moses. STS-135 adalah misis untuk pesawat ulang-alik Atlantis, yang awalnya akan diluncurkan pada tanggal 28 Juni.

"Saya sangat menyesal, tapi kami memang belum bisa mengestimasi peluncuran tersebut," tambahnya.

Pihak NASA juga telah mempertimbangkan kemungkinan peluncuran pesawat ulang-alik Atlantis pada pertengahan bulan Juli.

Pesawat Tempur Menempel di Motor Tua

Yang perlu diklaim pertama-tama dari motor ini adalah ia bukan sisa dari masa Perang Dunia II. Kalau soal bentuknya terinspirasi dari masa itu, segalanya sudah tergambarkan dengan jelas di sana. Pesawat di sebelah kanannya bisa terbang? Tentu tidak. Itu adalah kereta samping yang mungkin akan jadi "mainan" favorit bagi anak-anak.

Henrik Toth, pemilik motor, kabarnya memang suka dengan hal-hal yang berbau Amerika, khususnya sepeda motor lawas. Makanya, satu dari tiga motor yang ia bangun ini mendekati desain motor Indian asal Amerika yang legendaris dan sudah berhenti diproduksi sejak lama. Di sisi lain, tampilan motornya juga mirip Harley Davidson WLA (1942). Namun sejujurnya, ini adalah sepeda motor modern buatan Jepang, Yamaha Warrior.

Mencari bentuk asli Yamaha Warrior pada motor Henrik memang susah, kecuali jika melihat mesinnya. Bahkan tangkinya sudah dibuat ala "roundtank" lengkap dengan setangnya yang "kelebaran". Sepatbor mengikuti cat dasar motor yang hijau militer. Guratan-guratannya mirip binatang trenggiling, dan kesan itu makin terasa ketika kita melihat sepatbor belakang yang dibuat kelewat besar. Entah apa maksudnya.

Sementara itu, beberapa bagian dibuat secara custom, seperti paket peredam kejut roda depan, lampu depan, hingga tempat simpan sekop dan kotak bagasi yang benar-benar "kotak" dan kaku bertuliskan "ARMY". Penempatan tangki bensin di samping roda kereta samping menarik juga untuk disimak.

Beralih ke pesawat tempur, ini dia yang menarik. Kereta gandeng ini adalah replika pesawat Grumman F4F Wildcat (1940) versi bonsai. Yang menyenangkan, penumpangnya bisa duduk tenang di situ, walau kesempitan. Soalnya, penumpang tidak akan kehujanan karena pintu pesawat yang bisa digeser-geser untuk akses masuk-keluar. Baling-baling di depannya pun disambungkan ke rantai motor sehingga akan ikut bergerak saat motor melaju.

Motor ini juga punya dua logo militer, satu angkatan udara Amerika di buritan, satu lagi Jerman yang berbentuk kecil-kecil dekat kokpit pesawat. Jadi, motor ini bermesin Jepang, berperawakan Amerika, dengan sedikit sentuhan Jerman, dan ditunggangi seorang biker asal Hongaria. Komplet!

Kronologi Kecelakaan Pesawat Merpati MA 60 di Kaimana

Kronologi:

1. Kecelakaan berawal dari buruknya cuaca di sekitar landasan di Kaimana. Hujan deras dan angin kencang membuat pandangan pilot kurang maksimal saat hendak mendarat. Menunggu cuaca baik, pesawat berputar terlebih dahulu di atas landasan.

2. Pilot pesawat MA 60 diduga tak melihat dengan jelas landasan. Berputar-putar terlalu lama, mesin pesawat pun mulai panas. Kondisi overhead diduga memaksa pilot untuk mengambil tindakan cepat.

3. Mendaratkan pesawat di laut adalah salah satu opsinya. Sayangnya, berdasarkan laporan yang diperoleh Kemenhub, pesawat terlalu kencang menghantam perairan Kaimana yang cukup dalam.

Fakta:

1. Pesawat yang jatuh tersebut bertipe MA 60 dengan serial number 2807. Pesawat dibuat tahun 2010. Jam terbang pesawat ini baru 615 jam dan total pendaratan 764 cycle.


2. Pesawat Merpati jenis MA60 terjatuh dalam penerbangan rute Sorong-Kaimana-Nabire-Jayapura. Pesawat jatuh sekitar pukul 14.00 WIT.

3. Mendarat di laut itu ada dua jenisnya kalau dia bagus tidak akan pecah, tapi katanya sewaktu landing pesawat pecah dan lautnya cukup dalam itu langsung tenggelam ke dalam laut karena pecah.

4. Sampai saat ini korban tewas yang berhasil ditemukan tim evakuasi menjadi 17 orang.(08/05/11) 03.00

5. Evakuasi dilakukan oleh TNI AL, Kepolisian, Tim SAR, dan masyarakat setempat. Evakuasi dilakukan 3x24 jam, apabila 3x24 jam tidak ditemukan korban maka kita anggap tewas semua. Kendala pada saat proses evakuasi adalah perairan di Kaimana yang cukup dalam sampai 10 meter.


Kemenhub Belum Tahu Pesawat Merpati Hancur di Udara atau di Laut

Petugas menara pengawas Bandara Kaimana mengatakan pesawat Merpati lost contat sesaat setelah confirm hendak mendarat. Tapi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih belum tahu pesawat hancur sejak di udara atau pada saat menghantam laut.

"Namun pada saat pilot mendarat saya nggak tahu itu gimana aslinya. Apakah itu ditching atau meledak di udara," ujar Dirjen Perhubungan Udara Harry Bhakti dalam jumpa pers di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Harry belum tahu apakah kecelakaan ini disebabkan human error atau masalah mesin pesawat. Cuaca buruk dan faktor tempat bandara yang susah dicapai hanyalah faktor pendukung terjadinya kecelakaan itu.

"Kalau masalah human error atau masalah mesin pesawat itu belum tahu. Karena ini cuma faktor mendukung, faktor cuaca jelek dan juga faktor bandara yang susah untuk dicapai karena berposisi di antara gunung dan laut," tuturnya.

Sesuai prosedurnya, pesawat harus melakukan overhead atau berputar sekali karena cuaca hujan. Hal ini dimaksudkan agar pilot bisa mengetahui keadaan landasan.

"Apabila sudah seperti itu keputusan ada di tangan pilot apakah akan mendarat atau melakukan pendaratan di tempat lain karena cuaca hujan," terangnya.

Tetapi entah kenapa tiba-tiba menara pengawas lost contat dengan pesawat bernomor Penerbangan MZ 8968 itu.

Kronologi Sementara Kecelakaan Merpati

Ini dia.. kronologi sementara kecelakaan pesawat milik Merpati di Kaimana. Kronologi sementara ini dipaparkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti.

Pesawat berkapasitas 56 penumpang tersebut hanya diisi 21 penumpang yang terdiri dari 18 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Jumlah kru pesawat 6 orang terdiri pilot (Capt Purwadi Wahyu) dan kopilot, dua pramugari, serta dua teknisi.Pesawat MA-60 dengan registrasi PK-MZK dan nomor penerbangan MZ 8968 milik Merpati Nusantara Airlines berangkat dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, pukul 12.45 WIT. Pesawat diperkirakan akan mendarat di Bandara Utarom di Kaimana pukul 13.55 WIT.

Pesawat sudah dalam posisi melintas di atas landasan pacu Bandara Utarom. Prosedur pendaratan di bandara ini memang cukup unik. Di sebelah kiri landasan pacu terdapat gunung yang cukup tinggi. Pesawat dari Sorong harus naik ke atas melewati gunung tersebut dan melintasi landasan pacu. Kemudian pesawat harus belok ke kiri untuk menempatkan posisi pendaratan di Runway 01.

"Kontak terakhir pilot dengan menara air traffic control (menara ATC) di bandara adalah pesawat sudah belok ke kiri dan siap untuk mendarat. Setelah itu, pesawat langsung hilang komunikasi," ujar Herry Bakti.

Pada saat itu, di sekitar bandara hujan deras. Namun, pesawat bisa mendarat karena sebelum pesawat milik Merpati ini akan mendarat, ada pesawat lain yang sudah mendarat. Pesawat Merpati ini diperkirakan ditching (melakukan pendaratan di air/ laut) dan pecah menjadi dua bagian begitu mendarat. Kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.05 WIT di perairan Kaimana sekitar 500 meter dari ujung landasan.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More