AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Robot. Show all posts
Showing posts with label Robot. Show all posts

Robot Terbang Seperti Burung (Video)

Kecanggihan teknologi memungkinkan robot meniru tingkah laku manusia ataupun binatang. Seperti halnya robot berbentuk burung ini yang benar-benar bisa terbang dengan gerakan layaknya burung sungguhan.

Para teknisi di perusahaan teknologi Jerman, Festo, mengembangkan robot yang dinamakan SmartBird. Robot ini bisa otomatis mengudara, hanya dengan mengepakkan sayapnya di awal penerbangan.

Markus Fischer selaku Head of Corporate Design Festo mempertunjukkan pada audiens mengenai kebolehan sang burung robot. Tampak dalam video, burung itu terbang dengan sempurna mengitari ruangan dan mendapatkan tepuk tangan meriah.

SmartBird terinpirasi oleh burung camar, dengan bentuk yang lebih besar. Lebar sayapnya sekitar dua meter dan rangka terbuat dari karbon fiber. Pergerakan SmartBird bisa dikontrol dan dimonitor dari jauh melalui hubungan radio.

Seperti diikutip dari Cnet hal paling menarik dari SmartBird adalah kepakan sayap dan pergerakannya di udara bisa persis sama dengan burung asli. Inilah yang membuatnya memukau hadirin.

"Kami belajar dari burung bagaimana cara menggerakkan sayapnya, namun di sisi lain juga efisien dalam penggunaan energi," kata Markus.

SmartBird ketika diterbangkan.



Refrensi

Band Robot Bawakan Lagu Marilyn Manson

Semakin hari, kemampuan robot semakin mirip manusia. Bahkan beberapa tugas yang sangat 'manusia', dengan kecanggihan teknologi bisa pula dilakukan oleh robot. Seperti yang satu ini, robot tampil sebagai grup band membawakan lagu.

Adalah James Cochrane asal Toronto, Kanada yang merakit band robot bernama End of Life (EOL) ini. Dengan kecermatannya, Cochrane berhasil menghadirkan 'kekuatan musik' yang dihasilkan oleh robot.

Anda yang menggemari Marilyn Manson, pasti tertarik melihat penampilan EOL. Pasalnya, salah satu lagu yang dimainkan dengan sangat bagus oleh EOL adalah The Beautiful People milik penyanyi eksentrik tersebut, wow!

Dikutip dari Gadget Gizmos, ini bukan pertama kalinya Cochrane merakit robot yang pandai bermain musik. Tahun lalu, dia merilis video Youtube yang menampilkan band robot lainnya.

Di halaman video tersebut, Cochrane menyebutkan bahwa seperangkat alat musik yang digunakan dikendalikan oleh solenoid atau bahan metal yang dapat ditarik dan diulur.

Hampir sama dengan robot band sebelumnya, semua alat musik yang dimainkan EOL pun dikendalikan oleh solenoid. Namun alat musik yang digunakannya kali ini lebih sedikit, yakni gitar listrik, bass, drum dan cello. Semua alat musik ini tergabung secara mekanik dan diprogram untuk memainkan lagu. Penampilan EOL dapat dilihat pada link berikut.




Refrensi

Piala Dunia Sepakbola Robot Digelar

Piala dunia sepakbola tidak hanya milik manusia, para robot pun memiliki ajang serupa. Bertajuk RoboCup 2011, pesepakbola robot terbaik dari berbagai negara berkumpul di Istanbul, Turki, untuk memulai kick-off.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, setelah 14 tahun bergulir, RoboCup yang digelar tahun ini dirancang untuk menyiapkan robot pesepakbola yang lebih canggih. Bahkan mereka digadang-gadang dipersiapkan untuk mengalahkan pesepakbola manusia pada tahun 2050 mendatang.

Dilansir BBC dan dikutip, kompetisi ini bertujuan mengerahkan inovasi dalam pembuatan robot. Dalam pertandingan sepakbola, para robot dilatih menangani berbagai masalah.

Tak hanya menghadapi masalah dasar seperti vision atau penglihatan, robot-robot ini juga harus bisa bekerja sama sebagai satu tim. Semua robot yang bermain harus bersifat otomatis, kendati mesin dapat menyampaikan informasi secara wireless.

RoboCup selalu mengalami perkembangan kualitas robot maupun jumlah peserta yang mengikutinya. Pada 2010, sekitar 500 tim dari 40 negara termasuk diantaranya Iran, Taiwan dan Chile ikut ambil bagian dalam perhelatan ini.

Robot Pengisap Radiasi Beroperasi

April lalu, operator reaktor nuklir Fukushima, Jepang, Tokyo Electric Power Co (TEPCO), mendatangkan dua robot produksi iRobot Amerika Serikat bernama Warrior dan Packbot. Tujuannya, antara lain, membantu mengalirkan air untuk pendinginan dan mengukur radiasi yang ada di sekitar reaktor.
Empat bulan setelah krisis nuklir Fukushima akibat gempa dan tsunami Maret lalu, TEPCO pun punya program lain. Perusahaan tersebut berniat membersihkan radiasi yang ada di sekitar reaktor Fukushima, sekali lagi dengan bantuan robot.
Improvisasi dilakukan dengan mengintegrasikan vacuum cleaner robotik dan sistem pendukungnya pada robot Warrior yang sebelumnya telah dipakai. Dengan cara ini, paparan radiasi yang mengancam pekerja yang sedang melakukan reparasi dikurangi dan akumulasi pasir tersedot.
Pembersihan radiasi sudah dimulai sejak 1 Juli lalu. Apakah program ini berhasil? Sejauh ini belum ada informasi terkait, jadi tunggu saja. Video di bawah ini menunjukkan bagaimana Warrior membersihkan radiasi dan pasir.




Refrensi

Robot Lego Buatkan Pancake Lezat

Hampir sebagian besar orang menyukai pancake. Ya, sejenis kue dadar yang disajikan dengan variasi topping manis atau asin ini memang kerap menggugah selera. Nah, bagaimana jika robot yang membuatnya?

Seperangkat robot yang dikombinasikan dengan lego berwarna-warni bisa menyajikan pancake lezat untuk Anda. Bentuknya pun tak hanya bulat seperti pancake pada umumnya.

Dalam sebuah rekaman video, tampak robot lego dengan cekatan menuangkan adonan pancake ke wajan datar di hadapannya. Menariknya, si robot membuat pancake berbentuk kepala tokoh tikus Disney Mickey Mouse dan kereta.

Robot ini bisa membuatkan pancake bentuk apa saja seperti yang kita inginkan. Dikutip dari Ubergizmo, ini berkat program robot Python NXT dan LEGO Mindstorms.

Bentuk pancake yang dibuat berdasarkan gambar berbasis file teks menggunakan tiga koordinat yang pada dasarnya mengarahkan seluruh penggerak robot gerakan-gerakan rinciyang diperlukan dalam menciptakan sebuah bentuk.

Memang menarik. Tapi sayang robot lego ini tidak untuk dijual. Pembuatnya, Mexican Viking belum berniat untuk mengembangkan prototipe tersebut lebih lanjut dan memproduksinya secara massal.

Treebot, Inovasi Robot Pemanjat Pohon

Terinspirasi oleh ulat kecil pemanjat pohon, China membuat sebuah robot yang diberi nama Treebot. Robot tersebut dapat memanjat pohon dan ditujukan untuk pelestarian hutan.

Treebot merupakan robot Slinky yang dapat mencengkram pohon dengan kaki menyerupai laba-laba yang digunakan untuk memanjat sebuah pohon yang besar sekalipun seperti pohon hutan.

Seperti dikutip Straits Times, robot ini telah dilengkapi dengan kamera yang berfungsi untuk menemukan benda atau apapun yang memiliki dampak berbahaya terhadap hutan. Meskipun letaknya tinggi dan berada di tengah dedaunan. Tubuh robot ini tersegmentasi sehingga memungkinkan untuk beradaptasi dengan dahan yang rumit dan bisa berbolak-balik secara elastis.

"Pada dasarnya saya menggunakannya untuk mengamati bagaimana cacing ini berjalan di pohon dan ini memberikan saya banyak ide," ujar Dr Yangsheng Xu, pembuat Treebot sekaligus profesor Chinese University, di Hong Kong.

"Saya pikir, Kami harus mengembangkan sebuah robot pemantau situasi hutan, apalagi sekarang banyak terjadi kebakaran dan bencana lingkungan yang banyak terjadi di kawasan hutan," tambah Xu.

Treebot yang dilengkapi kamera ini dapat mengirimkan gambar secara real time dan telah menggunakan teknologi sel surya. Sehingga, tidak perlu melakukan isi ulang untuk memberikannya tenaga pada robot tersebut. Walaupun, robot ini hanya memiliki bobot 600gram, namun robot ini mampu membawa suatu benda yang beratnya tiga kali lebih berat dari bobotnya tersebut.

"Ini bisa memanjat ke berbagai macam pohon, mulai dari permukaan yang halus, permukaan kasar, bahkan dapat berjalan ke berbagai penjuru, dari  yang besar maupun kecil. Selain itu, secara otomatis dapat menempel pada cabang sehingga mobilitasnya sangat baik," pungkasnya.

Akan tetapi, Treebot masih harus disempurnakan karena masih membutuhkan perbaikan di beberapa hal yang meliputi, kamera yang masih kurang fokus pada cahaya gelap dan cenderung slip ketika pohon dalam keadaan basah.

Namun Dr Xu mengatakan Treebot sangat berpotensi dan akan segera merangkak jalan ke pohon yang ada di seluruh dunia.

Refrensi

Robot yang Pintar Memeluk

Pelajar asal Jepang menciptakan robot yang mungkin membantu pemiliknya mengatasi kesendirian. Bernama Sense Roid, robot yang dikembangkan bisa memeluk penggunanya ketika pengguna pun memeluknya. Jadi, siapapun yang merasa sendiri, ia tinggal mengatakan, "Oh, peluklah aku robot kekasihku," dan si robot pun segera memeluk.
Dibuat oleh tim dari University of Electro-Communication, Jepang, Sense Roid berbentuk seperti manekin yang memakai jaket. Permukaan robot ini terbuat dari bahan silikon dan dilengkapi dengan sensor tekanan sehingga bisa menjalankan fungsinya. Untuk mendapatkan pelukan obot, seseorang harus menmakai jaket yang diperlukan.
Ketika jaket robot dan jaket pengguna bertemu, maka ada tekanan akibat udara dan getaran akan tercipta sehingga menstimulasi robot untuk membuat gerakan pelukan. Sense Roid membuat gerakan pelukan dengan meniru gerakan pengguna yang memeluknya. Robot mendeteksi gerakan pengguna dengan sesnor mikro yang dimilikinya hingga akhirnya membuat gerakan secara real time. Jadi, bisa dikatakan bahwa pngguna sedang memeluk dirinya sendiri.
Nobuhiro Takahashi, salah satu yang ikut membuat, mengatakan, "Banyak orang merasa terkejut dan tak nyaman dengan pengalaman tak biasa ini, tapi mereka perlahan mulai menyesuaikan dan akhirnya merasa nyaman." Banyak orang merasa nyaman ketika memeluk pacarnya dan Takahashi penasaran perasaan orang ketika memeluk dirinya sendiri.
Takahashi menambahkan, robot ini bisa dipakai untuk membantu terapi medis atau memberi kenyamanan kepada orang tua yang hidup sendiri. Meski demikian, sejauh ini belum ada rencana untuk memproduksi robot ini secara massal.

FitBots, Robot Manekin yang Meniru Bentuk Badan

Setelah sebelumnya hadir khusus untuk lelaki, kini dunia shopping online kehadiran satu tenaga kerja baru lagi untuk konsumen wanita. Sebuah manekin robot yang akan menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan bentuk badan pembeli.
Perkenalkan FitBots, sebuah manekin robot yang mampu mengkopi bentuk badan seseorang.
Diluncurkan perdana di toko pakaian Hawkers and Curtis, robot ini diyakini pembuatnya akan melayani pengunjung online dengan baik.
Diklaim bos Fits.me Virtual Living Room, Heikki Haldre, robot ini mampu meniru tipe badan wanita seperti apapun. "(Robot ini)memberikan wanita kenyamanan untuk belanja online tanpa harus perlu menukar kembali."
Sebelumnya robot seperti ini memang pernah diciptakan dari tahun 2010 silam untuk Pria. FitBots untuk wanita memang memakan waktu pengembangan lebih lama. Alasannya, karena bentuk tubuh wanita jauh lebih rumit dibanding bentuk tubuh pria.
FitBots dibangun dari panel-panel fleksibel yang dapat berubah bentuk dan ukuran dari kecil (S) hingga ekstra besar (XL).
Konsumen yang ingin menggunakan layanan robot ini tinggal memasukan ukuran badan mereka di formulir online, dan seketika robot ini akan segera merubah bentuk tubuhnya sesuai dengan input yang diberikan.
Menurut pengembang teknologi dari Professor biorobotics Universitas Teknik Tallinn, Maarja Kruusmaa. Robot ini mampu meniru bentuk badan penggunanya dengan tingkat kesamaan paling sedikit 85%.
Sayangnya, pembeli belum bisa melihat langsung proses transformasi robot ini. Fits.me hanya akan mengambil foto dari robot ini yang telah terbalut pakaian pilihan pengguna. Selanjutnya pengguna dapat mereview foto-foto tersebut melalui akun mereka.




sumber

Robot Berkamera untuk Area Berbahaya

Muhamad Yusvin Mustar, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil membuat robot berbentuk tank yang menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV) wireless dan menggunakan microcontroller.
Yusvin Mustar menuturkan, melalui robot yang dibuatnya, pemantauan secara langsung di tempat yang diduga berbahaya dapat dilakukan dengan aman. "Misalnya bangunan tersebut nyaris roboh, maka robot itu dapat dikendalikan secara jarak jauh sehingga orang tetap bisa memantau keadaan apakah bangunan di dalamnya cukup aman untuk dimasuki atau tidak," kata Yusvin di Kampus Terpadu UMY, Kamis (23/6/2011) kemarin.
"Selain itu, robot juga berfungsi untuk mengetahui apakah di dalam ruangan tersebut terdapat benda berbahaya, misalnya bom. Sehingga ketika memang berbahaya, maka risiko kecelakaan dapat dikurangi," sambungnya. "Orang cukup mengetahui apa yang ada dalam ruangan melalui pantauan robot berkamera yang gambarnya dapat dilihat di layar komputer," tambahnya.
Dalam penuturannya, robot tersebut dapat bergerak ke depan, mundur ke kanan maupun ke kiri. "Kamera yang digunakan pun juga bisa bergerak ke kanan, kiri, atas, bawah. Orang bisa menggerakkan menggunakan remote," tambahnya.
Robot ini dapat bekerja optimal pada kondisi jarak 1-11 meter. "Sedangkan ketika hanya untuk menjalankan robot tanpa menggunakan sistem penggerak kamera dan sensor tabrak, robot dapat bekerja maksimal pada kondisi jarak 1-27 meter," tuturnya.
Yusvin menambahkan, robot ini dapat beroperasi di dua tempat baik di dalam maupun luar ruangan. "Selain itu robot dilengkapi dengan sensor tabrak berupa switch yang berada pada bagian depan, belakang, sisi kiri dan kanan robot. Nantinya ketika sensor robot menabrak rintangan di depan atau samping, maka sensor dalam remote control akan menyala sehingga kita dapat mengetahui kondisi robot pada saat mendapat rintangan," katanya.

Sepasang Robot Bisa Siapkan Sarapan

Sepasang robot bekerja sama mempersiapkan sosis jerman untuk sarapan. Uji coba ini bertujuan mengetahui kemampuan pengenalan dan mekanisme kontrol robot.

Robot bernama James yang dikembangkan para peneliti CoTeSys dan Technische Universitat Muenchen (TUM) pergi berbelanja di sebuah toko. Setelah selesai berbelanja, ia membawa bahan-bahan makanan ke robot lain bernama Rosie yang sedang merebus air, menunggu sosis matang sebelum diletakkan di dalam mangkuk. Sementara itu, James memotong roti dan menyediakan sarapan bagi para pembuat robot.

Baik Rosie maupun James menggunakan Kinect untuk bekerja menggunakan berbagai peralatan dapur. Menurut siaran berita yang diterbitkan Technical University Munich (TUM), robot-robot tersebut dapat belajar dari kesalahan. "Kemampuan mereka terus berkembang," demikian dijelaskan oleh TUM.

Kilobot, Batalyon Robot Buatan Harvard

Kilobot, sebuah robot yang dikembangkan di Self Organizing Systems Research Group, Harvard University punya keunikan. Jika sebagian besar robot dirancang untuk bekerja individual, maka Kilobot dirancang untuk bekerja dalam kelompok layaknya batalyon prajurit robot.
Kilobot bisa diprogram untuk melakukan tugas tertentu bersama kilobot-kilobot lainnya dalam waktu kurang dari 40 detik dan dikontrol melalui pengendali inframerah. Sekali tugas selesai dirancang, maka satu Kilobot bisa langsung berkomunikasi dengan Kilobot lainnya.
Robot ini terbuat dari bahan yang sangat murah. Biaya pengembangan satu unit Kilobot terhitung sangat murah, cuma 14 dollar AS. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu unit robot juga hanya 5 menit sehingga menjadikan Kilobot unik dibandingkan robot secanggih apapun.
Harvard saat ini telah sanggup menjalankan satu misi dengan batalyon beranggotakan 25 Kilobot. Ditargetkan, nantinya misi bisa dijalankan dengan batalyon yang beranggota 1024. Kalau target ini bisa tercapai, pasti banyak pekerjaan keren yang bisa dilakukan.

Robot Saingi Manusia Main Biliard

Dengan bantuan kamera yang dipasang di atas meja, si pemain biliard berusaha membaca situasi. Dia pun mencari angle bidikan yang tepat untuk melakukan 'tembakan'. Menariknya, pemain yang tengah membidik sasaran ini adalah robot!

Berwujud sebagai robot tangan, pembuatnya memang merancangnya untuk lihai bermain biliard. Robot ini adalah proyek yang dikerjakan Thomas Nierhoff dari Institute of Automatic Control Engineering at Technische Universitat Munchen, Jerman, bersama dua rekannya Omiros Kourakos dan Sandra Hirche.

Soal kemampuan, jangan remehkan. Seperti dilansir Engadget, robot tangan ini bisa memasukkan hingga lima bola dalam satu row, dengan tingkat kesuksesan hingga 80 persen.

Nierhoff dan timnya masih terus mengembangkan robot tangan ini untuk meningkatkan kemampuannya, terutama pada fungsi kamera yang diletakkan di atas meja. Kemampuan kamera yang terkoneksi dengan robot ini akan sangat membantu robot melakukan bidikan-bidikan yang akurat.

Kaleng Bir Bertransformasi Jadi Robot

Siapa bilang robot harus terbuat dari komponen mahal dan canggih? Seorang pembuat robot di Jepang membuktikan bahwa barang yang sudah tak terpakai seperti kaleng bir, bisa bertransformasi menjadi robot.

Ya, robot bernama CanBot yang dibuat oleh Ron Tajima ini memang tampak sederhana jika dibandingkan dengan sekian banyak robot canggih yang ada saat ini. Namun keunikannya cukup mencuri perhatian.

Orang mungkin menyangka CanBot yang sedang berdiri di atas meja adalah sekaleng bir. Namun ketika digerakkan, mereka akan terkejut melihat kalen tersebut bisa memunculkan tiga kaki, berjalan atau menggelinding.

Uniknya lagi seperti dikutip dari PopSci, CanBot yang ditenagai sebuah baterai kecil ini digerakkan oleh kotroller Wii Nintendo, sehingga memudahkan Tajima memberi perintah kepada CanBot.

Namun prototipe robot ini tidak bisa berinteraksi dengan robot lain atau bahkan manusia seperti kebanyakan robot saat ini. Tajima berencana mengembangkan robot sederhananya ini lebih jauh lagi.

Motor Lipat U3 Berbentuk Robot Transformer

undefined
London Jika sepeda lipat kini banyak digemari dan menjadi sebuah tren terbaru. Maka motor lipat yang lebih simpel dan multifungsi pun dibuat, Uno III Streetbike atau U3 adalah motor lipat masa kini berbahan bakar elektrik.

Dilihat dari bentuknya, motor sport itu tampak seperti anggota robot dalam film Transformer. Bentuknya yang agronomis memnungkinkan motor ini muat di dalam lift. Jadi, Anda tidak perlu takut tidak mendapatkan tempat parkir.

U3 bisa melakukan perjalanan 30 miles atau 48 kilometer dalam satu kali pengisian batere. Motor ini juga bisa melaju kencang hingga 48 kilometer per jam. Harganya 4500 Poundsterling atau Rp 48 juta per unit.


sumber

Robot Bisa Ciptakan Bahasa Sendiri

Apa jadinya jika robot memiliki bahasa sendiri? Mungkin kita akan takjub sekaligus terbengong-bengong melihat para robot saling berkomunikasi dengan cara mereka sendiri. Wow!

Para peneliti dari University of Queensland di Brisbane, Australia, dengan bangga menunjukkan bahwa robot ciptaan mereka, Lingodroid, mampu menciptakan bahasa sendiri.

Cara kerja Lingodroid, disebutkan mereka, cukup kompleks. Namun secara sederhana, dijelaskan tim pencipta Lingodroid bahwa robot mereka dilengkapi dengan kamera dan laser yang memungkinkannya mengerahkan kemampuan berbahasa. Robot menghasilkan 'kata' berdasarkan gambar dan situasi yang ditangkapnya melalui kamera di tubuhnya.

Dikutip dari Ubergizmo, Lingodroid dirancang untuk bisa bekerja bersama dalam sebuah tim dan memetakan area di mana mereka berada. Ketika salah satu robot menemukan area baru, dia akan menyimpan data lokasi dan memberi nama area tersebut dengan kata yang dihasilkannya.

Informasi lokasi itu lantas dibagi ke Lingodroid lain di area tersebut. Selanjutnya, robot lain menambahkan area yang telah ditemukan ke peta mereka sehingga lebih mudah dikenali dari namanya. Robot ini bisa berjalan ke lokasi tertentu ketika diperintahkan oleh robot lain.

Luna, Si Asisten Pribadi

Dia bernama Luna dan mau melakukan apa saja yang Anda perintahkan. Bisa Anda miliki di rumah mulai tahun ini.

Luna adalah robot seukuran manusia yang dapat diprogram untuk melakukan pekerjaan tertentu. Luna diharapkan jadi terobosan besar dalam dunia robotika, "Seperti apa ponsel pintar sebabkan dalam dunia komputasi bergerak," kata Fred Nikgohar, CEO RoboDynamics, perusahaan pembuat Luna.

Nikgohar mengatakan kalau industri robotika saat ini gagal membuat robot rumahan, di luar mainan dan penyedot debu. "Bahkan robot seperti ROS dari Willow Garage masih terlalu sulit bagi orang tanpa gelar PhD dalam robotika," katanya. Ia berharap, "Ada robot yang didesain dengan baik dengan harga terjangkau sebagai pencetus inovasi."

Luna dapat beroperasi berdasarkan program-program yang ada di dalamnya. Luna sendiri beroperasi dengan sistem operasi berbasis Linux, disebut LunaOS, dan akan memiliki toko peranti lunak yang disebut Luna App Store. RoboDynamics menjelaskan bahwa akan banyak aplikasi yang tersedia untuk menambah fungsi Luna.

Perangkat keras Luna terdiri dari prosesor Dual Core Atom 2GHz dengan kapasitas penyimpanan 8 GB yang dapat ditambah hingga 32 GB. Luna punya koneksi jaringan nirkabel dan koneksi jaringan seluler. Tampilannya menggunakan layar sentuh seukuran 8 inci.

Dalam beberapa minggu ke depan, RoboDynamics berencana merilis informasi lebih lengkap mengenai edisi pertama Luna, sekaligus model yang akan datang, harga, dan ketersediaan. Saat ini, diperkirakan Luna akan dihargai 1.000 dollar AS.

Robot Terbang Pelacak Penjahat

Perusahaan Aeryon, produsen unmanned aerial systems (UAS) ternama dari Kanada, memproduksi robot terbang yang bisa digunakan untuk melacak para penjahat. Robot terbang yang dinamai Scout itu, menurut Aeryon, memiliki kecerdasan buatan terbaik dan paling mengagumkan yang ada saat ini.

Sederhana dalam pemakaiannya, pengguna cukup menyentuh titik tertentu pada Google Map yang ditampilkan di kontrol layar sentuh. Begitu disentuh, robot akan terbang ke lokasi target dengan kecepatan 30 mph untuk merekam video kualitas tinggi yang bisa ditayangkan secara real time di komputer, notebook, dan bahkan iPhone.

Scout bisa terbang hingga ketinggian 500 kaki di atas tanah dan bisa menampilkan citra close up dari area sejauh 300 meter. Empat bilah rotor yang dimiliki juga memastikan robot tetap tidak bersuara selama operasi sehingga sulit terdeteksi. Scout dan panelnya mudah dibawa ke mana saja, semakin memudahkan pemakaian.

Dalam demo video di web-nya, Aeryon menunjukkan bagaimana Scout beraksi menangkap citra seorang pencuri yang tengah beraksi. Scout merekam gambar dengan baik dan dengan fitur zoom-nya, pengguna bisa melihat wajah pencuri dengan jelas. Bagi kepolisian, robot terbang ini sangat membantu.

Scout bahkan juga cocok bagi misi militer dan pengintaian. Di web-nya tertulis, "Saat ini akses intelijen udara berkualitas tinggi adalah persyaratan lapangan, bukan kemewahan. Ini bisa jadi yang menentukan keberhasilan dan kegagalan misi, hidup atau mati. Scout menyediakan intelijen udara yang diperlukan langsung ke lokasi."

Salah satu fitur andalan Scout adalah self correcting camera, memungkinkan robot tetap fokus pada target. Dengan interface touchscreen dan sistem yang mengambil gambar sekaligus dalam hitungan detik, robot ini memberikan kemampuan intelijen bagi polisi, militer, dan sipil.

Robot ini rencananya dijual dengan harga 50.000 dollar. Saat ini Aeryon tengah berusaha agar Scout bisa terbang di AS. Pembicaraan dengan pihak keamanan dan hukum AS telah dilakukan.

Wozniak: Komputer Ancam Eksistensi Manusia

Co-founder Apple Steve Wozniak mengklaim bahwa teknologi komputer yang kian canggih semakin mengancam eksistensi manusia sebagai makhluk hidup.

Itu diungkapkan Wozniak ketika menerima gelar doktor kehormatan dari Michigan State University berkat sejumlah pencapaiannnya di industri komputer.

Kendati ikut 'membesarkan' industri komputer, Wozniak mewanti-wanti bahwa setiap kali muncul teknologi baru, komputer semakin mengancam keberadaan manusia.

Wozniak mengklaim bahwa artificial intelligence (AI) akan semakin menyerupai manusia. Komputer bisa menjadi 'sahabat' manusia, yang berbicara langsung kepada manusia serta mengetahui dan memahami lelucon yang dilontarkan lawan bicara.

Satu-satunya kelemahan AI adalah tidak adanya indera perasa manusia. Komputer tidak bisa menciptakan karya seni, jika tidak bisa merasakan hal-hal yang bisa dimengerti manusia, seperti tiupan angin di pantai.

Meski begitu, Wozniak mengingatkan bahwa komputer bisa mendengar, melihat dan merasakan gerakan.

"Kita telah menciptakan sebuah spesies baru, itu tidak perlu ditanyakan lagi. Kita adalah kreator (komputer) dan, seperti yang telah saya katakan, kita membuat keberadaan manusia menjadi kurang relevan," cetus Wozniak sebagaimana dikutip dari Tech Eye Oleh AlgoritmaNews.

Mantab.. 5 dari 10 Robot Unikom Juara di Amerika

Tim Robotika Unikom membawa sepuluh robot untuk mengikuti dua kompetisi robot tingkat dunia di Amerika Serikat. Dari sepuluh robot tersebut, lima diantaranya berhasil menjadi juara.

"Lima robot kita berhasil meraih juara. Empat dapat emas dan satu dapat perunggu," ungkap Rektor Unikom, Eddy Soeryanto Soegoto saat berbincang.

Unikom bertandang ke Amerika Serikat untuk mengikuti dua kejuaraan robot tingkat dunia.

Ini Dia.. Robot Mendarat di Mars

Para insinyur badan antariksa AS (NASA) telah menentukan jalur pendaratan ke permukaan Planet Mars. Wahana penjelajah (rover) bernama Phoenix Mars Lander diharapkan memulai debutnya sebagai petulang planet merah tersebut sejak mendarat pada 25 Mei 2008.
Lokasi pendaratan dipilih dekat kutub utara Mars, tepatnya di kawasan lembah yang luas bernama Green Valley.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More