Militer AS menembakkan 112 misil Tomahawk dari kapal Amerika dan Inggris, dan kapal selam.
Serangan udara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dari Uni Eropa ke sejumlah titik di Libya diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 48 orang. Serangan udara ini adalah terbesar kedua setelah perang Irak yang menjatuhkan rezim Saddam Husein.
TV Libya mengutip angkatan bersenjata mengatakan 48 orang tewas dan 150 terluka dalam serangan sekutu. Sebagian besar dari korban adalah anak-anak, namun tak ada rincian lebih lanjut mengenai korban tersebut.
TV Libya mengutip angkatan bersenjata mengatakan 48 orang tewas dan 150 terluka dalam serangan sekutu. Sebagian besar dari korban adalah anak-anak, namun tak ada rincian lebih lanjut mengenai korban tersebut.


