AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

NASA Saksikan Komet Menabrak Matahari

NASA telah merilis gambar video dari komet yang menabrak matahari awal bulan ini, setelah kejadian tersebut berhasil direkam oleh pesawat tanpa awak milik lembaga antariksa Amerika Serikat (AS) tersebut.

SoHo, sebuah Heliospheric Observatory yang merupakan operasi gabungan Eropa dan AS tersebut, merupakan pesawat tanpa awak pertama yang melihat komet tersebut menabrak matahari. Komet tersebut menimbulkan ekor yang panjang sebelum menghilang setelah tertelan matahari.

Komet tersebut masuk ke dalam daftar 10 komet teratas dari 2 ribu komet yang pernah dilihat oleh SoHo menabrak matahari, semenjak pertama kali diluncurkan pada tahun 1995. Demikian seperti yang dikutip dari SkyMania.

Satelit kembar NASA lainnya yang bernama Stereo juga melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Komet tersebut diidentifikasi sebagai jenis Kreutz, sebuah pecahan dari komet raksasa yang terpisah dari bagian aslinya, sekira 2 ribu tahun yang lalu, mungkin dikarenakan orbitnya yang dekat dengan matahari.

Jenis komet Kreutz ini dinamakan setelah Heinrich Kreutz, seorang ahli astronomi Jerman abad 19, yang mempelajari komet-komet yang menabrak matahari, yang dianggap sebagai hal lumrah.

Sebelumnya tidak ada komet yang begitu dekat dengan Matahari, meski pada bulan Maret 2010 melalui coronograph SoHo, terdeteksi pula sebuah komet jenis Kreutz juga mendekati Matahari, dan mungkin akan mengalami nasib yang sama dengan yang lain.



Refrensi

Ilmuwan Buat Baterai Bening untuk iPhone Transparan

Ilmuwan di Stanford University, California, Amerika Serikat (AS), coba menciptakan baterai lithium-ion berbentuk lembaran tipis yang sangat fleksibel dan transparan. Dia berharap, penemuannya bisa dipakai untuk membuat iPhone transparan.

Yi Cui dan timnya, terilhami membuat baterai tembus pandang karena mendambakan gadget Apple transparan suatu saat menjadi kenyataan.

"Saya ingin berbicara kepada Steve Jobs tentang ini. Saya ingin iPhone transparan!," kata Cui yang merupakan ahli baterai sekaligus profesor materi ilmiah di Stanford University.

Cui membuat baterai tersebut bersama dengan salah satu mahasiswanya Yuan Yang, yang merupakan penulis pertama makalah tentang baterai lithium-ion transparan.

"Jika sesuatu tampak lebih kecil dari 50 micron, mata Anda akan seperti melihat benda itu tampak transparan," kata Yang seperti dikutip dari LA Times.

Dijelaskannya, itu daya kekuatan maksimal penglihatan mata manusia berada pada rentang 50 hingga 100 micron. Yang dan Cui membuat semacam kerangka untuk baterai elektroda, yang setiap line-nya berukuran lebar 35 micron.

Karena masih dalam pengembangan, baterai ini masih terus ditingkatkan kemampuannya. Untuk saat ini, baterai ini belum cukup memberikan daya untuk laptop, namun sudah bisa dipakai untuk kamera. Dan Ciu optimistis, baterai yang dikembangkannya tak lama lagi bisa memiliki daya yang lebih kuat.



refrensi

Robot Terbang Seperti Burung (Video)

Kecanggihan teknologi memungkinkan robot meniru tingkah laku manusia ataupun binatang. Seperti halnya robot berbentuk burung ini yang benar-benar bisa terbang dengan gerakan layaknya burung sungguhan.

Para teknisi di perusahaan teknologi Jerman, Festo, mengembangkan robot yang dinamakan SmartBird. Robot ini bisa otomatis mengudara, hanya dengan mengepakkan sayapnya di awal penerbangan.

Markus Fischer selaku Head of Corporate Design Festo mempertunjukkan pada audiens mengenai kebolehan sang burung robot. Tampak dalam video, burung itu terbang dengan sempurna mengitari ruangan dan mendapatkan tepuk tangan meriah.

SmartBird terinpirasi oleh burung camar, dengan bentuk yang lebih besar. Lebar sayapnya sekitar dua meter dan rangka terbuat dari karbon fiber. Pergerakan SmartBird bisa dikontrol dan dimonitor dari jauh melalui hubungan radio.

Seperti diikutip dari Cnet hal paling menarik dari SmartBird adalah kepakan sayap dan pergerakannya di udara bisa persis sama dengan burung asli. Inilah yang membuatnya memukau hadirin.

"Kami belajar dari burung bagaimana cara menggerakkan sayapnya, namun di sisi lain juga efisien dalam penggunaan energi," kata Markus.

SmartBird ketika diterbangkan.



Refrensi

Jepang Coba Mengambil Es Panas

Dalam percobaan lepas pantai, Jepang akan berusaha untuk mengambil gas alam dari dasar laut yang menyimpan hidrat metana atau yang dikenal dengan 'Es Panas'.

Tes ini direncanakan akan dilakukan pada bentangan laut barat daya Tokyo, antara Shizuoka dan prefektur Wakayama. Penelitian ini akan berlangsung hingga bulan Maret 2013.

Kementrian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang sedang mempersiapkan anggaran lebih dari 10 milyar yen atau setara dengan USD 127,5 juta. Pemerintah juga akan mendukung penelitian lebih lanjut dan bertujuan untuk pengeboran komersial untuk memulai awal dekade berikutnya.

Hidrat metana atau 'Es Panas' ditemukan di lingkungan dengan tekanan tinggi dan suhu rendah seperti dasar laut, sering dekat faultlines, di mana gas mengkristal pada kontak dengan air laut yang dingin.

"Jika percobaan lepas pantai ini berhasil, maka akan menjadi yang pertama di dunia,"ungkap Nekkei financial daily, seperti yang dilansir Yahoo News.

Metana sebelumnya diekstrasi dari hidrat metana di daratan Kanada pada tahun 2008 dan menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh Jepang.

Jepang kini sadang mencari untuk diversifikasi sumber daya energi sejak peristiwa gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu yang menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima. Padahal pembangkit listrik ini sudah menyediakan listrik di Jepang selama 25 tahun dan menggunakan Nuklir sebagai energi utamanya.

Kini Jepang miskin akan sumber daya dan sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Baru-baru ini Jepang menemukan sepertiga dari kebutuhan listriknya dengan tenaga nuklir yang masih dimilikinya, tapi sekarang negri sakura ini berencana untuk meningkatkan energi terbaru seperti tenaga matahari dan angin.

Ditemukan, Satelit Baru Pluto

Planet kerdil Pluto di ujung tata surya selalu menyimpan misteri. Setelah kontroversi terkait statusnya sebagai planet ramai diperbincangkan pada tahun 2006, kini sejumlah astronom menemukan fakta baru bahwa Pluto dikelilingi lebih dari tiga satelit.
Seperti dirilis Space.com, 21 Juli, Teleskop Hubble mendeteksi kehadiran benda seperti asteroid kecil yang mengelilingi Pluto. Obyek atau satelit ini kemudian dikenal dengan identitas P4. Ini merupakan satelit keempat yang ditemukan mengelilingi Pluto setelah Nix, Hydra, dan Charon.
Satelit terbaru ini kemungkinan besar akan diberi nama Cerberus. Alan Stern, ilmuwan yang membidangi tentang planet, mengungkapkan, temuan terbaru tentang satelit keempat Pluto ini sebetulnya tidak mengejutkan. Salah satu temuan terbaru lainnya adalah fakta bahwa Pluto ternyata memiliki atmosfer yang terdiri dari nitrogen, karbon monoksida, dan gas metana.
Ia meyakini, akan masih ada kejutan lainnya yang belum banyak diungkap dari Pluto. Jaraknya yang sangat jauh menyulitkan pengamatan obyek tata surya ini. Jarak dari Puto ke Matahari adalah 5,87 miliar kilometer atau 39 kali lipat jarak Matahari ke Bumi.
Untuk lebih mengetahui detail mengenai Pluto, NASA meluncurkan wahana New Horizons pada Januari 2006. Untuk mencapai Pluto, dibutuhkan waktu setidaknya sembilan tahun. Wahana ini diperhitungkan akan mulai mendekati Pluto pada Juli 2015 dan mulai melakukan pengamatan di sana.

Teknologi Baru Kembangkan Desa Tertinggal

Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) saat ini tengah mengembangkan 50 kabupaten yang masih tergolong dalam wilayah tertinggal. Kendala yang dihadapi adalah lokasi yang terpencil dan masih belum memperoleh pasokan listrik.

Karena itu, Kementrian PDT menggandeng pihak swasta untuk menghasilkan teknologi baru yang dapat mempermudah percepatan daerah tertinggal. Salah satunya adalah PT Imitshu yang bergerak di bidang energi, menghasilkan penemuan baru berupa produk generator yang dapat digunakan untuk pengembangan pembangunan daerah tertinggal.

Direktur Utama PT Imitshu Ricky Wee mengatakan produk tersebut dinamakan Nano Wave yang dapat menjadi self generator tanpa solar dan mampu mengaliri listrik dengan daya sepuluh ribu watt. Ia mengklaim, produk tersebut dapat dibeli oleh pemerintah daerah dengan harga terjangkau dan mampu mengaliri listrik di satu desa.

“Jadi Nano Wave ini yang pertama di dunia, bentuknya self generator dan bisa charger sendiri tanpa solar, sengaja diciptakan untuk pengembangan desa tertinggal,” jelasnya kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata.

Penemuan tersebut, kata Ricky, bisa dipakai untuk menerangi perangkat Penerangan Jalan Umum (PJU), rumah penduduk, hingga menghidupkan mesin air. “Kami bersinergi dengan pemerintah dengan konsep ramah lingkungan,” jelasnya.

Sementara Menteri PDT Helmy Fhaisal mengatakan produk tersebut sudah mulai dapat diterapkan dan cocok untuk pengembangan desa tertinggal. Hal itu untuk mewujudkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
      
“Salah satu usaha mewujudkan MP3EI adalah dengan menggunakan energi terbarukan, dan percepatan konektivitas pembangunan desa tertinggal, sehingga produk ini bagus untuk mendukung program pemerintah,” tandas Helmy.


Refrensi

Membuat Sel Surya di Atas Kertas

Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology berhasil menciptakan teknologi pembuatan panel surya yang bisa dicetak di selembar kertas. Perkembangan ini membuat pembuatan panel surya lebih murah dan mudah.
Panel surya dari kertas ini cukup kuat walaupun telah dilipat menjadi mainan pesawat terbang. Selain itu, panel surya yang fleksibel tersebut dapat diisi ulang saat terkena cahaya matahari.
Proses pencetakan menggunakan uap, bukan cairan. Penggunaan suhu kurang dari 120 derajat Celsius memungkinkan penggunaan kertas, plastik, atau kain biasa sebagai wadah panel surya.
Peneliti mengatakan, "Panel dari kertas ini menjadi sebuah terobosan yang dapat mengurangi biaya produksi dalam pembuatan panel surya. Biayanya hampir seperseribu biaya panel yang terbuat dari kaca."
Peneliti mengatakan, sel surya yang dicetak di atas kertas ini masih dalam tahap uji coba, efisiensinya masih sekitar 1 persen.
Profesor Teknik Elektro Vladimir Bulovic yang turut serta dalam penelitian ini mengatakan, walaupun efisiensi masih sangat kecil, panel ini sudah bisa menggerakkan alat-alat kecil. "Saya yakin, dalam waktu dekat kami akan menyempurnakan panel surya fleksibel ini," ujarnya.





Refrensi

Robot Pengisap Radiasi Beroperasi

April lalu, operator reaktor nuklir Fukushima, Jepang, Tokyo Electric Power Co (TEPCO), mendatangkan dua robot produksi iRobot Amerika Serikat bernama Warrior dan Packbot. Tujuannya, antara lain, membantu mengalirkan air untuk pendinginan dan mengukur radiasi yang ada di sekitar reaktor.
Empat bulan setelah krisis nuklir Fukushima akibat gempa dan tsunami Maret lalu, TEPCO pun punya program lain. Perusahaan tersebut berniat membersihkan radiasi yang ada di sekitar reaktor Fukushima, sekali lagi dengan bantuan robot.
Improvisasi dilakukan dengan mengintegrasikan vacuum cleaner robotik dan sistem pendukungnya pada robot Warrior yang sebelumnya telah dipakai. Dengan cara ini, paparan radiasi yang mengancam pekerja yang sedang melakukan reparasi dikurangi dan akumulasi pasir tersedot.
Pembersihan radiasi sudah dimulai sejak 1 Juli lalu. Apakah program ini berhasil? Sejauh ini belum ada informasi terkait, jadi tunggu saja. Video di bawah ini menunjukkan bagaimana Warrior membersihkan radiasi dan pasir.




Refrensi

Panasonic Kembangkan Tabung Pembangkit Listrik

Panasonic Corp telah mengembangkan tabung inovatif termoelektrik yang berbahan sumber panas cairan seperti air panas dan uap. Bentuk tabung memungkinkan transfer panas secara langsung dan efisien tanpa penukar panas tambahan.

Panasonic tabung termoelektrik dengan fitur sederhana, terpadu, dan efisien adalah solusi ideal untuk menangkap panas yang tidak terpakai atau terbuang dari air panas dan pabrik. Nantinya penukaran panas tambahan akan menghasilkan daya kepadatan yang tinggi. Demikian seperti dikutip Japan Today.

Termoelektrik merupakan konversi teknologi energi langsung dari panas menjadi listrik dan telah menarik banyak perhatian sebagai solusi energi terbaru. Sejak konvensional termoelektrik generator yang rumit dalam struktur dan dibatasi dalam bentuk datar, mereka sulit untuk peningkatan skala dan melaksanakan.

Efek ini memungkinkan untuk mengontrol arus panas dan arus listrik mandiri dalam bahan, dan menyadari struktur yang cukup sederhana tanpa sambungan listrik yang rumit dan substrat datar. Kinerja pembangkit listrik sangat tergantung pada banyak parameter seperti ukuran dari tabung dan jumlah sumber panas. Panasonic telah mengembangkan teknologi simulasi untuk mengoptimalkan desain tabung thermoelectric dalam rangka untuk memaksimalkan output daya listrik sesuai dengan kondisi sekitarnya.

Panasonic termoelektrik tabung memecahkan masalah ini dengan menggunakan fenomena yang disebut efek konvensional melintang termoelektrik, yang berlangsung di multilayer miring yang terbuat dari bahan termoelektrik termal-resistif dan logam konduktif termal.

Tabung termoelektrik dibangun dengan menumpuk cincin kerucut dari bismuth telluride sebagai bahan termoelektrik dan nikel sebagai logam. Tabung ini memiliki ukuran panjang 10cm, teknologi termoelektrik dapat menghasilkan 1,3 W listrik dengan menjalankan air panas 90 derajat Celcius di dalamnya, dan air dingin 10 derajat C di luar tabung.

Kepadatan daya mencapai 10 kW dengan hanya 1 m3 volume. Pengembangan sistem, optimasi dengan desain dalam studi manufaktur dan saat ini sedang berjalan atau direncanakan, dengan tujuan untuk mewujudkan generator terpadu, efisien, dan ekonomis yang didorong oleh energi panas bumi dan panas limbah di pabrik-pabrik.

Pada perkembangannya hingga saat ini, Panasonic telah memegang 29 hak paten dalam negeri dan 12 hak paten di luar negeri, termasuk beberapa aplikasi yang tertunda.

Apple Kembangkan Metode Tuang, Sentil dan Tiup Data

Peneliti di Apple rupanya sedang merancang berbagai variasi transfer data antar iPhone, iPad atau Mac. Salah satunya, dengan gerakan menuangkan cairan.

Demikian yan terungkap dari pengajuan paten yang dilakukan Apple, seperti dikutip dari TheRegister.

Gerakan menuang dilakukan dengan memegang iPhone di atas iPad yang terlentang di atas meja. Saat iPhone dimiringkan, seperti menuangkan isi gelas, maka data akan berjatuhan ke iPad.

Tak hanya gerakan, animasinya pun sudah disiapkan. Icon-icon di iPhone, misalnya, akan bergerak seakan-akan ditarik oleh gravitasi. Kemudian di iPad sasaran akan muncul ikon yang mengapung.

Gerakan lain yang diajukan dalam paten itu adalah menyentil. Hal ini dilakukan dengan menyentil atau mendorong icon data di layar iPhone atau iPad ke arah perangkat lain.

Mungkin yang paling menarik adalah tipe gerakan ketiga, yaitu meniup. Sejajarkan dua perangkat yang hendak saling bertukar data, tiup salah satunya ke arah perangkat kedua, dan data akan 'terbang' ke sana.

Selain untuk transfer data, paten itu juga mengindikasikan penggunaan gerakan untuk fungsi lain. Misalnya, mengangkat iPhone ke udara seperti obor untuk terhubung ke jaringan.

Akankah paten ini terwujud dalam produk-produk Apple? Bisa ya, bisa tidak. Karena selama ini toh banyak paten Apple yang akhirnya hanya sebatas pengajuan paten saja.

Dua Pilihan Lokasi Pendaratan di Mars

Misi pendaratan dan penelitian Mars akan terus berlanjut. Akan tetapi, NASA masih bingung memilih lokasi pendaratan dan penelitian.
NASA melalui Laboratorium Sains Mars (MSL) kemungkinan akan mendaratkan Curiosity, peralatan pengembara seukuran mobil, ke kawah Gale atau Eberswalde.
"Susah memilihnya. Seperti memilih dua rasa es krim yang berbeda," kata peneliti proyek MSL, John Grotzinger, di Caltech, Pasadena, California baru-baru ini.
Tahun lalu, NASA mengumumkan menentukan empat pilihan lokasi. Selain Gale dan Eberswalde, ada kawah Holden dan Mawrth Vallis di Mars.

Rencana Akhir Penerbangan Atlantis

Penerbangan Pesawat Atlantis pada hari Sabtu menuju ke International Space Station (ISS) menandai bahwa ini merupakan rencana yang terakhir kalinya dan itu juga merupakan lepas landas terakhir dari program pesawat luar angkasa Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip Straits Times, pesawat luar angkasa, yang lepas landas sesaat sebelum tengah hari yaitu hari Jumat waktu setempat, membawa kru empat astronot AS yang memiliki misi selama 12 hari untuk mengisi kembali persediaannya di laboratorium yang mengorbitkannya.

Pada hari Sabtu, para kru Altantis kembali memeriksa sistem perlindungan termal pada pesawat. Sistem tersebut berfungsi untuk melindungi dari panas yang membakar badan pesawat saat masuk kembali ke atmosfer bumi. Hal ini dilakukan sebagai persiapan akhir sebelum berangkat.

"Anggota kru menggunakan lengan robotik pada pesawat dan 50 kaki dengan panjang 15 meter yang merupakan sistem sensor pengorbit ledakan yang berfungsi untuk melihat dari dekat yaitu dari tepi sayap pesawat dan bagian terdepat yaitu penutup pesawat," ujar NASA dalam pernyataannya.

Kamera di ujung ledakan itu akan mengambil gambar secara close-up dari sistem perlindungan termal, sebagian dibuat dari bahan komposit yang dikenal sebagai karbon dioksida yang diperkuat. "Perumpamaan ahli di lapangan akan menyisir data untuk memastikan bahwa perisai penahan panas tetap dalam kondisi baik," lanjut pernyataan NASA.

Pemeriksaan tersebut merupakan operasi standar untuk memastikan apakah ada kerusakan pada perisai penahan panas saat pesawat melakukan penerbangannya." ungkap NASA.

Mengingat tahun 2003 yang lalu pesawat luar angkasa Columbia hancur saat masuk kembali ke atmosfer bumi dan para ahli menyimpulkan bahwa keadaan tersebut akibat perisai penahan panas pada sayap pesawat itu rusak.

Kaos Inovatif Ubah Musik Jadi Listrik

Menjelang diadakannya Glastobury Music Festival di Inggris, inovasi datang dari perusahaan telekomunikasi Perancis, Orange. Mereka menciptakan kaos yang bisa mengubah suara bising menjadi listrik sehingga bisa dipakai pengguna mengisi ulang baterai handset ketika menonton pertunjukan musik tersebut.
Prototipe kaos yang disebut "Sound Charge" itu kini tengah dikembangkan. Material kaos terbuat dari piezoelektrik film, bahan yang mampu mengubah suara menjadi listrik lewat kompresi interlaced quartz crystal. Sekali bisa 'dibangkitkan', listrik akan disimpan di reservoir baterai yang ada hingga kemudian bisa dialirkan ke handset.
Mengungkapkan alasan penciptaan kaos ini, Andrew Pearcy dari cabang Orange di Inggris seperti dikutip Gizmag, mengatakan, "Dalam suasana bising seperti di Glastonbury, suara adalah medium yang sudah pasti dan natural untuk digunakan dalam pengembangan prototipe kaos tahun ini."
Kaos ini memang tak se-fashionable kaos biasa. Tapi yang utama menurut pengembang, kaos itu bisa mendukung gerakan peduli lingkungan serta tetap nyaman dipakai. Pengembang juga memperhatikan bahwa kaos juga perlu dicuci. Oleh karena itu, seluruh perangkat elektronik didesain untuk bisa dilepas sehingga kaos bisa dicuci. Kebisingan di festival musik di Inggris yang akan berlangsung seminggu itu bisa menjadi waktu ujicoba keampuhan kaos mengisi ulang handset.
Namun, situs teknologi the Register melaporkan, bahkan dalam seminggu festival musik kaos hanya bisa menyimpan listrik 6 Wh sehingga cuma bisa mengisi ulang ponsel standar dua kali dan smartphone sekali.
Tahun lalu, Orange juga menciptakan sepatu boot dengan charger di bagian bawahnya sehingga bisa membangkitkan listrik dari langkah pengguna. Sangat membantu bukan kalau akhirnya semua yang Anda pakai bisa membangkitkan listrik?


Refrensi

UFO Berapi Terlihat di Meksiko

objek benda tak dikenal terlihat di langit Meksiko. Unudentified Flying Object (UFO) yang berhasil direkam oleh kamera video amatir tersebut terlihat dengan api yang mengelilinginya.

Seperti yang dikutip dari Telegraph, video yang berhasil direkam tersebut diambil dari jalanan di Cuuernavaca, dekat Mexico City. Sayang, sampai saat ini identitas dari sang perekam belum diketahui.

Sebuah bola cahaya dengan jilatan api yang cukup panjang terlihat ketika video tersebut diperjelas. Seperti yang dilihat dari videonya, tampaknya UFO tersebut sedang bergerak ke arah bawah.

Video itu sendiri direkam pada tanggal 29 Juni, dan diunggah di YouTube oleh seorang pengguna yang memakai nama akun Kimdragon1.

"Saya melihat hal yang sama pada tanggal 29 Juni di Yunani pada waktu lokal 23:00," tulis salah satu komentar pengguna di postingan video tersebut.

Penampakan UFO berapi tersebut banyak dibandingkan oleh masyarakat mirip dengan benda langit misterius lainnya yang terlihat di Berlin, Jerman pada tanggal 11 Februari. UFO di Berlin tersebut terlihat sama, yakni seperti sedang terjatuh dari langit.

Sayangnya pengamat-pengamat UFO mengatakan bahwa objek misterius mungkin hanya meteor atau 'sampah' luar angkasa. Sementara lainnya berpendapat kalau objek itu hanyalah jejak pesawat terbang atau meteor yang terkena bias sinar matahari.

NASA Siapkan Rencana Darurat untuk Atlantis

Sebagai langkah antisipatif, NASA siapkan rencana darurat untuk penerbangan pesawat ulang-alik Atlantis, apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan saat di luar angkasa nanti.

Seperti yang dikutip dari Softpedia, setiap misi penerbangan luar angkasa memiliki rencana darurat, yakni sebuah rencana cepat tanggap apabila terjadi sesuatu hal yang dianggap darurat.

Endeavour dan Discovery sudah nonaktif, setelah menyelesaikan misi penerbangan angkasa mereka awal tahun ini. Oleh karena itu, mustahil bagi kedua pesawat tersebut untuk dimasukkan ke dalam msis penyelamatan di rencana darurat ini.

NASA akhirnya beralih ke opsi International Space Station (ISS). Jadi jika penerbangan Atlantis gagal di orbit rendah Bumi, maka keempat astronotnya harus ikut bergabung dengan tim Expedition 28 di stasiun luar angkasa tersebut.

Hal ini dilakukan jika pesawat yang membawa para astronot tersebut dinilai tidak aman untuk memasuki kembali atmosfir Bumi, contohnya jika perisai penahan panas rusak parah atau terjadi kerusakan sistem.

Selanjutnya di rencana ini, pihak resmi NASA mengatakan bahwa ISS harus mampu mengakomodir kru Atlantis sampai pesawat luar angkasa Soyuz dapat menolong mereka. Meskipun begitu, rencana ini mungkin tidak terlalu bagus, karena kapsul Soyuz hanya mampu menampung tiga astronot saja.

"Semenjak peristiwa meledaknya pesawat Columbia di tahun 2003, kami kini memiliki program tanggap darurat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pasca peluncuran," ujar Chris Ferguson, Komandan misi STS-135 Atlantis dari NASA.

"Lalu karena tidak ada pesawat cadangan untuk misi ini, kami hanya bisa bergantung pada pilihan alternatif, entah melalui kapsul angkasa Soyuz maupun hal lainnya," tambahnya.

NASA bersama Russian Federal Space Agency (RosCosmos) juga sepakat untuk mengirimkan empat kapsul angkasa Soyuz selanjutnya, dengan hanya dua astronot di dalamnya. Hal ini dilakukan demi mencegah ditundanya program rotasi kru pesawat Atlantis di rencana misi penyelamatan tersebut.

Geo-Cosmos, Teknologi Simulasi Bola Dunia OLED

 
Pada 11 Juni yang lalu, Mitsubishi Electric Corporation menampilkan Sebuah bola dunia berdiameter enam meter di Museum Teknologi dan Inovasi di Tokyo, Jepang. Bola dunia yang disebut Geo-Cosmos ini terbuat dari alumunium yang dilapisi 10.362 panel OLED (Organic Light Emitting Diode) yang masing-masing berukuran 96x96 milimeter.

Bola dunia ini dipasang 18 meter dari lantai. Jika kita melihat dari bawah, seperti melihat Dunia dari luar angkasa. Geo-Cosmos akan berputar layaknya bumi, semua dapat di atur sesuai dengan keinginan kita.

Pemasangan Geo-Cosmos ini adalah merupakan sebuah perayaan Ulang tahun yang ke-10 museum ini. Penampilan Geo-Cosmos ini selalu diperbarui, hingga samapai sekarang teknologinya pun semakin canggih yaitu dengan menggunakan layar sentuh panel yang memungkinkan pengunjung untuk menulusuri gambar dan data yang dikumpulkan dari seluruh dunia.

Yang menariknya lagi, geo-cosmos juga menampilkan simulasi terjadinya tsunami 11 maret setelah adanya gempa besar









NASA Mengungkapkan Segitiga Bermuda Tidak Ada



Amerika, Pada Minggu 5 Desember 2010 kemarin, sejumlah orang berkumpul di Bandara Internasional Fort Lauderdale, Hollywood. Mereka mengenang kejadian hilangnya skuadron Flight 19, 65 tahun lalu.
Lima pesawat dan 14 kru pesawat itu hilang di Segitiga Bermuda, sebuah kawasan yang berada dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Bermuda, Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Banyaknya kapal dan pesawat yang raib di kawasan itu membuat Segitiga Bermuda jadi salah satu lokasi paling misterius di muka Bumi.

Sejumlah spekulasi beredar, bahwa di Segitiga Bermuda terdapat lubang hitam 'black hole', atau alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Sejumlah pertanyaan soal Segitiga Bermuda juga disodorkan ke Badan Antariksa AS, NASA. Berikut jawabannya.



Apakah ada hubungan antara Segitiga Bermuda dan lubang hitam 'black holes'?
Tidak ada lubang hitam di Segitiga Bermuda. Pada kenyataannya, bahkan tak ada yang namanya Segitiga Bermuda. Banyaknya kasus kehilangan di wilayah itu konsisten dengan wilayah lainnya. (Ilmuwan NASA, Dr Eric Christian)

Segitiga Bermuda dan Zona De Silencia di Meksiko berada pada garis lintang yang sama dan kedua tempat ini misterius. Zona De Silencia diketahui bisa menarik meteorit dari langit, sementara Segitiga Bermuda dikenal karena banyak kapal dan pesawat yang hilang secara misterius. Mengapa dua wilayah ini tidak diteliti?

Fakta-fakta tentang lokasi tersebut salah. Tidak ada bagian dari Bumi yang bisa menarik meteorit dari langit, tidak ada anomali gravitasi yang aneh. Medan gravitasi bumi telah dipetakan dengan presisi luar biasa terutama oleh perusahaan yang menggunakan peta gravitasi untuk mengetahui potensi minyak dan mineral.

Juga tidak ada penghilangan lebih misterius di Segitiga Bermuda daripada di bagian laut lain di zona badai. Artinya, tidak ada yang misterius dari dua lokasi tersebut. Saya sarankan agar Anda mencoba untuk mengevaluasi akurasi sumber Anda dan menghubungkannya dengan dunia nyata, bukan fantasi ini. (Astrobiologis dan ilmuwan senior NASA, David Morrison)
Jawaban NASA senada dengan apa yang dimuat situs Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, history navy mil. Dijelaskan, bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat, disebut Gulf Stream.

Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.


Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena badai di seluruh dunia - secara mendadak.

Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, 'Segitiga Formosa'


Refrensi

Teleskop Hubble Tuntaskan Observasi ke-1 Juta

Pada tanggal 4 Juli kemarin teleskop Hubble melakukan penelitian terhadap kemungkinan air di sebuah atmosfir eksoplanet, menjadikannya sebagai observasi ke satu juta yang dilakukan oleh teleskop angkasa tersebut.

"Selama 21 tahun Hubble telah dijadikan pusat pengamatan sains utama, memberikan kita banyak gambar-gambar baru dan indah di bidang astronomi," ujar Charles Bolden, Administrator dari pihak NASA.

Seperti yang dikutip dari New Kerala, observasi ke satu juta yang dilakukan oleh Hubble adalah planet HAT-P-7b, sebuah planet gas raksasa yang lebih besar dari Jupiter, dan mengorbit pada bintang yang lebih panas dari Matahari kita.

HAT-P-7b yang dikenal dengan nama Kepler 2b, telah dipelajari oleh teleskop Kepler, sementara Hubble digunakan untuk menganalisis komposisi kimia dari atmosfir planet tersebut.

"Kami sedang mencari kemungkinan adanya air. Observasi ini cukup sulit, karena untuk mendapatkan hasilnya mungkin memakan waktu berbulan-bulan," ujar Drake Deming dari University of Maryland dan Godard Space Flight Center.

Deming juga menambahkan bahwa kemampuan Hubble sangat cocok dalam meneliti atmosfir eksoplanet. "Kami juga senang apabila penelitian tersebut berhasil diungkap," katanya.

Bintang Zombie, Pengukur Energi Gelap

Supernova adalah ledakan bintang yang menghasilkan cahaya terang di alam semesta. Salah satu supernova yang menarik untuk diteliti adalah supernova 1a. Ledakannya menghasilkan cahaya 1 miliar kali lebih terang dari Matahari. Uniknya, mengalami "kematian", supernova ini bisa "bangkit" dengan menghisap materi dari bintang "sahabat" dan karenanya disebut Bintang Zombie.
Bintang Zombie didapati di sistem bintang ganda dan merupakan hasil ledakan bintang katai putih (bintang yang ukurannya kecil). Biasanya, bintang katai putih yang membentuk supernova 1a memiliki massa yang sama dengan "sahabatnya", namun beberapa penemuan mengindikasikan adanya bintang dengan massa lebih besar meledak.
Andy Howell, astrofisikawan Las Cumbres Observatory Global Telescope Network (LCOGT), mengatakan, "Kemungkinan, ada dua bintang katai putih yang bersatu, jadi sistem bintang ganda. Ketika bersatu, mereka meledak."
Penemuan Bintang Zombie penting dalam astronomi. "Bintang-bintang Zombie ialah alat pengukur energi gelap. Mereka memiliki kecerlangan yang sama sehingga bisa dipakai untuk mengetahui jarak semesta," kata Howell seperti dikutip Universe Today.
Diketahui, energi gelap berkaitan dengan pengembangan semesta. Kecepatan semesta mengembang tidak konstan atau melambat karena pengaruh gravitasi seperti yang diperkirakan. Ada gaya yang justru menyebabkan pengembangan semakin cepat dan itulah yang disebut energi gelap.
Energi gelap diperkirakan menyusun 3/4 bagian semesta. "Itulah hasil yang sepertinya terindikasikan, bahwa energi gelap terdistribusi ke penjuru semesta. Energi gelap seperti menjadi ciri semesta padahal sebenarnya kita tidak yakin."
Karena Bintang Zombie memiliki kecerlangan yang sama, Howell mengatakan, 'Kita bisa menggunakan supernova 1a untuk mengupayakan pengukuran yang lebih baik." Langkah awalnya tentu saja adalah menemukan lebih banyak lagi supernova.
Howell mengatakan, langkah mengukur energi gelap bukanlah hal tak mungkin. "Kita sekarang memiliki kamera digital ukuran besar pada teleskop serta teleskop yang berukuran besar. Kita bisa survei langit yang luas secara reguler, menemukan supernova setiap hari," kata Howell.
Dalam publikasinya di Nature Communication, Howell menuliskan, "Dekade selanjutnya adalah waktu memahami setiap aspek supernova 1a, dari fisika ledakan hingga kegunaannya sebagai 'lilin' standard. Dengan pengetahuan ini mungkin akan datang kunci untuk mengungkap rahasia tergelap dari energi gelap."


Refrensi

Robot Lego Buatkan Pancake Lezat

Hampir sebagian besar orang menyukai pancake. Ya, sejenis kue dadar yang disajikan dengan variasi topping manis atau asin ini memang kerap menggugah selera. Nah, bagaimana jika robot yang membuatnya?

Seperangkat robot yang dikombinasikan dengan lego berwarna-warni bisa menyajikan pancake lezat untuk Anda. Bentuknya pun tak hanya bulat seperti pancake pada umumnya.

Dalam sebuah rekaman video, tampak robot lego dengan cekatan menuangkan adonan pancake ke wajan datar di hadapannya. Menariknya, si robot membuat pancake berbentuk kepala tokoh tikus Disney Mickey Mouse dan kereta.

Robot ini bisa membuatkan pancake bentuk apa saja seperti yang kita inginkan. Dikutip dari Ubergizmo, ini berkat program robot Python NXT dan LEGO Mindstorms.

Bentuk pancake yang dibuat berdasarkan gambar berbasis file teks menggunakan tiga koordinat yang pada dasarnya mengarahkan seluruh penggerak robot gerakan-gerakan rinciyang diperlukan dalam menciptakan sebuah bentuk.

Memang menarik. Tapi sayang robot lego ini tidak untuk dijual. Pembuatnya, Mexican Viking belum berniat untuk mengembangkan prototipe tersebut lebih lanjut dan memproduksinya secara massal.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More