AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Satelit. Show all posts
Showing posts with label Satelit. Show all posts

Ditemukan, Satelit Baru Pluto

Planet kerdil Pluto di ujung tata surya selalu menyimpan misteri. Setelah kontroversi terkait statusnya sebagai planet ramai diperbincangkan pada tahun 2006, kini sejumlah astronom menemukan fakta baru bahwa Pluto dikelilingi lebih dari tiga satelit.
Seperti dirilis Space.com, 21 Juli, Teleskop Hubble mendeteksi kehadiran benda seperti asteroid kecil yang mengelilingi Pluto. Obyek atau satelit ini kemudian dikenal dengan identitas P4. Ini merupakan satelit keempat yang ditemukan mengelilingi Pluto setelah Nix, Hydra, dan Charon.
Satelit terbaru ini kemungkinan besar akan diberi nama Cerberus. Alan Stern, ilmuwan yang membidangi tentang planet, mengungkapkan, temuan terbaru tentang satelit keempat Pluto ini sebetulnya tidak mengejutkan. Salah satu temuan terbaru lainnya adalah fakta bahwa Pluto ternyata memiliki atmosfer yang terdiri dari nitrogen, karbon monoksida, dan gas metana.
Ia meyakini, akan masih ada kejutan lainnya yang belum banyak diungkap dari Pluto. Jaraknya yang sangat jauh menyulitkan pengamatan obyek tata surya ini. Jarak dari Puto ke Matahari adalah 5,87 miliar kilometer atau 39 kali lipat jarak Matahari ke Bumi.
Untuk lebih mengetahui detail mengenai Pluto, NASA meluncurkan wahana New Horizons pada Januari 2006. Untuk mencapai Pluto, dibutuhkan waktu setidaknya sembilan tahun. Wahana ini diperhitungkan akan mulai mendekati Pluto pada Juli 2015 dan mulai melakukan pengamatan di sana.

Berkat Satelit 17 Piramida Baru Ditemukan

Arkeolog asal University of Albaman, di Birmingham, Dr Sarah Parack dan timnya berhasil menganalisis gambar yang diambil dari satelit yang mengorbit 700 km diatas bumi, mengidentifikasi menggunakan pencitraan inframerah untuk menyorot bahan yang berbeda di bawah permukaan, yang diduga adalah 17 piramida yang hilang.

Tidak hanya itu saja satelit itu juga memindai 1.000 makam dan lebih dari 3.000 pemukiman kuno, yang sebelumnya memang sudah dilakukan penggalian awal sebelumnya.

Dilansir melalui BBC, satelit dengan pencitraan inframerah mampu membedakan antara batu bata lumpur Mesir kuno digunakan untuk membangun struktur dan tanah dan bumi. Batu bata lumpur tersebut lebih padat daripada tanah sekitarnya.

Pengideraan satelit untuk melacak benda bersejarah bisa dilakukan lantaran warga mesir kuno membangun rumah-rumah yang terbuat dari bata lumpur. Struktur bangunan pun padat sehingga bentuk lancip rumah serupa piramida mudah terdeteksi.

"Ini merupakan situs yang dekat dengan permukaan. Ada ribuan lainnya yang tertutup oleh endapan lumpur Sungai Nil," kata Sarah.

NASA Buktikan Teori Relativitas Einstein

Alat pengukur gravitasi milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil membuktikan dua asumsi kunci yang dicetuskan Albert Einstein dalam teori relativitas. Teori ini dicetuskan oleh Einstein pada 52 tahun yang lalu.

Misi The Gravity Probe-B (GP-B) diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari dua asumsi Einstein. Pertama, mengenai efek geodesi, atau adanya lengkungan ruang dan waktu di sekitar gravitasi. Kedua, asumsi mengenai frame-dragging, yang menjelaskan jumlah struktur ruang-waktu yang terpilin akibat rotasi suatu massa.

"Bayangkan bumi seakan-akan terbenam di benda seperti madu," kata Francis Everitt, peneliti Stanford University yang juga peneliti utama GP-B. "Ketika bumi berotasi, madu di sekitarnya akan membentuk pusaran yang mengikuti (swirl), begitu pula dengan ruang dan waktu," demikian analogi Everitt.

Gravity Probe-B menggunakan empat gyroscope (pengukur orientasi) dengan tingkat ketepatan ultra tinggi untuk mengukur dua hipotesa gravitasi ini. Alat ini kemudian mengkonfirmasi kedua efek gravitasi dengan mengarahkan alat ini ke bintang yang disebut IM Pegasi, untuk menciptakan presisi yang netral.

Jika gravitasi tidak berdampak terhadap ruang dan waktu, maka gyroscope GP-B akan menunjuk ke arah yang sama saat probe itu berada di kutub orbit sekitar bumi. Bagaimana pun, gyroscopes memiliki perubahan kecil tapi terukur terhadap arah putaran daya tarik bumi.

"Hasil misi ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap teori yang dimiliki ahli fisika," kata Bill Danchi, ahli antrofisika dan pengamat di Markas Nasa di Washington.

"Setiap teori yang meragukan teori Einstein dalam hal relativitas umum akan mencoba untuk mencari hasil pengukuran yang tepat dari yang telah dilakukan GP-B," lanjut Danchi.

Hasil ini menjadi proyek terpanjang yang dilakukan NASA, yang telah terlibat dalam penelitian gyroscope untuk relativitas sejak 1963.

Penelitian dan percobaan yang dilakukan selama berpuluh tahun ini telah merintis teknologi untuk mengendalikan gangguan yang bisa mempengaruhi pesawat ulang-alik, seperti daya tarik aerodinamis, medan magnet, dan variasi hawa panas. Lebih jauh, misi pelacak bintang dan gyroscope NASA merupakan alat dengan presisi tertinggi yang pernah didesain dan diproduksi.

Kawal ASEAN Summit 2011, Indosat Kerahkan Satelit

PT Indosat Tbk didapuk menjadi mitra telekomunikasi resmi dalam perhelatan 18th ASEAN Summit 2011 yang berlangsung di Jakarta. Kepercayaan ini pun dibuktikan dengan pengerahan jaringan fiber optik dan satelit dari sang operator untuk mengawal event internasional tersebut.

Layanan ini dikerahkan untuk menunjang kebutuhan telekomunikasi panitia dan delegasi. Didukung dengan teknologi fiber optik, Indosat menyediakan berbagai layanan dan solusi telekomunikasi secara terintegrasi.

Mulai link dari media center dan Jakarta Convention Center -- tempat berlangsungnya acara -- untuk siaran TV broadcasting ke dalam dan luar negeri (Telecast) melalui jaringan satelit internasional Indosat, layanan mobile voice telephony atau selular, layanan roaming, layanan BlackBerry dan layanan pendukung lainnya.

"Sebagai salah satu operator telekomunikasi yang telah berpengalaman secara global, Indosat berkomitmen penuh mendukung kesuksesan acara ASEAN Summit dengan memberikan pelayanan dan solusi komunikasi terbaik kami bagi seluruh delegasi dan panitia forum serta rekan-rekan media yang juga didukung oleh kesiapan petugas lapangan yang akan memastikan kehandalan layanan Indosat," tutur Fadzri Sentosa, Direktur, Chief Wholesale & Infrastructure Officer Indosat, di sela ASEAN Summit di Jakarta.

Acara yang biasa disebut KTT ASEAN ini adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh ASEAN dalam kaitannya dengan ekonomi dan pengembangan kebudayaan negara-negara Asia Tenggara. ASEAN Summit pertama diadakan pada bulan Februari 1976 di Bali.

Indosat sendiri sejatinya telah beberapa kali dipercaya menjadi Official Telecommunication Partner di event berkelas dunia. Di antaranya kala kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, World Islamic Economic Forum (WIEF), Asian Football Cup, Thomas Cup, Indonesia Presidential Golf Tournament yang kesemuanya berlokasi di Jakarta serta United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan Asian Beach Games di Bali.

Dalam keterangan tertulisnya, di semua event tersebut Indosat memberikan dukungan layanan meliputi teleponi, internet, 3.5 G, dan satelit.

"Indosat sebagai operator telekomunikasi terpadu di Indonesia, berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi event internasional ini, agar dapat dinikmati oleh masyarakat di Indonesia maupun masyarakat internasional. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi operator pilihan utama pelanggan untuk seluruh kebutuhan informasi dan komunikasi," tambah Fadzri.

Nasa : Aquarius Akan Pantau Lautan dari Langit

Sesuai nama Dewa Laut dalam mitologi Yunani, wahana satelit terbaru NASA yang diberi nama Aquarius akan segera diluncurkan dan digunakan untuk memantau kondisi lautan. Pada 9 Juni mendatang, NASA berencana meluncurkan wahana ruang angkasa terbarunya itu.

Satelit baru ini akan sangat bermanfaat bagi para ilmuwan yang mempelajari siklus air di bumi serta hubungannya dengan arus laut dan iklim. Aquarius memetakan konsentrasi larutan garam di permukaan laut yang akan melengkapi data hasil pengamatan temperatur permukaan laut yang telah lebih dulu dimonitor melalui satelit.

Tidak Mau Ketergantungan AS, China Luncurkan Satelit Sendiri

China baru saja meluncurkan sistem satelit navigasi. Satelit ini akan mengakhiri ketergantungan China terhadap satelit milik Amerika Serikat (AS).

Diluncurkannnya satelit ini, sekaligus menempatkan negeri Tirai Bambu itu berkompetisi dengan GPS (Global Positioning System) milik AS, Rusia dan Uni Eropa.

Messenger Kirim Gambar Merkurius

Penjelajah antariksa milik NASA Messenger telah berhasil mengabadikan sejumlah gambar permukaan planet merkurius dan mengirimnya kembali ke bumi. Foto-foto itu merupakan hasil pertama dari misi yang dijadwalkan berlangsung selama setahu bagi Messenger untuk memetakan permukaan planet terdekat matahari itu.

Setelah menempuh perjalanan sepanjang 7,9 miliar km yang memakan waktu 6,5 tahun, Messenger, yang merupakan singkatan dari MErcury Surface, Space ENviroment,Geochemistry, and Ranging, itu akhirnya berhasil masuk ke orbit merkurius pada 17 Maret silam.

NASA Pensiunkan Stardust

WASHINGTON – Pesawat peneliti komet Stardust telah mengikuti jejak Discovery. Stardust yang setia merekam pergerakan pada sistem Tata Surya akhirnya berlabuh panjang di rumah asalnya,Bumi. Kamis (24/3) lalu, Stardust menyelesaikan misi finalnya. Tepatnya pukul 16.33, ketika salah satu pesawat peneliti kebanggaan Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) atau NASA itu menuntaskan proses transmisi data terakhirnya ke bumi. Stardust tidak akan kembali ke dekat Sistem Tata Surya. Pesawat itu, sekali lagi, akan beristirahat panjang di Bumi.

Pesawat Pemburu Komet 'Tutup Usia'

Setelah 12 tahun berjasa, Stardust akhirnya dimatikan.

Dengan satu klik pada mouse, Sandy Freund Kasper mengirimkan perintah ke pesawat pemburu komet tanpa awak milik NASA, Stardust, untuk membakar seluruh bahan bakarnya. Perintah ini memulai sebuah rangkaian pemberhentian operasi Stardust yang telah berjasa untuk ilmu astronomi selama 12 tahun.

"Rasanya seperti mengucapkan selamat jalan pada seorang teman," kata Allan Cheuvront, program manager Stardust dari perusahaan Lockheed Martin. Dia terlibat dengan Stardust sejak 1996, saat megaproyek itu masih berupa desain.

Akhir 2011, Satelit Telkom 3 Siap Meluncur

Telkom akan meluncurkan satelit Telkom 3 pada akhir 2011 nanti. Peluncuran satelit ini sebagai upaya untuk memperkuat jaringan telekomunikasinya.

"Proyek satelit Telkom-3 ini bernilai USD200 juta dan saat ini masih dibuat di pabrik satelit ISS-Reshetnev Rusia. Kemungkinan akan rampung dan langsung diluncurkan pada akhir 2011 nanti," ujar Head of Corporate Communication Telkom, Eddy Kurnia, dalam keterangannya di Jakarta.

Mantab.. Messenger Akan Mengorbit Merkurius

Wahana luar angkasa Messenger milik NASA akan mengukir sejarah baru Kamis (17/3/11) mendatang. Kurang lebih pukul 07.45 WIB, Messenger aka

n mengorbit di Planet Merkurius. Jika berjalan lancar, maka selama setahun mendatang, Messenger akan mempelajari planet terdekat Matahari itu, termasuk meneliti komposisi dan lingkungannya.

Beberapa pertanyaan kunci yang diharapkan bisa dijawab oleh Messenger adalah, bagaimana atmosfer Merkurius,

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More