AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Tari. Show all posts
Showing posts with label Tari. Show all posts

Gerakan Tari Martha Graham di Google Doodle

Ada yang menarik di logo mesin pencari Google, atau yang biasa dikenal dengan nama Google Doodle. Dalam tampilan depan Google, tampak seorang perempuan yang sedang memperagakan tarian.

Gambar bergerak dalam beberapa detik itu adalah gerakan tarian moderen yang diperkenalkan oleh Martha Graham. Google mendedikasikan logo khusus di hari istimewa ulang tahun yang ke 117 tahun kepada perempuan yang dikenal sebagai pelopor di bidang tari modern selama lebih dari 50 tahun.

Dirangkum oleh AlgoritmaNews dari berbagai sumber, Martha Graham adalah sosok yang paling berpengaruh dan inovatif dalam bidang seni tari modern selama lebih dari 50 tahun. Martha Graham sendiri adalah penari asal Pittsburgh, Amerika Serikat yang dilahirkan 11 Mei 1894 dan meninggal pada 1 April 1991.

Evolusi yang dihasilkan oleh Graham dalam bidang seni kontenporer ini ketika dia meluncurkan koreografer bebas dalam debut solonya di 48th Street Theater - New York, yang membuat penonton terkesima dan takjub.

Tidak seperti tari balet tradisional, gerakan Graham kaku, tegang dan nyaris sejajar dengan tanah, dan terdiri dari gerakan-gerakan luar yang bersemangat dari pusat tubuhnya untuk mengekspresikan emosi.

Graham, yang telah membuat koreografi 180 tarian dan menikmati karier aktif paling lama dari penari modern mana pun, pensiun dari panggung tahun 1969 untuk menjadi guru, dosen, dan direktur Martha Graham Center for Contemporary Dance di New York.

Pelet Gadis Bali

BALI - Awalnya saya tidak begitu percaya tentang kedipan-kedipan dalam tarian yang dilakukan oleh gadis Bali yang konon bisa meluluhkan hati pria. Saya anggap itu sebagai guyonan saja. "Mana mungkin satu kedipan bisa meluluhkan hati saya" saya berujar kepada Mas Adi yang menjadi driver untuk tim Bali. Bantahan saya ditanggapi dingin oleh Mas Adi.

Memang saya tidak terlalu tertarik melihat wanita. Bukan berarti saya "homo", saya lelaki tulen dan saya berani untuk membuktikanya. Saya tidak terlalu tertarik wanita karena berbagai pertimbangan. Bahkan sebelum saya berangkat ke Bali pun saya sudah diwanti-wanti oleh ibu saya. "Tahan nafas kalau liat yang terbuka-buka, kalau perlu kamu beli kacamata hitam. Nanti kalau sudah nikah kamu bisa dapat lebih dari itu dan kenikmatan yang tiada tara" celoteh ibu saya. Nah pertimbangan itulah yang saya anut selama di Bali pada perencanaan sebelum berangkat agar saya tidak terjebak dalam hal-hal yang bisa membuat lutut saya gemetaran.

Namun dalam perjalanan, semua paham yang saya anut pudar ditengah arus. Gadis Bali memusnahkan paham yang saya. Saya tertarik dengan wanita (bedakan tertarik dengn nafsuan) ! . Bukan wanita ditepi pantai yang menjajal "sumur-sumur" mereka. Tapi ini wanita ayu penari kecak di Uluwatu. Tahu begini saya tidak mau ikut melihat tari kecak di Uluwatu.

Melihat tarian kecak bukan kali pertama bagi saya. Sebelumnya saya melihat kecak di Ubud. Biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Berbeda di Uluwatu, tempat pertunjukan tarian kecaknya berada tepat ditebing laut dengan latar belakang sunset yang menawan. Ini sangat istimewa menurut saya. Pemain-pemain kecak disini sangat total, terutama yang menjadi tokoh utama pemeran Rama, Sita, Rahwana, Hanoman dan beberapa pemeran lainya.

Pertunjukan kecak di Uluwatu ditonton ratusan orang dan saya berada diantara mereka. Saya duduk menyaksikan adegan demi adegan berlalu. Semakin gelap adegan yang terjadi semakin seru. Lenggak-lenggok penari kecak membuat mata saya tidak berkedip. Saya ikuti dengan penuh penghayatan hingga kedipan wanita penari kecak itu menggetarkan telinga saya. Oh Tuhan saya terkena pelet.

"Lu ngak apa Yud ?" ujar pasangan saya Mbak Rini.
"Aman mbak, tapi habis ini kita ke belakang panggung ya" ucap saya.

Mbak Rini pun mengiyakan ajakan saya. Asik saya bisa menemui wanita penari kecak tersebut setelah kecak selesai, guman saya dalam hati. Saya pun kembali fokus menikmati tarian kecak yang semakin bergairah.Tidak berapa lama, tarian kecak pun selesai dan kamipun menuju para pemain kecak sekedar bertanya-tanya tentang tarian kecak. Ini kesempatan untuk mendapatkan alamat email penari kecak tersebut. Sayapun menyusup dari balik kerumunan penonton yang masih berdiri disekitar arena tari kecak untuk menemui penari kecak yang telah memelet saya.

Sulit juga menembus barikade penonton yang berfoto dengan para pemain-pemain kecak. Namun saya dengan semangat dan tekat yang bulat akhirnya bisa juga menghampiri penari kecak tersebut. "Mita....kamu?" ujarnya manja. "Yudi...." saya menjawab tidak kalah gagahnya dengan Rama sang pangeran dalam epos ramayana. Meskipun menjawab dengan gagah,namun penyakit utama saya kalau bertemu wanita adalah kaku. Dan untuk penyakit satu ini saya bingung bagaimana cara penyembuhanya. Saya hanya bisa mengucapkan kalimat " Boleh foto bareng ?". Sial saya kena pelet wanita Bali ini hanya untuk berfoto bersamanya.

Usai berfoto saya langsung buru-buru meninggalkan arena tari kecak tersebut. Saya lupa menanyakan emailnya. Tapi syukurlah peletnya hanya mempan untuk membuat saya tertarik berfoto dengan dia. Kalau kekuatan peletnya lebih dari itu, saya mungkin sudah jadi orang Bali.


(Yunaidi Joepoet / gst)

Ini Dia.. 9 Tari Bali untuk Warisan Dunia

Bali memiliki ribuan Tari Bali. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengusulkan Tari Tradisi Bali ke UNESCO yang terdiri dari 9 tari Bali dari 9 kabupaten di Bali. I Wayan Dibia dari Komunitas Tari Bali mengatakan pemilihan 9 tari ini berdasarkan apa yang menjadi keunikan dari setiap kabupaten di Bali. Ia menjadi salah satu yang berada di balik tim penyusunan berkas nominasi Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More