Penangkapan GENG Besar-besaran Di China
Markas Osama Jadi Medan Tempur Counter Strike
Peta ini diberi nama fy-abbottabad, sesuai dengan nama kota Abbottabad di Pakistan yang menjadi lokasi penyergapan pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu pada 2 Mei 2011 silam.
Tentu saja, isu seputar Osama masih cukup hot saat ini. Alhasil, peta yang dibuat oleh sosok bernama 'Fletch' ini jadi incaran penggila CS atau yang cuma sekadar penasaran.
Hingga Selasa (10/5/2011) pagi, fy-abbottabad tercatat telah diunduh lebih dari 7.000 kali dari situs gamebanana.com. Padahal kehadiran peta ini baru seumur jagung, Fletch baru menguploadnya pada 7 Mei lalu.
Dikutip dari AFP Oleh AlgoritmaNews, fy-abbottabad memang dibangun dengan harapan gamer dapat merasakan suasana penyergapan Osama yang sesungguhnya.
Namun meski tampilan luar gedung-gedung yang menjadi medan pertempuran sekilas mirip dengan lokasi aslinya -- seperti yang sering ditayangkan di tayangan televisi dan internet -- tetapi untuk bagian interiornya bisa dibilang cuma menerka-nerka alias tidak mirip.
Sebelumnya, Osama juga pernah menjadi bulan-bulanan sebuah game flash. Lihat saja judul game itu yakni 'Kill Osama'. Di dalamnya gamer ditantang untuk menembak karikatur berwujud Osama.
Namun jangan asal tembak, pemain juga harus menghindari target lain yakni salah satu tokoh American Muppets. Ketika disambangi di awal Mei lalu, game ini telah dimainkan oleh sedikitnya 11 ribu pengunjung dari seluruh dunia.
Alasan Kode Penyerangan Osama Diberi Nama -Geronimo-
Pernahkah anda mendengar nama "Geronimo"?. Geronimo adalah tokoh Indian yang dikenal saat zaman perjuangan kemerdekaan AS. Dia lahir dengan nama Goyahkla dan merupakan pahlawan abad ke-19 dan dijuluki Apache Geronimo oleh tentara Mexico. Namun Geronimo menyatakan dirinya musuh negara setelah pembunuhan keluarganya oleh pasukan Mexico.Nah, mengapa operasi penyerangan tentara AS terhadap Osama bin Laden diberi kode "Geronimo"?. Jawabannya adalah karena ada kemiripan background dari Osama bin Laden dan Geronimo. Osama bin Laden dan Geronimo adalah 2 figur yang dianggap telah memberontak.
Setelah meluncurkan serangan di wilayah barat daya, Geronimo menjadi legendaris karena kemampuannya menghindari pasukan Amerika dan Mexico selama hampir 3 dekade yang membuat ia menjadi salah satu musuh terbesar Amerika. Namun akhirnya ia berhasil ditangkap pada tahun 1886 dan meninggal di tahanan pada tahun 1909.
Sejak kematiannya, warisan panglima perang Apache telah ditingkatkan dari gerilya nakal hingga pejuang kemerdekaan, sehingga terlihat perbandingan antara ikon asli Amerika dan terorisme yang paling dibenci. Banyak komentar yang terlontar, termasuk dalam halaman TIME's facebook.
"Amerika menganggap Geronimo seorang teroris. Perbedaan nyata antara seorang teroris dan seorang pejuang kebebasan adalah dari sisi mana ia bertempur", kata seorang pembaca.
Namun sayangnya, sampai sejauh ini alasan tersebut masih sebatas spekulasi. Belum ada yang bisa membuktikan kebenaran dari kabar tersebut.
Meski begitu, salah seorang anggota suku Apache yang masih tersisa memprotes penggunaan julukan tersebut. Geronimo adalah seorang pahlawan, bukan teroris.
"Itu menghina dan menyakitkan," ujar Vernon Petago, seorang anggota suku Jicarillia Apache di New Mexico. "Apa yang mereka pikirkan? Mereka menggunakan nama pemimpin Apache yang terhormat kepada teroris paling dikecam di dunia." ucapnya.
Pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, tewas ditembak dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat (AS). Dalam operasi militer itu, Osama mendapat kode nama 'Geronimo'. Ketika dia dinyatakan tewas, terdengar suara, "Geronimo EKIA (Enemy Killed in Action)!"
Anak Osama Bin Laden Beserta Istrinya yang Berumur 52 Tahun
Omar Osama bin Laden, putra pemimpin terkenal al-Qaida Osama bin Laden, bersama istrinya, Jane Felix-Browne alias Zaina Alsahah, kembali membuat berita menghebohkan. Keduanya berencana untuk mengikuti pacuan kuda di Afrika Utara dalam rangka mempromosikan perdamaian.
Jadi, siapa sebenarnya Jane Felix-Browne? Dan kenapa ini nenek 52 tahun menikahi anak 26 tahun putra dari orang yang paling dicari di dunia?
Jane Felix-Browne, wanita Inggris, telah lima menikah sebelumnya. Dia telah memiliki lima cucu ketika bertemu dengan Anak Osama bin Laden itu, yaitu selama naik kuda padang pasir di Piramida Giza. Pernikahan mereka pada bulan April menjadi topik utama di berbagai “para nenek yang menikahi anak bin Laden.”
Browne yang berasal dari desa Cheshire, Moulton adalah seorang “nenek yang mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah” sebelum “tergila-gila” kepada anak keempat Osama bin Laden. Dia mengatakan dia “sangat terpesona” kepada anak muda tersebut. Dan, fakta bahwa pemuda itu adalah anak dari orang yang paling diburu di dunia itu tidak mengganggunya. Dengan naif, ia menambahkan, “Saya benar-benar yakin bahwa seseorang tidak bersalah sampai terbukti bersalah, sehingga saya tidak akan mulai menghakimi ayahnya.”
Dia mencemooh terhadap kritik yang dialamatkan kepadanya yang mengatakan bahwa dia adalah wanita yang sangat naif, wanita Inggris setengah baya yang telah membiarkan dirinya terbuang di pangkuan seorang pemuda—yang ayahnya menjadi buronan internasional—dengan meninggalkan segala kehidupan yang nyaman di Inggris.
“Lihat, dia tidak memerlukan saya untuk mendapatkan visa untuk datang ke Inggris. Yang dia harus lakukan adalah pergi ke Kedutaan Besar Inggris di Saudi. Sungguh sangat ironis untuk dikatakan bahwa dia telah memanfaatkan saya. Perlu Anda tahu, London adalah negara yang penuh dengan Bin Laden. Banyak paman dan bibi di sini.”
Dia juga tidak mau mengklaim bahwa ada seorang pemuda yang menjadi tersangka seperti Omar yang tertarik padanya.
“Pertanyaannya, mengapa laki-laki 50 tahun menikahi gadis berusia 20 tahun tidak menjadi masalah? Berbeda dengan seorang wanita dewasa yang ingin menikah dengan seorang pemuda, maka itu disebut skandal?”
Inilah foto-foto dari Jane Felix Browne alias Zaina Alsabah dan Omar Osama bin Laden.
Lima Komputer Ungkap Aksi Osama dan Gudang Data Al Qaida
Penggerebegan rumah persembunyian Osama bin Laden di Abbotabad – Pakistan, Minggu malam (1/5) bukan hanya berhasil menewaskan gembong teroris yang paling dicari Amerika, 10 tahun terakhir – beserta 4 rekannya – melainkan juga menyita sejumlah komputer yang memuat info “harta karun” data miliarder itu.
Agen dinas intelijen AS banyak berharap pada komputer untuk mengungkap sebanyak-banyaknya data tentang Osama dan aksi Al Qaida seperti rencana teror, lokasi target, sumber dana, dll. Demikian dikatakan sumber pejabat AS, Rabu (4/5).
Diketahui, menurut sumber itu, ada 5 komputer, 10 perangkat keras (hard drive), dan 100 perangkat penyimpanan data, yang berhasil diangkut dari lokasi penggerebegan Navy Seal AS dengan sandi “Operasi Elvis” tersebut yang disebut-sebut sebagai “terobosan dramatis intelijen buat AS dalam perang melawan Al Qaeda”.
Para pejabat AS mengatakan, satuan tugas khusus yang terdiri atas para ahli dari Dinas Intelijen Pusat (CIA), Badan Keamanan Nasional, Departemen Kehakiman, dan lembaga lain telah mulai meneliti komputer sitaan itu.
Tugas ini, katanya, akan berlangsung berbulan-bulan dan mungkin bertahun-tahun, karena ada banyak kode-kode dan bahasa sandi di sana.
Pencarian awal akan dipusatkan pada pendeteksian ancaman yang ada dan keterangan yang menunjuk kepada “sasaran lain yang bernilai tinggi di dalam Al Qaeda, “ kata Kepala Pusat Kontraterorisme Nasional Michael Leiter kepada Radio Publik Nasional.
Ditemukan pula bukti yang mungkin merupakan catatan komunikasi antara Osama dengan para letnan Al-Qaida yang diharapkan bisa menyingkap target potensial, panduan strategis dalam arahan organisasi, serta lokasi-lokasi para operator Al-Qaida lain.
PETUNJUK
Pemerintah AS yakin, bahwa hardware komputer digunakan Osama untuk menyampaikan pesan kepada bawahan-bawahannya, sebagai solusi dari ketiadaan koneksi telepon dan internet di lokasi persembunyiannya tersebut.
“Yang paling menarik adalah bagaimana kita bisa mendapatkan petunjuk ke dalam plot teroris yang mungkin kini tengah dijalankan, sehingga kita bisa menghentikan rencana serangan apapun. Kedua, kami masih mencoba mencari bukti yang mengarahkan kita kepada individu lain di dalam organisasi ini,” kata Kepala bagian kontra-teroris Gedung Putih John Brennan seperti dilansir dari situs Guardian.
Lebih detil, majalah New York Magazine, mengklaim mendapatkan salinan file dari orang dalam di lingkungan CIA. “Dengan bantuan superkomputer yang kami beli beberapa tahun lalu seharga US$ 3 miliar (sekitar Rp25,6 triliun), kami berhasil mengkategorikan data-data di hardware milik Osama dalam sebuah diagram,” ujar NYMag.
NAMA BARU
Dari komputer sitaan di rumah Obama pula, Pemerintah AS akan menambahkan nama baru di daftar pengawasan terorisnya sebagai hasil dari keterangan yang diperoleh dari tumpukan komputer Osama bin Laden, kata Jaksa Agung Eric Holder dalam suatu pertemuan Senat, Rabu (4/5).
Tahap pertama, para jagoan IT di CIA akan melucuti perangkat keras, untuk mengetahui kemungkinan adanya perangkap atau pemicu yang dapat menghapus semua
Lalu, mereka akan menarik dan menyalin semua data yang tersimpan, meneliti semua file sementara, “dan berusaha menembus kode rahasia, “ kata banyak pengulas.
Ada lapisan pertama data yang mungkin bisa diperoleh dengan cepat, lalu ada lapisan tambahan yang akan memerlukan analisis teknis lebih banyak, kata James Lewis, mantan pejabat di Departemen Pertahanan yang bekerja di bidang keamanan dan teknologi.
Diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengeduk, mengais dan mengolah data dari 5 komputer dan 10 perangkat keras serra 100 alat penyimpan data itu.
Perangkat Canggih dalam Penyerbuan Osama
Selain melibatkan pasukan khusus berkualifikasi tinggi dari Navy SEALs, operasi pemburuan dan penyerangan Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, juga melibatkan berbagai teknologi tinggi. Bahkan, operasi militer yang dilakukan pada Senin (2/5/2011) dini hari waktu Pakistan itu sangat bergantung pada keakuratan informasi yang diperoleh dari berbagai perangkat teknologi ini.
Dua lembaga itu adalah Badan Keamanan Nasional (NSA), yang bertugas menyadap dan menganalisis seluruh sinyal komunikasi elektronik di rumah tersebut, serta Badan Intelijen-Geospasial Nasional (NGA), yang bertugas mengumpulkan, mengembangkan, dan menganalisis citra satelit yang menggambarkan lokasi tersebut.Sejak Badan Pusat Intelijen AS (CIA) berhasil melacak tempat tinggal Abu Ahmed al-Kuwaiti—kurir utama Osama di Abbottabad, Agustus 2010—CIA menggandeng dua lembaga intelijen lain untuk mengawasi rumah yang terletak tak jauh dari Akademi Militer Kakul itu.
The Huffington Post, mengutip pernyataan Gedung Putih, mengatakan, pihak intelijen dan militer mengandalkan citra satelit dan ”teknologi sangat maju yang masih dirahasiakan” untuk mengembangkan citra satelit itu menjadi informasi yang meyakinkan bahwa Osama berada di dalam rumah itu.
Dari hasil analisis citra satelit ini, militer AS bisa membangun replika rumah tersebut, lengkap dengan seluruh detail, seperti tinggi tembok yang mengelilingi rumah itu. Replika itu dibangun di kompleks Pangkalan Udara Baghram, Afganistan, awal April, sebagai sarana latihan akhir pasukan SEALs.
Menurut pakar penginderaan jarak jauh dari Universitas Chiba, Jepang, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, sangat mungkin AS menggunakan satelit mata-mata yang mampu menampilkan citra di balik dinding rumah.
Josaphat mengatakan kepada Kompas, Rabu, satelit yang dilengkapi sensor gelombang mikro di bawah frekuensi S-band mampu melihat menembus dinding yang terbuat dari berbagai jenis bahan bangunan, mulai dari batu bata, adonan tanah, hingga beton.
Mitch Derman dari lembaga analisis intelijen i2 menambahkan, pihak intelijen AS juga menggunakan perangkat lunak analisis jaringan sosial untuk merangkai berbagai informasi intelijen yang seolah tak berkaitan menjadi memiliki pola yang bisa diikuti. Perangkat lunak ini pernah digunakan untuk melacak Saddam Hussein.
Perangkat identifikasi
Untuk mengidentifikasi sasaran yang berhasil mereka lumpuhkan, pasukan SEALs, yang menyerang rumah Osama, juga dilengkapi dengan perangkat biometrik genggam Secure Electronic Enrollment Kit II (SEEK II). Alat seberat kurang dari 1,8 kilogram itu mampu memindai bagian iris mata, sidik jari, dan wajah, kemudian mengirimkan secara nirkabel ke markas mereka untuk dicocokkan dengan basis data identitas buronan Biro Investigasi Federal AS (FBI).
Untuk memastikan identifikasi ini, tim penyerang juga diduga dilengkapi dengan perangkat tes DNA portabel, yang mampu mengeluarkan hasil komparasi DNA hanya dalam waktu dua jam.
Akhir 2010, tim dari University of Arizona memperagakan sebuah alat yang mampu menyelesaikan tes DNA ini dalam waktu dua jam. Padahal, tes DNA lazimnya butuh waktu hingga 14 hari. Diduga kuat, militer AS telah memiliki alat semacam ini.
Kronologi Terbaru Penyerbuan Rumah Osama
Laporan terbaru tentang serangan pasukan khusus Amerika Serikat terhadap kompleks Osama bin Laden mengungkapkan, penembakan terhadap Osama berlangsung cepat. Selain itu, hanya satu orang di kompleks itu yang menembaki pasukan komando AS, Navy SEALs, dan bahwa Osama memiliki sebuah senapan AK-47 di kamar tidurnya ketika ia terbunuh.
Dalam kegelapan malam, sejumlah helikopter mengangkut 79 anggota pasukan komando menuju kompleks tempat tinggal Osama bin Laden di Abbottabad, utara Islamabad, Pakistan, Senin (2/5/2011) dini hari. Helikopter-helikopter itu terbang sangat rendah demi menghindari deteksi radar karena Pakistan belum diberi tahu tentang serangan tersebut.Menurut para pejabat AS dan laporan sejumlah media, beginilah operasi itu berlangsung:
Dua helikopter membawa lebih dari 20 anggota Navy SEALs ke kediaman itu, yang berpagar tembok setinggi 4-6 meter dan diberi penutup kawat berduri. Salah satu helikopter, MH-60 Blackhawk, yang tampaknya telah dimodifikasi untuk menghindari radar tidak dapat meneruskan misi setelah tiba di lokasi karena "kegagalan mekanis", demikian laporan awal pejabat AS.
Satu kelompok pasukan komando bergerak menuju sebuah guest house kecil di samping bangunan utama dalam kompleks tersebut. Kurir kepercayaan Osama, Abu Ahmed al-Kuwaiti, "menyambut" dengan tembakan, tetapi ia tertembak dan tewas, istrinya juga tewas. Al-Kuwaiti adalah kurir penting Al Qaeda yang kegiatannya telah diselidiki CIA dan dinas intelijen lain AS selama bertahun-tahun dan CIA menduga pergerakannya akan membawa mereka kepada Osama bin Laden. Hanya kurir itulah orang dalam kompleks tersebut yang menembak tentara AS. Hal itu bertentangan dengan laporan sebelumnya dari Gedung Putih yang mengatakan bahwa telah terjadi baku tembak dalam operasi selama hampir 40 menit itu.
Pasukan khusus yang lain memasuki rumah utama tiga lantai itu. Mereka lalu berhadapan dengan saudara Al-Kuwaiti, diduga juga seorang kurir Al Qaeda, dengan satu tangannya berada di belakang punggung. Pasukan Navy SEALs curiga dia punya senjata. Ternyata, menurut NBC, ia tidak bersenjata. Dia tertembak dan tewas.
Pasukan komando lalu naik tangga dan bertemu dengan putra Osama, Khalid, yang tewas setelah ia menerjang tentara Amerika, demikian menurut New York Times.
Ketika personel pasukan komando terus menaiki tangga, mereka melihat seseorang yang mereka percaya adalah Osama bin Laden sedang menjulurkan kepala ke luar pintu atau ke balkon. Tentara AS kemudian melepaskan satu tembakan ke arah orang tersebut, yang kemudian mundur ke dalam kamar.
Navy SEALs terus bergerak ke lantai atas dan memasuki kamar tempat pria itu mundur. Sewaktu memasuki kamar tersebut, mereka menemukan Osama dan istrinya di kamar tidur. Istrinya dilaporkan mencoba berada di antara suaminya dan pasukan SEALs, dan dia kemudian tertembak di kaki. Osama, yang tidak memberikan tanda-tanda menyerah, ditembak di kepala, beberapa media mengatakan dia juga tertembak di dada. Versi sebelumnya tentang serangan itu menyebutkan bahwa Osama "menolak" untuk menyerah dan bahwa ia telah menggunakan istrinya sebagai tameng manusia, tetapi Gedung Putih kemudian mengakui laporan itu salah.
Presiden AS Barack Obama, berdasarkan keterangan Gedung Putih, diberitahukan bahwa SEALs telah mengidentifikasi target adalah Osama. Sebuah laporan majalah Time, berdasarkan wawancara dengan Direktur CIA Leon Panetta, menyebutkan, Osama tewas setelah operasi berjalan sekitar 25 menit.
Di kamar Osama, pasukan AS menemukan sebuah senapan serbu AK-47 dan sebuah pistol berukuran 9 mm buatan Rusia. Sejumlah senjata lain juga ditemukan dalam kompleks itu.
Pasukan SEALs juga menemukan uang tunai dan sejumlah nomor telepon di dalam pakaian Osama, yang memunculkan dugaan bahwa dia bersiap untuk melarikan diri.
Dalam serbuan itu, Navy SEALs membawa pulang 5 komputer, 10 hard drive, dan lebih dari 100 perangkat penyimpanan data, yang mungkin akn memberikan sejumlah informasi tentang rencana, pembiayaan, dan lokasi para deputi Al Qaeda.
Pasukan khusus AS lalu menghancurkan helikopter yang jatuh setelah memindahkan para perempuan dan anak-anak di kompleks itu ke daerah yang aman.
Sekitar 38 menit sejak serangan itu dimulai, helikopter AS terbang menjauh, membawa mayat yang telah diburu selama bertahun-tahun oleh Pemerintah AS.
Pada Senin pukul 03.35 GMT atau pukul 10.35 WIB, Presiden Obama mengumumkan di televisi bahwa Osama telah terbunuh.
Mayat Osama dibawa ke kapal induk USS Carl Vinson, yang berada di lepas pantai Pakistan. Sekitar pukul 06.00 GMT, setelah ritual menurut agama Islam dilakukan, mayat Osama ditenggelamkan di Laut Arab.
Benarkah Terorisme Belum Hilang Meski Osama Tewas
Mabes Polri menegaskan aksi terorisme di Indonesia secara otomatis tak akan hilang kendati Osama Bin Laden dikabarkan tewas akibat serbuan militer AS di Pakistan. Tindakan balasan teror dari jaringan Osama di Indonesia ditargetkan polisi segera dimatikan.
Keterkaitan Osama dengan jaringan teroris di Indonesia disebut-sebut masih cukup kuat. Salah satunya karena pengaruh kelompok Abu Bakar Ba'atsyir yang memiliki visi, misi, serta ideologi perjuangan yang mirip dengan Osama, yakni melumpuhkan kekuatan Barat serta kelompok-kelompok yang tak mereka sukai melalui cara-cara teror.
"Kami harap tidak ada [aksi teror balasan pascakematian Osama]. Meski demikian, kematian Osama bukan berarti Indonesia bebas dari terorisme. Potensi terorisme tetap ada dan harus diperangi bersama-sama seluruh elemen. Ini merupakan komitmen kepolisian untuk mengeliminasi semua gerakannya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Boy Rafli Amar, hari ini.
Pada saat yang sama, lanjutnya, Polri belum mendapatkan permintaan resmi dari Kedubes AS di Jakarta untuk meningkatkan pengamanan. Meski demikian, polisi tetap mewaspadai adanya kemungkinan ancaman berbagai aksi teror. "Polisi tetap waspada dan mencermati situasi keamanan nasional dengan sebaik-baiknya," katanya.
Menurut dia, bahaya terorisme di Indonesia bisa ditangkal jika semua pihak bersama-sama saling membahu mematikan jaringan dan gerakannya.
Boy juga mengingatkan terorisme dan benih-benih gerakan radikal mereka bisa membahayakan kesatuan bangsa. Terorisme juga bisa muncul dengan berbagai macam versi termasuk yang belakangan kembali mencuat adalah Negara Islam Indonesia (NII) dan para pengikut Abu Bakar Ba'atsyir dalam sejumlah peristiwa terorisme penting seperti Bom Serpong yang melibatkan tersangka Pepi Fernando.
Boy menduga Pepi Fernando dibantu pihak lain dalam melancarkan aksi terornya. Kelompok Pepi ini diperkirakan sebagai penyokong dana di setiap aksi teror. "Kami memiliki dugaan kuat bahwa ada orang lain yang bertindak sebagai pemberi dana untuk menyokong sepak terjang Pepi Fernando sebagai teroris. Mabes Polri berkomitmen untuk membongkar kelompok tersebut," kata Boy.
Polisi, lanjutnya, tak bisa mempercayai keterangan Pepi begitu saja yang menyebut Pepi adalah jaringan teroris baru di Indonesia. Karena itu, penyidik Polri masih menelusuri adanya kelompok yang menggerakkan Pepi.
"Keterangan Pepi akan terus ditelusuri karena polisi tak berhenti pada pernyataannya yang mengaku sebagai jaringan teroris baru. Penyidik masih menelusuri adanya kemungkinan kelompok di luar Pepi dan siapa atasannya. Semua itu masih kami dalami," jelasnya
Menurut dia, Pepi masih sulit bersikap kooperatif dengan para penyidik polri terutama soal kegiatannya selama ini. Keadaan ini mempersulit polri membongkar jaringan Pepi dalam waktu singkat. "Dia masih belum mau terbuka," lanjutnya.
Sebelumnya, Pepi ditangkap Densus 88 terkait dengan penemuan paket bom buku dan Bom Serpong. Selain Pepi, satuan khusus antiteror kepolisian ini juga sudah menangkap 20 tersangka lainnya yang masuk kelompok Pepi.
Awas! Teroris Akan Serang Indonesia
Para pejabat, Rabu, mengumumkan, seorang pria yang diduga Umar Patek, salah satu ekstremis Islam paling dicari di Asia Tenggara, berada dalam tahanan Pakistan.


