AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

Potong Gigi Simbol Kedewasaan

Bagi umat Hindu, usia dewasa adalah awal perjalanan untuk menemukan hakekat manusia sejati. Namun sebelum melakukan perjalanan tersebut, setiap orang yang telah masuk usia dewasa atau akil balik harus melalui satu tahap yang wajib dijalani yaitu upacara Metatah atau potong gigi.

Metatah merupakan salah satu bagian upacara Manusia Yadnya yaitu upacara penyucian bagi orang yang menginjak dewasa agar menjadi manusia yang baik. Upacara ini merupakan simbol untuk mengendalikan diri dari godaan pengaruh Sad Ripu (jahat) yang ada di dalam diri, yaitu nafsu, serakah, marah, mabuk, bingung, dan iri hati.

"Secara simbolis enam gigi atas yaitu dua taring dan empat gigi seri akan diratakan. Sebagai simbol untuk menghilangkan sifat kebinatangan," kata Dharma Upapathi Parisada Hindu Dharma Indonesia DKI Jakarta, Ida Pedanda Gde Panji Sogata, di lokasi upacara, Pura Amrta Jati, Cinere, Jakarta Selatan.

Ida Pedanda menambahkan, peserta harus sudah mengalami akil balik. Bagi perempuan sudah mengalami menstruasi dan pria mimpi basah. Dan rata-rata usia yang baik adalah 17 tahun. Upacara melalui beberapa tahap, di antaranya pembersihan kaki, sembahyang, sungkem, dirajah, hingga gigi diratakan.

Menurutnya, upacara ini sudah dilakukan turun temurun sejak agama Hindu masuk ke Indonesia. "Untuk di Pura ini sudah dilakukan 2 kali, upacara ini bisa juga dilakukan untuk satu keluarga besar saja atau juga secara massal seperti saat ini," katanya.

Ada sekitar 54 orang yang turut serta dalam upacara ini. Kebanyakan yang ikut serta masih berusia belasan tahun. Namun, ada beberapa yang telah menikah dan memiliki anak.

"Awalnya saya sempat merasa deg-degan, takut sakit. Namun setelah menjalaninya tidak seperti yang saya pikirkan, cuma agak ngilu di gigi bagian atas belakang," kata Ni Nyoman Nila Permatasari (19) salah satu peserta.

Nila mengatakan sehari sebelum upacara dia dan keluarga mengadakan sembahyang untuk memohon kelancaran dalam menjalani upacara. Selain itu dia juga menyiapkan baju adat, kain, konde, keperluan untuk sembahyang.

"Kebetulan dua kakak saya juga ikut menjadi peserta Upacara Metatah hari ini," kata bungsu dari tiga bersaudara ini. Nila berharap melalui upacara ini dia bisa mulai belajar untuk menjadi pribadi dewasa, terbuka, tidak emosi dan bisa membedakan yang benar dan salah.

Pantai Suluban, Surga Para Peselancar yang Tersembunyi di Bali

Pantai ini terletak tidak begitu jauh di sebelah utara Uluwatu, bertetanggaan dengan pantai selancar Bingin dan Labuhan Sait. Suluban berasal dari bahasa Bali “Mesulub” yang berarti “berjalan atau lewat di bawah sesuatu”. Diberi nama Pantai Suluban, karena pengunjung yang ingin ke sana harus melewati goa batu karang sebelum akhirnya sampai di pantai yang luas, berpasir putih dengan gemuruh gelombangnya menyenangkan bagi wisatawan peselancar.

Indahnya panorama pantai Suluban terkenal bagi para pencinta surfing dari mancanegara

Indahnya panorama pantai Suluban terkenal bagi para pencinta surfing dari mancanegara

Pantai Suluban

Pantai Suluban salah satu pantai yang berlokasi di Desa Pecatu yang terletak di ujung selatan Kabupaten Badung, di mana lokasinya kurang lebih tiga kilometer dari obyek wisata Pura Uluwatu. Jarak pantai Suluban dari kota Denpasar adalah 32 kilometer ke arah selatan melalui kawasan wisata Kuta, Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran. Arahnya melewati Kampus Universitas Udayana di jimbaran yang jalannya menanjak dan berkelok sesuai dengan suasana lingkungan bebukitan merupakan panorama yang sangat mengagumkan bagi pelancong.

Pantai Suluban

Air laut pantai ini sangat jernih dan gelombangnya cukup tinggi, sehingga merupakan pantai yang paling dikenal dikalangan peselancar dunia. Di sore hari, kita bisa melihat pemandangan sunset yang begitu indah. Beberapa fasilitas pariwisata seperti restoran, bar, penyewaan alat-alat surfing serta bengkel perbaikan sudah tersedia.

Pantai Suluban

Pantai ini tidaklah terlalu ramai seperti Kuta atau Dreamland. Jadi sangat romantis untuk menghabiskan waktu bersama pasangan atau jalan-jalan dengan keluarga. Di atas batu karang ada sebuah gazebo yang memungkinkan kita mengambil foto-foto dengan sempurna dan merupakan tempat paling bagus untuk melihat ke sekeliling.

Pantai Suluban

Pantai Suluban salah satu obyek wisata di Kabupaten Daerah Tingkat II yang memiliki panorama yang indah, baik untuk berselancar dan rekreasi. Obyek ini telah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, maupun wisatawan nusantara. Keindahan panorama dan menyatunya suasana pemandangan bukit-bukit ujung selatan Bali dan deburan ombak nya, serta jauhnya dari kebisingan membuat suasana obyek ini menjadi tentram, dan pengunjung akan betah menikmati suasana alam yang suasananya damai dan menyejukkan perasaan. Pemandangan Pantai ini sungguh sangat eksoktik dan romantis yang bisa menggetarkan perasaan dan ketika mengunjungi lokasi ini, Saya yakin Anda ingin kembali disini.

Siswa SMAN 4 Denpasar Peroleh Nilai Tertinggi UN

Pihak SMAN 4 Denpasar mengatakan, salah seorang siswa program studi IPA di sekolahnya meraih nilai tertinggi ujian nasional SMA/SMA di Tanah Air.

"Siswa yang meraih nilai tertinggi itu bernama Putu Stephanie Apriliani Hardika dengan raihan angka 57,90,"
kata Kepala Sekolah SMAN 4 Denpasar I Wayan Rika di Denpasar, Senin.

Dia menjelaskan, raihan nilai itu tidak hanya tertinggi di seluruh Bali, namun juga teratas dari seluruh wilayah di Indonesia.


Hal itu tentu membanggakan bagi salah satu sekolah favorit yang berstandar internasional tersebut. "Raihan nilai tinggi itu sebelumnya telah kami duga dan bukanlah hal yang mengejutkan karena sebelumnya kami telah menyiapkan siswa dengan baik untuk menghadapi UN," ujarnya.


Selain siswi kelas 12 IPA 6 itu, tambahnya, peringkat kedua dan ketiga juga diraih oleh dua siswa lainnya untuk program studi yang sama.


Rika mengatakan, secara keseluruhan nilai rata-rata siswa program studi IPA di sekolah yang dipimpinnya itu adalah 56,63. Sedangkan untuk nilai rata-rata siswa program studi IPS adalah sebesar 54,26.


Jumlah peserta ujian pada tahun ajaran 2010/2011 itu diikuti oleh 259 orang, yang terdiri dari 237 siswa IPA dan 22 dari IPS.


Sementara Putu Stephanie Apriliani Hardika, peserta UN dengan kelulusan tertinggi mengatakan, dia merasa senang dan bangga bisa mengharumkan nama sekolahnya tersebut.


"Namun untuk meraih hal itu tidaklah mudah, karena saya melakukan persiapan dengan waktu yang cukup lama dan sebaik mungkin," ujarnya.


Dia menjelaskan, sebelum mengikuti ujian, dia mengikuti berbagai kegiatan persiapan yang dilakukan pihak sekolah.

Biasanya persiapan itu diikuti setelah pulang sekolah, dari pukul 16.00 sampai 18.00 Wita selama beberapa kali dalam sepekan.


sumber

Delapan Spesies Ikan Baru Ditemukan di Bali

Ilmuwan dari Conservation International mengklaim telah menemukan delapan spesies ikan baru serta satu spesies batu karang baru di perairan Bali.

Spesies-spesies baru itu termasuk belut dan ikan damsel, yaitu ikan kecil dengan warna-warni cerah yang kerap berkeliaran di sekitar bebatuan karang. Demikian seperti dilaporkan Straits Times dan dikutip AlgoritmaNews.

"Kami telah mengadakan survei kelautan di 33 tempat di sekitar pulau Bali. Kami berhasil mengidentifikasi 952 ikan koral, dan diantaranya kami menemukan 8 spesies baru," jelas ketua tim peneliti Mark Van Nydeck Erdmann.

Survei itu dilakukan di beberapa daerah wisata ternama Bali seperti Tulamben yang terkenal sebagai lokasi menyelam favorit, Nusa Dua, Gilimanuk serta Pemuteran, pada kedalaman 10 hingga 70 kilometer.

Erdmann mengklaim belum memberikan nama untuk kedelapan spesies baru itu. Namun mereka masuk dalam genus Siphamia, Heteroconger, Apogon, Parapercis, Meiacanthus, Manonichthys, Grallenia dan Pseudochromis.

Dalam survei selama dua pekan itu, tim peneliti juga menemukan satu spesies baru dari batu karang Euphyllia atau koral busa.

Pelet Gadis Bali

BALI - Awalnya saya tidak begitu percaya tentang kedipan-kedipan dalam tarian yang dilakukan oleh gadis Bali yang konon bisa meluluhkan hati pria. Saya anggap itu sebagai guyonan saja. "Mana mungkin satu kedipan bisa meluluhkan hati saya" saya berujar kepada Mas Adi yang menjadi driver untuk tim Bali. Bantahan saya ditanggapi dingin oleh Mas Adi.

Memang saya tidak terlalu tertarik melihat wanita. Bukan berarti saya "homo", saya lelaki tulen dan saya berani untuk membuktikanya. Saya tidak terlalu tertarik wanita karena berbagai pertimbangan. Bahkan sebelum saya berangkat ke Bali pun saya sudah diwanti-wanti oleh ibu saya. "Tahan nafas kalau liat yang terbuka-buka, kalau perlu kamu beli kacamata hitam. Nanti kalau sudah nikah kamu bisa dapat lebih dari itu dan kenikmatan yang tiada tara" celoteh ibu saya. Nah pertimbangan itulah yang saya anut selama di Bali pada perencanaan sebelum berangkat agar saya tidak terjebak dalam hal-hal yang bisa membuat lutut saya gemetaran.

Namun dalam perjalanan, semua paham yang saya anut pudar ditengah arus. Gadis Bali memusnahkan paham yang saya. Saya tertarik dengan wanita (bedakan tertarik dengn nafsuan) ! . Bukan wanita ditepi pantai yang menjajal "sumur-sumur" mereka. Tapi ini wanita ayu penari kecak di Uluwatu. Tahu begini saya tidak mau ikut melihat tari kecak di Uluwatu.

Melihat tarian kecak bukan kali pertama bagi saya. Sebelumnya saya melihat kecak di Ubud. Biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Berbeda di Uluwatu, tempat pertunjukan tarian kecaknya berada tepat ditebing laut dengan latar belakang sunset yang menawan. Ini sangat istimewa menurut saya. Pemain-pemain kecak disini sangat total, terutama yang menjadi tokoh utama pemeran Rama, Sita, Rahwana, Hanoman dan beberapa pemeran lainya.

Pertunjukan kecak di Uluwatu ditonton ratusan orang dan saya berada diantara mereka. Saya duduk menyaksikan adegan demi adegan berlalu. Semakin gelap adegan yang terjadi semakin seru. Lenggak-lenggok penari kecak membuat mata saya tidak berkedip. Saya ikuti dengan penuh penghayatan hingga kedipan wanita penari kecak itu menggetarkan telinga saya. Oh Tuhan saya terkena pelet.

"Lu ngak apa Yud ?" ujar pasangan saya Mbak Rini.
"Aman mbak, tapi habis ini kita ke belakang panggung ya" ucap saya.

Mbak Rini pun mengiyakan ajakan saya. Asik saya bisa menemui wanita penari kecak tersebut setelah kecak selesai, guman saya dalam hati. Saya pun kembali fokus menikmati tarian kecak yang semakin bergairah.Tidak berapa lama, tarian kecak pun selesai dan kamipun menuju para pemain kecak sekedar bertanya-tanya tentang tarian kecak. Ini kesempatan untuk mendapatkan alamat email penari kecak tersebut. Sayapun menyusup dari balik kerumunan penonton yang masih berdiri disekitar arena tari kecak untuk menemui penari kecak yang telah memelet saya.

Sulit juga menembus barikade penonton yang berfoto dengan para pemain-pemain kecak. Namun saya dengan semangat dan tekat yang bulat akhirnya bisa juga menghampiri penari kecak tersebut. "Mita....kamu?" ujarnya manja. "Yudi...." saya menjawab tidak kalah gagahnya dengan Rama sang pangeran dalam epos ramayana. Meskipun menjawab dengan gagah,namun penyakit utama saya kalau bertemu wanita adalah kaku. Dan untuk penyakit satu ini saya bingung bagaimana cara penyembuhanya. Saya hanya bisa mengucapkan kalimat " Boleh foto bareng ?". Sial saya kena pelet wanita Bali ini hanya untuk berfoto bersamanya.

Usai berfoto saya langsung buru-buru meninggalkan arena tari kecak tersebut. Saya lupa menanyakan emailnya. Tapi syukurlah peletnya hanya mempan untuk membuat saya tertarik berfoto dengan dia. Kalau kekuatan peletnya lebih dari itu, saya mungkin sudah jadi orang Bali.


(Yunaidi Joepoet / gst)

Menguak Keindahan Karangasem - Bali

Awal Desember 2010 adalah waktu yang tepat bagi saya untuk pergi mendalami Pulau Bali, dikarenakan belum masuknya peak season, namun sudah cukup ramai juga sih sebetulnya terutama turis mancanegara yang biasanya cukup lama tinggal di beberapa daerah di Bali. Jadi bisa dibilang cukup ramai, namun tidak terlalu bila dibandingkan dengan akhir bulan Desember sampai dengan awal bulan Januari.

Saya sebenarnya cukup sering liburan ke Bali. Dalam kurun waktu 1 tahun, pasti ada saja saya niatkan untuk kembali mereguk keindahan dan kedamaian di pulau tersebut. Saya pergi dengan teman saya. Kami cukup gandrung dengan traveling ala backpacker. Kami memutuskan untuk tinggal di Bali selama kurang lebih 8 hari, 7 malam, cukup lama memang, tapi tentu saja tidak disatu daerah di Bali saja kita habiskan waktu, salah satunya di Kabupaten Karangasem.

Kabupaten Karangasem berada di belahan timur Pulau Bali. Ternyata setelah saya browsing (sebelum saya memutuskan untuk menyambangi tempat ini) ada banyak sekali tempat – tempat pariwisata yang tidak kalah indahnya dari tempat pariwisata di daerah Kuta, Denpasar, Ubud. Namun bagi saya, setiap daerah pasti mempunyai ciri khas yang berbeda dari setiap daerah, begitupun Karangasem. Di kabupaten ini ada beberapa tempat yang saya akan ceritakan yakni Taman Soekada Ujung (Water Palace), Taman Tirtagangga, dan Desa Tenganan Pengrisingan.

Saya memutuskan untuk menyewa mobil untuk mencapai Karangasem, dikarenakan jarak yang cukup jauh dan memakan waktu kurang lebih 2 – 3 jam dari kota Denpasar. Saya menyewa Karimun Estillo, selain saya hanya pergi berdua dan juga mobil ini sangat irit bahan bakar. Jadi menurut saya inilah mobil yang pas untuk menemani kami mendalami Karangasem.

Saya berangkat dari Kota Denpasar pukul 11.00 WITA dan tiba di Kabubaten Karangasem kira-kira pukul 13.00. Sebelumnya saya makan siang di Pantai Sanur, karena Pantai Sanur salah satu rute yang searah menuju Kabupaten Karangasem. Kami makan di Warung makan Mak Beng, konon warung ini sangat terkenal akan kelezatan sop ikan laut dan ikan gorengnya.

Begitupun yang pernah makan di warung inipun banyak orang-orang terkenalnya lho. Terlihat dari foto – foto yang dipajang oleh pemilik warung. Setiap pergi ke Bali, rasanya tidak sah kalau tidak mampir ke Warung Makan Mak Beng. Letaknya di pintu masuk Pantai Sanur, tanya saja tukang parkir, mereka pasti tahu. Lalu setelah perut penuh terisi ikan laut, perjalanan lanjut dengan rute yang lumayan jauh namun rute yang dilalui cukup mudah, apalagi pemandangan yang disuguhkan selama perjalanan sangat indah.

Pura Goa Lawah

Setibanya kami di Karangasem, kami memutuskan untuk mencari penginapan terlebih dahulu, supaya kami bisa bertanya dengan orang lokal sekitar tentang rute – rute yang akan saya lalui untuk menuju tempat – tempat pariwisata esok hari. Namun sebelumnya, saya sempat berhenti di sebuah pura yang terletak di desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung. Pura Goa Lawah atau Pura Goa Kelelawar merupakan Pura untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Laut.

Saya tertarik untuk mengabadikan beberapa momen dari kegiatan di goa tersebut. Dan benar saja, didalam komplek pura tersebut banyak orang sedang bersembahyang maupun yang sedang menyiapkan sesajen untuk sembahyang. Ada juga lho turis mancanegara yang ikut bersembahyang. Sebelumnya ketika dipintu masuk, kami di haruskan memakai kain, dan untuk wanita yang sedang haid atau datang bulan tidak diperbolehkan memasuki area pura untuk menjaga kesucian tempat ibadah. Untuk biaya masuk per orang dikenakan Rp 6.000.

Umat Hindu di Bali umumnya melakukan Upacara Nyegara Gunung sebagai penutup upacara Atma Wedana atau disebut juga Nyekah, Memukur atau Maligia. Upacara ini berfungsi sebagai pemakluman secara ritual sakral bahwa atman keluarga yang diupacarai itu telah mencapai Dewa Pitara. Upacara Nyegara Gunung itu umumnya dilakukan di Pura Goa Lawah dan Pura Besakih salah satunya ke Pura Goa Raja.

Setelah puas mendapat sedikit cerita mengenai sejarah Goa Lawah dan tentu saja gambar – gambar menarik yang saya sudah abadikan dalam kamera digital saya, maka kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan di daerah Candi Dasa. Penginapan kami cukup sederhana namun sangat asri dan tentu saja bersih, dengan harga Rp 125.000 per malam, kami menginap 2 hari 1 malam.

Tadinya kita mau kamar yang menghadap langsung kelaut, karena penginapan ini memang mempunyai fasilitas sea view, namun karena fully booked, jadi ya kami harus puas dengan kamar yang ada. Dengan di pandu oleh pegawai penginapan, kami melalui jalan setapak berbatu untuk menuju kamar kami. Kami cukup puas dengan fasilitas dan kebersihan penginapan kami. Setelah sebentar melepas lelah, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat – tempat wisata, karena waktu sudah sore, kami memutuskan untuk mendatangi satu tempat wisata saja yakni Taman Tirtagangga

Taman Tirtagangga Taman Tirtangga Terletak di Desa Abang, Kecamatan Abang hanya 6 km sebelah Utara Amlapura. Tirtagangga didirikan pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem terakhir yang digunakan sebagai tempat istirahat keluarga raja. Arsitekturnya merupakan panduan antara Eropa, China dan arsitektur tradisional Bali. Dikelilingi oleh panorama yang sangat indah membuat Tirtagangga merupakan tujuan yang sangat penting untuk dikunjungi.

Arsitektur taman peninggalan Raja Karangasem ini sangat indah untuk dijadikan obyek foto landscape. Oya karena sejarahnya taman ini adalah tempat pemandian para putri-putri raja, jadi para wisatawan pun diperbolehkan untuk mandi dan berenang di kolam pemandian. Sayangnya, saya tidak membawa perlengkapan mandi jadi saya tidak bisa menikmati sejuknya air yang langsung dari pegunungan tersebut.

Akhirnya waktu makan malam tiba. Kami makan disalah satu restoran di Jl. Raya Candi Dasa, yang letaknya hanya kurang lebih 500 meter dari penginapan kami. Restoran ini menyuguhkan tarian Legong ketika kita sedang menyantap makan malam. Sayangnya, kebanyakan restoran di Candi Dasa ini menawarkan menu internasional, mungkin karena kebanyakan yang menyambangi tempat ini adalah turis mancanegara yang menginginkan suasana berbeda dari sisi lain pulau Bali.

Hari kedua di Kabupaten Karangasem saya memulai hari dengan menikmati sarapan dengan pemandangan laut dari penginapan. Pemandangan yang jarang sekali akan saya temukan di Jakarta. Setelah sarapan kami memutuskan untuk sekalian check out dari penginapan, karena kami akan mendatangi 2 tempat wisata, dan akan langsung kembali ke Denpasar, lalu setelah semua administrasi beres kami mulai memacu Karimun Estillo sewaan menuju tempat wisata pertama di hari kedua, Taman Soekada Ujung.

Taman Ujung Soekada Taman Soekasada Ujung atau Taman Ujung didirikan tahun 1919 oleh Raja Karangasem terakhir, I Gusti Bagus Jelantik, terletak di Desa Tumbu, yang waktu itu digunakan sebagai tempat perisitirahatan Raja Karangasem. Taman Ujung dibangun untuk menyambut dan melayani tamu – tamu penting dan raja – raja dari negara tetangga, disamping sebagi tempat untuk raja dan keluarga kerajaan. Karena keindahannya Taman Ujung di sebut sebagai "Istana Air".

Konstruksi arsitektur Taman Ujung memiliki kemiripan dengan Taman Air Tirtagangga dan Puri Agung Karangasem. Yang membedakan Taman Ujung dengan Taman Tirtagangga adalah luas taman dan tempat tinggal Raja pada saat itu. Kamar – kamar di Taman Ujung yang ditempati oleh keluarga besar Raja Karangasem berasitektur Bali-Eropa. Namun tentu saja keindahan di taman ini tidak kalah indah dengan Taman Tirtagangga, bahkan kalau boleh saya bilang, Taman Ujung ini sangat indah sekali pemandangannya.

Ada satu tempat tertinggi di taman ini yang asumsi saya adalah tempat Raja untuk bertemu dengan para rakyatnya, dimana kita harus menaiki anak tangga kurang lebih 150 anak tangga untuk menuju tempat tersebut, dari tempat tinggi ini kita bisa melihat pemandangan laut yang mengagumkan dengan hutan yang menghijau, keindahan Gunung Agung yang dikombinasikan dengan persawahan yang hijau. Setelah puas mendokumentasikan bangunan-bangunan bersejarah di Taman Ujung, saya melanjutkan perjalanan saya ke sebuah desa yang terletak sekitar 5 Km sebelah Utara Candidasa.

Desa Tenganan Pengrisingan Tenganan adalah Desa Bali Asli yang dikenal sebagai Bali Aga. Terletak sekitar 5 Km sebelah Utara Candidasa. Tenganan sangat terkenal dengan budaya dan adat istiadat tradisional Bali. Ritual keagamaan berdasarkan kalendar yang mereka susun sendiri dan berbeda dengan kebanyakan masyarakat Bali lainnya. Desa ini juga merupakan tempat satu-satunya dimana orang akan menjumpai kain yang disebut sebagai Ikat Gringsing yang proses pewarnaanya menggunakan warna tradisonal.

Sayangnya ketika saya datang, mereka sedang tidak memproses kain – kain tersebut, kami hanya melihat hasil dari tenunan dan pewarnaan tradisional. Namun kami masih banyak melihat keragaman budaya Bali yang masih asli di desa ini. Seperti seorang Bapak setengah baya yang terus menerus memainkan alat musik tradisional Bali, beliaupun memperihatkan hasil karya alat musiknya kepada kami, ternyata tidak hanya itu, di dalam rumahnya yang kami pikir kecil dan sempit, ternyata ketika kita masuk lebih dalam disana ada banyak hasil – hasil kain batik Bali yang jumlahnya puluhan.

Kami sekilas dijelaskan bagaimana mereka membatik dengan gaya tradisional Bali dan juga motif – motif yang beragam, seperti contohnya ada kain batik yang motifnya bercerita tentang cerita Ramayana. Tidak hanya itu, setelah saya keluar dari rumah Bapak pemain musik tadi (saya lupa menyanyakan siapa namanya) saya melihat remaja yang sedang melukis.

Uniknya mereka melukis diatas daun lontar dan tidak menggunakan pinsil, atau alat tulis pada lazimnya, melainkan menggunakan mata cutter, lalu goresan dari mata cutter tersebut yang sudah digoreskan diatas daun di oles kluwek, bahan untuk memasak rawon yang hitam dengan tangan dan hasil akhirnya timbulah goresan – goresan dari mata cutter tadi. Kerajinan yang sangat unik bagi saya. Saya beli lho salah satu karya dari mereka, walaupun bukan yang besar ukurannya, karena cukup mahal juga harga lukisan tersebut.

Arsitektur di lingkungan ini masih sangat asli, rumah – rumahnya hanya terlihat pintu untuk muat satu orang saja, tetapi jika kita sudah masuk kedalam, luasnya bisa tidak terkira. Tanah didesa ini juga berbentuk terasering, jadi perjalanan kami naik turun seperti mendaki bukit. Oya, ada satu keunikan lagi di desa ini. Umumnya jika kita memelihara hewan kerbau, mereka berada didalam kandang, namun tidak didesa ini. Kerbau-kerbau tersebut dibiarkan di halaman rumah mereka, dan saya lihat anak-anak yang tinggal di daerah tersebut kerap kali bermain-main dengan kerbau-kerbau ini. Mereka menungganginya tanpa rasa takut sedikit pun.

Untuk masuk ke desa ini akan ditarik biaya secara sukarela, seikhlasnya saja. Mungkin untuk kepentingan pembangunan desa.

Hari sudah beranjak sore, lalu kami pun kembali ke Denpasar. Sekali lagi menikmati udara yang sejuk yang jarang kami dapatkan di Jakarta, kami memutuskan tidak memakai AC selama perjalanan. Sebenarnya masih banyak lagi tempat-tempat wisata di Karangasem, namun kami berpacu dengan waktu, tapi kami cukup puas dengan perjalan kali ini ke Karangasem.

Ini Dia.. Desa Pengotan, Bukti Keaslian Bali

JIKA sedang berlibur di Bali, sempatkanlah menyapa penduduk Desa Pengotan di kawasan Gunung Batur, Kabupaten Bangli. Mereka siap mengajak Anda berpetualang menyelami budaya masyarakat asli Bali.   Desa Pengotan layak dikunjungi karena termasuk salah satu Desa Bali Aga atau Bali Kuna. Masyarakat Desa Pengotan merupakan penduduk asli Bali dan hanya orang suci terpilih yang berhak mengatur tatanan adat di desa itu.

Pariwisata : Suasana Damai dan Tenang di Nusa Dua - Bali

NUSA DUA merupakan tempat yang sempurna untuk Anda beristirahat dan bersantai di bawah matahari tropis. Suasana damai dan tenang untuk liburan Anda di Bali benar-benar terpenuhi di sini.

Pantainya indah dengan laut berwarna biru, hembusan anginnya sejuk, airnya bening dan tenang, pasirnya lebih putih, serta pemandangannya sangat memesona. Karena letaknya di ujung Bali, pantai ini lebih sepi pengunjung bila dibandingkan dengan pantai lainnya yang ada di Bali. Hal ini menjadikan Pantai Nusa Dua terasa lebih private dan esklusif.

Akhirnya.. Pantai Kuta Sudah Bersih dari Sampah

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik menengok Pantai Kuta, yang diberitakan berbagai media dipenuhi sampah. Ia pun memotretnya sebagai bukti pantai ini sudah bersih dari tumpukan sampah

"Saya sudah ke Pantai Kuta. Saya potret-potret sudah bersih kok," kata Wacik kepada detikcom usai menemani Presiden SBY bertemu dengan Bank Dunia di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali.

Wah.. Media Australia Sebut Bali Beauty in The Beast

Jika Majalah Time menyebut Bali saat ini bagaikan ‘neraka’, berbeda lagu dengan media Australia, Sidney Morning Herald, menyebut Bali seperti 'Beauty in The Beast'.

Dalam tulisan yang dibuat Stephanie Gardiner, warga Australia memiliki ikatan yang kuat dengan Pulau Dewata hingga saat ini, meskipun Bali dijuluki sebagai bagai neraka oleh Majalah Time.

Percintaan Penduduk Asli Dengan Turis Warnai Sastra Bali

Guru Besar Universitas Udayana Prof Dr I Nyoman Darma Putra menilai, kisah pertemuan, persahabatan dan percintaan antara orang Bali dengan wisatawan mancanegara, merupakan tema dominan yang muncul berulang kali dalam karya sastrawan Bali sejak 1960-an hingga sekarang.

"Karya-karya sastrawan Bali muncul dengan latar belakang perkembangan pariwisata Bali, yang saat itu cenderung bergerak ke arah pariwisata massal," kata Prof Darma Putra, guru besar pada Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Udayana di Denpasar, Kamis.

Pray for Japan, Bali Sahabat Sejati Jepang

Pemerintah dan komponen pariwisata Bali menggelar doa bersama atauPray for Japan, mendukung masyarakat Jepang agar kuat dan tabah menghadapi bencana gempa dan tsunami. Atas dukungan spiritual itu, Jepang berterima kasih kepada Bali yang telah dianggap sebagai sahabat sejati.

2.800 Kamar di Bali 'Hilang' Akibat Tsunami Jepang

Bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang agaknya berdampak langsung terhadap sektor industri pariwisata Bali. Diprediksi terjadi 2.800 pembatalan kamar hotel oleh wisatawan dari Negeri Matahari Terbit itu.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI), Kabupaten Badung Rai IGN Rai Suryawijaya, mengatakan dari prediksi dampak pascatusnami di Jepang, maka Bali akan kehilangan banyak kesempatan untuk didatangi wisatawan dari negeri sakura.

Ini Dia.. 9 Tari Bali untuk Warisan Dunia

Bali memiliki ribuan Tari Bali. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengusulkan Tari Tradisi Bali ke UNESCO yang terdiri dari 9 tari Bali dari 9 kabupaten di Bali. I Wayan Dibia dari Komunitas Tari Bali mengatakan pemilihan 9 tari ini berdasarkan apa yang menjadi keunikan dari setiap kabupaten di Bali. Ia menjadi salah satu yang berada di balik tim penyusunan berkas nominasi Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Mantab... Kakek Itu 21 Tahun Tak Bisa Tidur

Bisa jadi apa yang dialami I Wayan Angga Wijaya (62), sulit ditemukan pada diri manusia normal. Bagaimana tidak, jika umumnya orang bisa sampai 6 jam terlelap dalam mimpi setiap hari, namun pria asal Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali ini tidak bisa tidur 21 tahun lamanya.

Kakek Angga, demikian pria bertubuh pendek gemuk itu kerap disapa warga. Dia mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, sehingga tidak bisa tidur seperti orang normal.

Bali Kehilangan Rp 2,5 Miliar Per Malam

Pascagempa dan tsunami yang melanda Jepang pada 11 Maret lalu, kunjungan wisatawan asal Negeri Sakura ke Bali mengalami penurunan cukup drastis. Dari data yang dimiliki oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, dua minggu pascagempa dan tsunami, rata-rata seluruh hotel di Bali kehilangan 2.800 kamar dari turis Jepang setiap malamnya.

"Sampai saat ini penurunan wisatawan Jepang ke Bali mencapai 60 persen," kata Wakil Ketua PHRI Bali Rai Surya Wijaya saat ditemui seusai peresmian Sub Dit Pariwisata baru-baru ini.

Bali, Tempat Wisata Terbaik di Asia Pasific

Majalah pariwisata DestinAsian memberikan penghargaan keenam kalinya kepada Bali sebagai destinasi wisata terbaik di Asia Pasific. Penghargaan ini diberikan dalam acara The Sixth DestinAsian Reader's Choice Awards.

Pulau wisata di Bali mempertahankan predikatnya sebagai tujuan wisata terbaik, yang dihasilkan berdasarkan survey kepada pembaca baik cetak maupun online.

2012, Bali Tuan Rumah Pertemuan Tim Tanggap Darurat Internet

Indonesia boleh saja telah melepas kesempatan untuk jadi pengurus Asia Pacific Computer Emergency Response Team (APCERT), setelah mendapat status full member.

Namun, Tanah Air telah mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk APCERT Annual General Meeting untuk tahun 2012. Hasilnya, proposal itu diterima dan Bali akan jadi kota untuk menggelar pertemuan tim tanggap darurat internet Asia Pasifik tersebut.

Waduh! Tas Mencurigakan di Bali Hanya Berisi Celana Renang Bule

Tas mencurigakan di seberang LP Kerobokan, Denpasar, telah diamankan Tim Gegana ke Mako Brimob Polda Bali. Setelah dibongkar, tas itu hanya berisi celana renang dan pernak-pernik lain milik turis bule.

Tas ransel dan laptop sebelumnya diamankan di depan toko Ebano Fashion Jewelry, Jl Tangkuban Perahu No 99, Denpasar. Kabid Humas Polda Bali Kombes Polisi Gde Sugianyar mengatakan Gegana Polda Bali telah membongkar dan memeriksa isi tas tersebut di Mako Brimob, Jl Tohpati, Denpasar.

Listrik Sebagian Bali Padam

Pemadaman terjadi di lima daerah yakni Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung dan Karangasem

Gangguan listrik terjadi di Bali selama 2 jam 19 menit. Gangguan ini disebabkan faktor alam yang sampai saat ini masih belum diketahui penyebabnya.

General Manager PLN Distribusi Bali Dadan Koerniadipoera meragukan penyebab gangguan listrik itu karena faktor human error atau kesalahan manusia. Hal itu dikarenakan PLN tidak melakukan kegiatan. "Tapi kami berpikir itu faktor alam dan hingga saat ini kami belum dapat menjelaskan inti permasalahannya," ujarnya di kantor PLN Distribusi Bali, Renon, Denpasar.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More