"Saya sudah ke Pantai Kuta. Saya potret-potret sudah bersih kok," kata Wacik kepada detikcom usai menemani Presiden SBY bertemu dengan Bank Dunia di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali.
Wacik menambahkan, Bupati Badung telah diperintahkan membuat tim khusus untuk menangani sampah di Pantai Kuta. "Saya sudah minta bupati bentuk tim. Setiap ada angin barat, sampah bertumpuk langsung dibereskan. Sampah datang, diangkut semua, selama dua sampai tiga hari selesai. Masa kalah sama sampah," katanya.
Wacik mengatakan sampah yang memenuhi Pantai Kuta disebabkan oleh angin barat yang membawa sampah ke pantai. "Kita tidak bisa mengalahkan angin, pada saat tertentu pasti datang. Semua sampah yang dialirkan sungai ke laut datang ke Kuta," katanya.
Tumpukan sampah yang datang ke Bali berlangsung setiap tahun di mulai dari akhir tahun hingga bulan Maret atau April. Ia pun membenarkan pemberitaan Time yang menyebutkan Bali dipenuhi sampah.
"Tulisan itu ada beberapa benarnya, Kuta kotor banyak sampah tetapi apakah ini kejadian sekali?, sudah sering setiap tahun. Setiap ada angin barat sampah bermuara di Kuta," imbuh Wacik.
Time terbitan 1 April 2011, memuat artikel yang ditulis Andrew Marshall menyebutkan Bali adalah tempat berlibur yang seperti neraka. Pantai Kuta disebutkan tercemar bakteri dan plankton yang membusuk yang menyebabkan alergi.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika membenarkan kalau sampah menjadi masalah utama pariwisata di Bali. "Kita akui kita kotor. Coba bandingkan dengan tujuan wisata negara lain. Jauh kita," kata Pastika di Denpasar



0 Comments:
Post a Comment