AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Koleksi 50 Wallpaper alam (Nature wallpaper pack 1)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang 75 HD Wallpaper Alam, tentang keindahan pertumbuhan tanaman. Kini saya menampilkan lagi keindahan alam dalam 50 High Definition (HD) Wallpaper alam. Sebagian besar wallpaper ini berukuran 1920 x 1200 pixel sehingga cocok untuk digunakan sebagai wallpaper layar lebar (Widescreen), semisal LCD atau Laptop.

Di internet memang kita dengan mudah mendapatkan wallpaper yang diinginkan, tetapi jika harus download satu persatu terasa merepotkan. Berikut koleksi pilihan 50 wallpaper alam yang tinggal download saja.
Wallpaper 01-25

wallpaper 26-50

Untuk mempermudah mendapatkannya, download saya jadikan dua paket, masing-masing berukuran sekitar 13.5 MB. Sengaja saya upload di 4shared, untuk mengurangi beban server ebsoft.web.id. Langsung saja unduh hd-nature-wallpaper-pack-01a.zip dan hd-nature-wallpaper-pack-01b.zip.


refrensi

Energi Gelap Bikin Semesta Mengembang

Survei selama lima tahun pada 200.000 galaksi membuktikan bahwa energi gelap terbukti membuat semesta mengembang dengan percepatan tertentu. Penemuan itu didasarkan pada observasi menggunakan wahana Galaxy Evolution Explorer NASA dan Anglo Australian Telescope di Siding Spring Mountain, Australia.

Awalnya, astronom menggunakan peta galaksi 3D hasil pencitraan Galaxy Evolution Explorer. Selanjutnya, dengan Anglo Australian Telescope, astronom mencari pola jarak antargalaksi, jarak galaksi dengan Bumi, dan kecepatan galaksi menjauh dari Bumi. Dengan peta galaksi, astronom juga mempelajari bagaimana kluster galaksi berkembang.

Berdasarkan analisis, jarak antargalaksi pada permulaan semesta sekitar 500 juta tahun cahaya. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa jarak antargalaksi tersebut semakin menjauh. Gravitasi pada kluster galaksi menarik galaksi-galaksi baru, tetapi energi gelap seolah justru mendorongnya keluar.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa energi gelap adalah konstan secara kosmologis. Chris Blake, pimpinan investigasi dari Swinburne University of Technology, Melbourne, mengatakan, "Aksi energi gelap seperti ketika Anda melempar bola ke udara dan menjaganya tetap bergerak semakin cepat ke atas."

Penemuan ini mendukung teori bahwa energi gelap bertindak sebagai gaya konstan yang secara tetap memengaruhi semesta, membuatnya mengembang. Sekaligus, hasil ini membantah teori alternatif bahwa penyebab mengembangnya semesta adalah gravitasi yang bertindak sebagai gaya dorong ketika jarak antarbenda jauh.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Royal Astronomy Society. Energi gelap sendiri adalah bentuk energi yang mendominasi semesta, terdiri atas sekitar 74 persen. Materi gelap yang sampai saat ini masih misterius berjumlah 22 persen di semesta. Sementara materi "normal" yang kita kenal, seperti yang menyusun makhluk hidup, hanya 4 persen.

refrensi ; http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1389206/Dark-energy-DOES-exist-increasingly-driving-universe-apart-scientists-claim.html

10 Daerah Eksotis yang Nyaris Tak Terjamah Peradaban Dunia

Meskipun perangkap peradaban mengelilingi kita, ternyata masih ada beberapa bagian di bumi ini yang masih murni, nyaris tak tersentuh. Mulai dari lapisan es Antartika hingga hutan-hutan di Papua New Guinea. Berikut beberapa tempat terindah di planet ini yang nyaris tak tersentuh dan rusak oleh peradaban.

1. Namibia


Namibia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk paling jarang di dunia. Nama salah satu negara Afrika bagian selatan ini diambil dari Gurun Namib, rumah bagi 2.500 ekor cheetah.

Dengan bukit pasir raksasa, petroglif kuno, kawah dan air terjunnya, Namibia menjadi salah satu lanskap paling tak tersentuh di Afrika. Namibia juga menjadi salah satu negara yang fokus pada hal-hal mengenai penjagaan kesehatan ekosistem dalam konstitusinya.



2. Galapagos


Meskipun perjalanan Darwin ke sejumlah pulau-pulau unik diikuti oleh wisatawan yang tak terhitung jumlahnya, Kepulauan Galapagos masih menjadi tempat yang murni. Kepulauan ini merupakan rumah bagi kura-kura raksasa, iguana, singa laut, pinguin, ikan paus dan ikan.

Dihuni oleh 23.000 penduduk dan ratusan spesies endemis, kepulauan ini juga menjadi tempat pelestarian hayati laut selama lima puluh tahun.



3. Papua Nugini


Para ilmuwan percaya jika banyak spesies tanaman dan hewan yang belum ditemukan berada di sini. Eksploitasi sumber daya alam terhambat oleh medan yang kasar, sistem hukum dan tingginya biaya pengembangan infrastruktur. Karena semua masalah manusia, sebagian besar lanskap masih sulit untuk disentuh.



4. Seychelles


Seychelles memiliki persentase tanah konservasi terbesar dibandingkan negara-negara lain. Sekitar 50 persen dari keseluruhan wilayah negara kepulauan ini berada di bawah konservasi. Karena itu, Seychelles merupakan rumah bagi beberapa pantai yang luar biasa murni dan spesies seperti burung nasional, burung beo hitam Seychelles.

Pengunjung yang sampai di sana relatif sedikit, terutama di sepanjang garis pantai “berbubuk” lembut yang membentang sejauh 305 mil (490 kilometer).



5. Bhutan


Sementara beberapa orang mungkin berpikir jika Tibet sebagai surga tercemar, sepupunya, Bhutan, justru jauh lebih bersih. Lebih dari 60 persen wilayah negara ditutupi hutan dan seperempat wilayah ditunjuk sebagai taman nasional atau kawasan lindung.

Dikenal sebagai Tanah Naga Guntur, negara ini memiliki pegunungan terjal dan lembah-lembah sehingga tepat untuk dijadikan hotspot bagi keanekaragaman hayati.



6. Daintree National Park, Australia


Kadang-kadang sesuatu yang lebih tua, menjadi semakin tak tersentuh. Seperti Daintree National Park di Far North Queensland, Australia, yang berisi hutan hujan berusia 110 juta tahun, salah satu ekosistem tertua di bumi. Taman ini adalah rumah bagi ribuan jenis tumbuhan dan pohon yang berusia lebih dari 2.500 tahun.



7. Fiordland, Selandia Baru


Di ujung selatan pantai barat Selandia Baru, wilayah Fiordland masih liar, kasar dan nihil pembangunan. Dengan gunung tinggi dan perairan berbatu gerigi, Fiordland belum pernah mempunyai penduduk permanen.

Bahkan, orang-orang Maori hanya mengunjunginya hanya untuk sementara waktu guna berburu, memancing dan untuk mengumpulkan batu giok. Selain itu, arus udara bertiup lurus dari Antartika sehingga udara Fiordland merupakan salah satu yang terbersih di planet ini.



8. Kamcatka, Rusia


Semenanjung Kamcatka di Timur Jauh Rusia adalah tempat yang liar dan kosong dengan Samudera Pasifik di timur dan Laut Okhotsk di barat. Gunung berapi dan gletser memberikan efek bintik-bintik pada semenanjung. Mega gempa bumi telah mengguncang semenanjung ini dalam lima dekade terakhir



9. Gurun Atacama, Chili


Atacama merupakan salah satu pemandangan aneh di dunia, padang pasir yang sama sekali tidak mendapatkan hujan. Cekungan garam, pasir dan lava menutupi sebagian besar dari kawasan yang memiliki luas 103.600 km persegi ini.

Bahkan, NASA merancang tes untuk persiapan eksplorasi Mars di sini. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat terbaik di dunia untuk melakukan pengamatan astronomi. Di sana terdapat dua observatorium besar.



10. Antartika


Antartika adalah tempat yang benar-benar tak tersentuh. 96 persen dari benua ini ditutupi es, dengan ketebalan rata-rata lebih dari satu mil (1,6 km). Penguin, ikan paus, anjing laut dan burung laut menggunakan perairan di sekitar Antartika untuk mencari makanan.


Ternyata Perubahan Iklim Bisa Pengaruhi WiFi

Perubahan iklim memiliki dampak luas terhadap kehidupan di Bumi. Kabarnya, jaringan internet WiFi pun dapat terpengaruh oleh perubahan iklim.

Sebuah laporan yang disampaikan Department Environment, Food and Rural Affairs (DEFRA) di Inggris, menyebutkan bahwa temperatur suhu yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas dan kekuatan sinyal WiFi.

"Jika perubahan iklim mengancam kualitas sinyal WiFi, atau Anda tidak bisa mendapatkannya karena temperatur suhu ekstrim yang berubah-ubah, dan Anda dirugikan karenanya, itu sebabnya kita harus mengatasi masalah ini," kata Sekretaris DEFRA Caroline Spelman.

Dikutip dari PC Advisor, Inggris diperkirakan mengalami temperatur suhu di atas 40 derajat celcius tahun ini. Kondisi ini membuat Network Rail atau jaringan sistem kereta api di sana, harus memasang panel surya dan sistem penghasil air hujan. Tujuannya, untuk memastikan pemangkasan daya tidak mengakibatkan terganggunya operasional kereta.

Spelman juga menyebutkan, selain suhu tinggi. Hujan dalam intensitas besar atau deras pun bisa mempengaruhi sinyal WiFi.

"Ekonomi tidak akan tumbuh jika terjadi kegagalan daya berulang kali, atau barang tidak dapat didistribusikan karena banjir, atau intensitas hujan dan suhu tinggi mengganggu sinyal WiFi," tambahnya, seperti dikutip dari PC World oleh AlgoritmaNews.

Sayangnya, tidak dijelaskan secara spesifik, bagaimana sinyal WiFi terganggu akibat cuaca. Laporan ini disertai proposal dana kepada pemerintah Inggris sebesar 200 juta poundsterling yang diinvestasikan untuk memastikan perubahan iklim tidak akan mempengaruhi berbagai layanan publik di Inggris.

Pesona Keindahan Alam di Bukit Malimbu

BUKIT Malimbu adalah tempat wisata yang terkenal keindahan alamnya. Bukit Malimbu merupakan daratan tinggi terusan area Pantai Senggigi, terletak di kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Anda bisa menikmati hamparan pasir putih yang terbentang di hadapan bukit. Dari atas bukit, Anda akan disegarkan oleh pemandangan alam terbuka yang sangat mempesona. Indahnya matahari terbenam akan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Selain itu, Anda bisa menikmati pemandangan gunung Agung di Bali dan deretan gili-gili (pulau) di bagian utara pulau Lombok.

Anda menyukai fotografi? Bukit Malimbu merupakan tempat yang ideal untuk mengasah kemampuan. Anda bisa mengabadikan keindahan bukit yang masih asli alami. Selain itu, bukit Malimbu juga menawarkan panorama yang beragam, dari pantai biru, deburan ombak, suasana sunset, gunung hijau, hingga deretan pulau-pulau kecil. Disini juga banyak terdapat banyak kera/monyet yang berkeliaran diantara pohon-pohon besar yang masih terjaga.

Objek wisata itu dari kota Mataram membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Untuk mencapai lokasi, Anda harus membawa kendaraan sendiri atau menyewa, karena tidak ada kendaraan umum yang langsung menuju ke lokasi.

Anda sebaiknya membawa bekal makanan karena belum terdapat penginapan ataupun restoran yang bisa melayani kebutuhan Anda. Bagi Anda yang ingin bermalam, di sini tersedia gubuk-gubuk yang bisa di sewa untuk beristirahat, menyantap bekal sekaligus menikmati keindahan pantai

Alam Semesta Memiliki Ukuran 250 Kali Lipat Lebih Luas

Apakah alam semesta memiliki ukuran pasti atau tak terbatas? Berhubung ukuran alam semesta yang dapat dilihat semakin meluas, benda berjarak terjauh yang bisa dilihat menjadi jauh lebih tua dibanding yang diperkirakan yakni sekitar 14 miliar tahun.

Diketahui, photon pada latar belakang gelombang mikro kosmik telah menempuh waktu 45 miliar tahun untuk tiba di Bumi. Itu berarti, alam semesta yang terlihat oleh mata setidaknya memiliki ukuran seluas 90 miliar tahun cahaya.

Namun demikian, ternyata alam semesta jauh lebih luas lagi. Ini bisa diketahui berkat analisis statistik yang dibuat oleh Mihran Vardanyan dan rekan-rekannya, peneliti dari University of Oxford.

Menurut Vardanyan, seperti dikutip dari Daily Galaxy, Rabu 4 Mei 2011, kunci dari mengetahui ukuran sebenarnya dari alam semesta adalah dengan mengukur lengkungannya.

Sebelumnya, astronom memiliki beberapa metode untuk mengukur lengkungan tersebut. Salah satunya, menurut Technology Review dari Massachusetts Institute of Technology, adalah menggunakan objek yang berada di jarak jauh yang sudah diketahui ukurannya dan membandingkan dengan seberapa besar ia terlihat.

Jika objek itu tampak lebih besar dibanding seharusnya, alam semesta tertutup. Jika ukurannya tampak sama seperti seharusnya, alam semesta berbentuk datar. Namun, jika lebih kecil, berarti alam semesta terbuka (tak terhingga).

Masalahnya, saat ilmuwan mengamati berbagai data dari bermacam model, mereka mendapatkan jawaban yang berbeda-beda untuk mengetahui jawaban pasti seputar lengkungan dan ukuran alam semesta. Lalu, mana yang paling akurat di antaranya?

Terobosan yang diambil Vardanyan dan timnya disebut dengan nama Bayesian model averaging. Teknik ini lebih cerdas dibandingkan dengan menggunakan pengukuran lengkungan yang umum digunakan ilmuwan untuk menjelaskan data yang mereka miliki.

Menurut permodelan yang dibuat Vardanyan, lengkungan alam semesta sangat dekat dengan 0. Dengan kata lain, kemungkinan besar, alam semesta berukuran datar.

Sebuah alam semesta yang berbentuk datar juga bisa tak terbatas. Dan kalkulasi yang dibuat oleh Vardanyan juga konsisten dengan hal ini. Dari perhitungan, alam semesta memiliki ukuran setidaknya 250 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan Hubber volume yang berukuran 13,8 miliar tahun cahaya.

Gili Sulat dan Gili Lawang Masih Alami


Siapa yang tidak kenal dengan Gili Trawangan? Ketiga pulau (Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan) di Lombok Barat, NTB, sangat terkenal baik bagi wisatawan lokal ataupun asing. Non-motorised system yang diberlakukan di Gili Trawangan menjadikan pulau ini semakin menarik untuk dikunjungi. Dan bagi penggemar scuba divingdan snorkeling, surga bawah air di sekeliling pulau ini merupakan daya tarik tersendiri.

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai wisata bahari di Pulau Lombok, tapi bukan di Lombok Barat melainkan di ujung lain pulau ini yaitu Lombok Timur. Backpacking kami kali ini adalah di dua pulau kecil (gili) Sulat dan Lawang yang terletak di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Berbeda dengan ketiga gili di Lombok Barat, kedua gili ini seolah belum tersentuh oleh komersialisasi dan kehebohan para pengunjung. Justru keindahan yang masih tersembunyi ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kami.

Beranjak dari kota Mataram pada pukul 7 pagi dengan membawa perlengkapan snorkeling, antusiasme tidak dapat disembunyikan. Bahkan sarapan pun dilakukan di dalam mobil dengan nasi kuning, teri dan telur rebus. Maklum perjalanan menuju dermaga tempat boat yang akan membawa ke Gili Sulat dan Gili Lawang adalah sekitar 2,5 jam. Saya pandangi wajah ketiga teman saya yang masih mengantuk karena kemarin sepulang dari snorkeling di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, mereka menyantap durian di pasar Mataram. Ternyata perut mereka belum setahan perut saya orang Indonesia, sehingga satu orang harus berulang kali ke toilet tadi malam sedangkan yang dua orang lagi tidak bisa tidur karena kepanasan.

Begitu mobil mulai meninggalkan kota Mataram, pemandangan hamparan sawah ternyata mampu membuat mata mereka menjadi melek. Dinh tak henti-hentinya menjepretkan DSLR-nya sedangkan Yen sibuk bertanya kepada mbak Dewi dan mas Emon yang hari itu menemani kami. Mbak Dewi adalah seorang dosen di Mataram namun merupakan manusia ‘air’, julukan yang kami berikan karena kecintaannya pada segala sesuatu yang berhubungan dengan air. Sedangkan mas Emon adalah temannya sesama manusia ‘air’ yang hingga saat ini masih aktif sebagai pelatih renang, diving dan snorkeling.

Pagi itu sedikit berkabut setelah semalaman diguyur hujan. Hamparan sawah dengan latar belakang gunung Rinjani dengan puncak tersaput kabut, menampilkan keindahan alam Lombok di sepanjang jalan yang dilewati. Ketika matahari bersinar malu-malu dari balik gumpalan awan, dihatipun membuncah harapan akan hari yang cerah. Minggu pagi ini semakin hidup ketika mobil melewati pasar-pasar tradisional. Hiruk pikuk aktifitas jual beli memberikan keindahan tersendiri untuk dinikmati dikala mobil tersendat kemacetan pasar.

Tak terasa dua setengah jam pun berlalu dan kamipun sampai di tempat boat akan membawa kami ke kedua gili. Terlihat tiga orang pemuda sudah menunggu. Mereka adalah pemuda-pemuda yang dua orang diantaranya adalah atlet diving dan juga mengembangkan wisata bahari di dua Gili ini. Dengan bantuan dana PNPM mereka bisa melengkapi peralatan diving dan snorkeling sehingga bisa disewakan dan dananya digunakan untuk menunjang kegiatan-kegiatan disana.

Boat sederhana tanpa atap telah menanti. Kamipun langsung menaikinya. Perlengkapan snorkeling(fins, masker dan snorkeling) serta life jacket sudah tersedia. Life jacket ini sangat penting bagi saya dan kedua orang teman yang memang tidak bisa berenang. Sementara itu satu kotak air mineral, makan siang dan beberapa butir kelapa juga terlihat sudah ada di boat. Kami memang merencanakan untuk menyantap hidangan siang di Gili Sulat sambil menikmati hutan bakau (mangrove).

Perhentian yang pertama adalah diantara Gili Sulat dan Gili Lawang. Disini airnya tenang dan arusnya tidak kuat. Banyak terdapat ikan kecil beraneka warna dan terumbu karang. Kamipun tidak sabar menceburkan diri kedalam air, keindahan bawah air memang sungguh menawan. Sayang sekali kami tidak bisa mengabadikan keindahan bawah laut ini karena ketiadaan kamera bawah air. Setelah sekitar setengah jam berada di spot itu, boat pun berpindah kearah Gili Sulat dengan harapan bisa melihat ikan yang lebih banyak. Namun sepertinya kami kurang beruntung, sehingga yang terlihat hanyalah terumbu karang. Walaupun begitu, semangat bersnorkling tetap tidak pudar, maklum baru bisa ber-snorkeling-ria….he-he-he.

Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 12 siang dan perut pun sudah mulai keroncongan. Satu persatu pun menaiki boat yang kemudian menuju ke dermaga di Gili Sulat. Dermaga ini dibuat oleh departmen perikanan setempat yang bisa digunakan untuk tempat singgah dan beristirahat. Jalanan dari dermaga kedalam pulau adalah dari kayu dengan kiri kanan adalah tumbuhan mangrove. Sungguh pemandangan yang eksotis dan menenangkan.

Sambil menenteng bekal, tak henti-hentinya kamera dijepretkan dan sekali-kali bergaya dengan latar keindahan Gili Sulat. Panjang jalan ini sekitar 200 meter kedalam pulau. Perhentian adalah di tengah pulau dan bekal pun diturunkan. Sambil menikmati keindahan hutan mangrove, bekalpun mulai disantap. Air jernih disekitar hutan mangrove ini memantulkan bayangan kami dan kelebatan hutan. Sedikit-sedikit sinar matahari mencoba mengelus kulit.

Bekal dimulai dari ‘bantal’, istilahnya mbak Dewi untuk makanan Lombok yang terbuat dari ketan dengan isi pisang. Penganan ini dibungkus dengan daun kelapa yang dibentuk seperti ketupat. Sementara ini, Andri dan Deni, menyiapkan minuman berupa kelapa muda. Ternyata gabungan antara ‘bantal’ dengan air kelapa muda mampu mengganjal perut sehingga kami menunda makan siang. Selain masih kenyang, juga takut kalau kebanyakan makan akan berakibat kram pada saat ber-snorkelingnantinya.

Sambil berusaha mengais daging kelapa muda dengan menggunakan ’sendok’ dari kulit luar kelapa, acara jeprat jepret masih terus berlangsung. Bahkan Dinh dan Yen memanjat pohon mangrove untuk mendapat pose yang keren. Perut kenyang dengan suasana alami membuat mata mengantuk, apalagi tingkah suara satwa ibarat musik yang meninabobokan.

Hati dan pikiran seolah bekerja sama untuk menolak beranjak dari keindahan dan ketenangan hutan mangrove ini. Penyakit ‘kuap’ menyebar dengan cepat, seolah memberikan legitimasinya untuk tidak cepat-cepat meninggalkan pesona alam ini. Namun, bayangan akan keindahan laut juga menggoda.

Aaahh… sungguh suatu dilema, antara meninggalkan keindahan hutan mangrove dan membayangkan pesona bawah laut. Suatu pilihan yang sulit...

Akhirnya, setelah mengaso sejenak, kamipun berkemas untuk kembali bersnorkeling. Kali ini spot yang diambil adalah di depan Gili Sulat namun agak sedikit ke tengah. Dan satu persatu kami pun kembali menceburkan diri kedalam air. Kali ini kami beruntung, beragam ikan dari besar dan kecil terlihat bersileweran dimana-mana. Terumbu karang berwarna-warni menambah keindahan alam bawah air ini. Matahari yang semakin terik tidak menghentikan keasyikan menikmati pesona bawah laut ini, begitu juga ketika arus sudah mulai terasa kami tetap bergeming.

Pada saat arus semakin kuat, dengan berat hati acara wisata bawah air ini harus diakhiri. Waktu seakan berlari, padahal kami masih ingin berada dibawah air. Tak terasa sudah hampir pukul 3 sore, pestapun usai dan boatpun bergerak menantang arus kembali ke pulau Lombok. Terik mentari nyata membekas dikulit kami, namun dalam hitungan minggu akan hilang kembali. Tapi kenangan keindahan alam laut Gili Sulat dan Gili Lawang beserta keeksotikan hutan mangrovenya akan tetap membekas dihati. Insya Allah suatu saat kami akan kembali…

Berharap ke Asteroid Dengan Kapsul Orion

NASA kini tengah mengembangkan kendaraan yang dalam jangka panjang, diharapkan paling cepat tahun 2019, bisa mengantarkan astronot menuju asteroid dan salah satu bulan Mars. Kendaraan tersebut bernama kapsul Orion dan dikembangkan bersama pengembang pesawat terkemuka, Lockeed Martin.

Untuk mencapai tujuan besar itu, NASA dan Lockeed Martin terlebih dahulu akan mengembangkan Orion sebagai kendaraan yang melayani misi International Space Station (ISS). Dijadwalkan, Orion akan menjalani tes orbital tahun 2013 dan mulai beroperasi tahun 2016.

Benda-benda Langit Terbesar di Semesta

Semesta terdiri atas benda-benda langit. Di antara benda langit tersebut, terdapat beberapa yang termasuk terbesar dalam ukurannya. Berikut merupakan benda langit terbesar sesuai kategorinya.

Planet Terbesar

Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya. Tapi, planet terbesar di semesta adalah TrES-4b yang ditemukan pada tahun 2006, mengorbit bintang yang berjarak 1500 tahun cahaya dari Bumi. Diameter planet ini 1,8 lebih besar dari Jupiter.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More