AlgoritmaNews Adalah Situs Berita Perkembangan Teknologi Terkini Yang Ter Update Setiap Hari | Mulai Dari Berita Teknoligi, Sains, Perbintangan, NASA, Satelit, Tips Trik Mengatasi Masalah Yang Terjadi Pada Prangkat Teknologi dan Masih Banyak Info Menarik Lainya.
Promo Web Hosting 500mb Bw Unlimited Cuma Rp.50rb Untuk 10 Pendaftar Pertama Order disini

Showing posts with label Penemuan. Show all posts
Showing posts with label Penemuan. Show all posts

Ditemukan, Satelit Baru Pluto

Planet kerdil Pluto di ujung tata surya selalu menyimpan misteri. Setelah kontroversi terkait statusnya sebagai planet ramai diperbincangkan pada tahun 2006, kini sejumlah astronom menemukan fakta baru bahwa Pluto dikelilingi lebih dari tiga satelit.
Seperti dirilis Space.com, 21 Juli, Teleskop Hubble mendeteksi kehadiran benda seperti asteroid kecil yang mengelilingi Pluto. Obyek atau satelit ini kemudian dikenal dengan identitas P4. Ini merupakan satelit keempat yang ditemukan mengelilingi Pluto setelah Nix, Hydra, dan Charon.
Satelit terbaru ini kemungkinan besar akan diberi nama Cerberus. Alan Stern, ilmuwan yang membidangi tentang planet, mengungkapkan, temuan terbaru tentang satelit keempat Pluto ini sebetulnya tidak mengejutkan. Salah satu temuan terbaru lainnya adalah fakta bahwa Pluto ternyata memiliki atmosfer yang terdiri dari nitrogen, karbon monoksida, dan gas metana.
Ia meyakini, akan masih ada kejutan lainnya yang belum banyak diungkap dari Pluto. Jaraknya yang sangat jauh menyulitkan pengamatan obyek tata surya ini. Jarak dari Puto ke Matahari adalah 5,87 miliar kilometer atau 39 kali lipat jarak Matahari ke Bumi.
Untuk lebih mengetahui detail mengenai Pluto, NASA meluncurkan wahana New Horizons pada Januari 2006. Untuk mencapai Pluto, dibutuhkan waktu setidaknya sembilan tahun. Wahana ini diperhitungkan akan mulai mendekati Pluto pada Juli 2015 dan mulai melakukan pengamatan di sana.

Ilmuwan Temukan Cara Meramal Tindakan

Peneliti dari Center for Brain and Mind, University of Western Ontario menemukan cara untuk memprediksi tindakan manusia. Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal Neuroscience teranyar dengan judul "Decoding Action Intentions from Preparatory Brain Activity in Human Parieto-Frontal Networks."
Jody Culham dan Jason Gallivan, peneliti yang terlibat studi tersebut, menemukan bahwa cara untuk memprediksi tindakan manusia adalah dengan melihat aktivitas otaknya. Kedua peneliti tersebut mendapatkan kesimpulan setelah melakukan studi dengan merekam aktivitas otak beberapa sukarelawan selama setahun.
Untuk merekam, peneliti menggunakan functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI). Saat direkam, sukarelawan diminta melakukan tiga macam gerakan memegang objek, yakni memegang bagian atas, bawah dan amping objek. Menurut Culham, cara yang dpilihnya relatif tidak intrusif dibandingkan dengan memasukkan elektroda langsung ke otak dan bisa memprediksi aksi manusia beberapa detik sebelum eksekusi aksi tersebut.
"Hasil ini adalah satu langkah maju dalam memahami bagaimana otak manusia merencanakan aksi," kata Gallivan. Ia menambahkan, penemuan ini juga bisa membantu upaya menggunakan sinyal otak untuk mengontrol kaki palsu sehingga membantu mereka yang mengalami masalah gerak, seperti akibat kerusakan syaraf tulang belakang.


Refrensi

Tata Surya Teraneh yang Pernah Ditemukan

Tim astronom yang salah satu anggotanya adalah Dr Gavin Ramsay dari Observatorium Armagh menemukan bukti adanya tata surya atau sistem keplanetan yang paling aneh. Dalam tata surya tersebut, dua planet raksasa mengitari bintang ganda bernama UZ For yang terdiri dari bintang katai merah dan katai putih.
Hasil observasi tim astronom itu dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society dengan judul "Possible detection of two giant extrasolar planets orbiting the eclipsing polar UZ Fornacis". Jika kelak terbukti kebenarannya, maka tata surya itu akan menjadi tata surya baru yang paling aneh.
Dalam sistem bintang ganda, dua bintang yang berpasangan akan mengitari satu sama lain. Bintang katai merah dan katai putih pada sistem UZ For juga mengalami hal serupa, dengan waktu revolusi hanya beberapa jam. Karena bintang satu akan melewati muka bintang lain, dan demikian sebaliknya, maka beberapa gerhana akan terjadi.
Sama seperti gerhana Matahari dan Bulan, gerhana yang terjadi pada sistem keplanetan tersebut sebenarnya bisa diperkirakan. Namun, dalam observasi, para astronom menemukan fakta bahwa gerhana kadang terjadi terlalu dini atau terlalu terlambat. Akhirnya, astronom berpendapat, ada dua planet yang mengitari bintang ganda itu, membuat gerhana seolah dini atau terlambat.
Berdasarkan perhitungan, dua planet yang mengitari bintang ganda itu setidaknya memiliki massa masing-masing 6 dan 8 kali Jupiter. Sementara itu, waktu yang diperlukan oleh planet untuk melakukan satu revolusi masing-masing 5 dan 16 tahun. Sistem keplanetan ini terlalu jauh untuk secara langsung dicitrakan.
Sistem bintang ganda menjadikan planet dalam sistem tersebut sangat tidak bisa dihuni. Bintang katai putih secara terus-menerus mencuri material dari permukaan bintang katai merah sehingga material seolah mengalir di angkasa bak sungai. Material itu kemudian terpanaskan hingga jutaan Kelvin, membanjiri sistem keplanetan dengan sinar-X yang mematikan.
Dengan fakta itu, maka tak perlu berharap adanya planet yang memiliki kehidupan di dalam sistem tersebut. Observasi bintang ganda dan dua planet yang kemungkinan mengitarinya itu dilakukan dengan Southern African Large Telescop (SALT) dan data hasil observasi selama 27 tahun dari beberapa observatorium.

Berkat Satelit 17 Piramida Baru Ditemukan

Arkeolog asal University of Albaman, di Birmingham, Dr Sarah Parack dan timnya berhasil menganalisis gambar yang diambil dari satelit yang mengorbit 700 km diatas bumi, mengidentifikasi menggunakan pencitraan inframerah untuk menyorot bahan yang berbeda di bawah permukaan, yang diduga adalah 17 piramida yang hilang.

Tidak hanya itu saja satelit itu juga memindai 1.000 makam dan lebih dari 3.000 pemukiman kuno, yang sebelumnya memang sudah dilakukan penggalian awal sebelumnya.

Dilansir melalui BBC, satelit dengan pencitraan inframerah mampu membedakan antara batu bata lumpur Mesir kuno digunakan untuk membangun struktur dan tanah dan bumi. Batu bata lumpur tersebut lebih padat daripada tanah sekitarnya.

Pengideraan satelit untuk melacak benda bersejarah bisa dilakukan lantaran warga mesir kuno membangun rumah-rumah yang terbuat dari bata lumpur. Struktur bangunan pun padat sehingga bentuk lancip rumah serupa piramida mudah terdeteksi.

"Ini merupakan situs yang dekat dengan permukaan. Ada ribuan lainnya yang tertutup oleh endapan lumpur Sungai Nil," kata Sarah.

Foto Ekslusif Penemuan Tengkorak Monalisa Model Lukisan Leonardo Da Vinci

Foto Ekslusif Penemuan Tengkorak Monalisa Model Lukisan Leonardo Da Vinci

Apakah rahasia di balik senyum misterius Mona Lisa? Anda juga tahu lukisan ini paling terkenal di dunia. Berbagai kontroversi mengungkap rahasia ini. Dugaan besar selama ini, Monalisa yang model lukisan Leonardo adalah istri rahasianya sendiri. Lalu akhirnya memutuskan menjadi biarawati di Sion. Dan spekulasi lain mengatakan bahwa Leonardo adalah seorang gay, dan lukisan Monalisa adalah cerminan Leonardo pribadinya sendiri.

Para arkeolog telah melakukan penggalian di Italia dan mengklaim telah menemukan tengkorak wanita yang berpose untuk karya Leonardo da Vinci. Tim penggalian mengungkapkan selama akhir pekan bahwa mereka telah menemukan ruang bawah tanah setelah melakukan pencarian dua minggu di sebuah biara ditinggalkan di Florence.

Tetapi kuburan bawah biara St Ursula, diyakini menjadi tempat peristirahatan terakhir dari Lisa Gherardini Del Giocondo, kini telah menjadi tengkorak wanita raksasa.

Berikut foto-foto tengkorak Monalisa yang seorang model lukisan Leonardo Da Vinci:

Key discovery: an italian archaeology team has uncovered a skull it believes to be that of the woman who posed for leonardo da vinci's mona lisa

Enigmatic find: the human bones found at the excavation site in the saint ursula convent in florence are thought to be those of lisa gherardini del giocondo

Resting place: the courtyard of the saint ursula convent in florence, where archaeologists have been digging for the last two weeks

Cameras ready: researchers dig into the underground tombs inside the convent while a crowd of media watches for discoveries


sumber

Tujuh Situs Maya Kuno Ditemukan di Meksiko

Para ahli arkeologi menemukan tujuh situs kuno suku Maya di semenanjung Yucatan, Meksiko, yang berusia 400 tahun sebelum masehi.

Ketujuh situs tersebut bernama Oxmul, Polok Ceh, Nichak, Cuzam, Chan Much, Tzakan dan Chankiuik, ditemukan di batas Meride, ibu kota negara bagian Yucatan, yang memiliki jumlah penduduk 1 juta jiwa. Demikian seperti yang dikutip dari Monster and Critics oleh AlgoritmaNews.

"Berdasarkan temuan ini, ternyata bagian utara negara bagian Yucatan sudah lama ditinggali oleh manusia, jauh melebihi perkiraan semula," ujar pihak National Institute of Anthropology and History (INAH) di Meksiko.

Proyek penelitian ini merupakan bagian dari usaha untuk melestarikan peninggalan arkeologi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Tercatat ada 170 situs Maya di daerah perbatasan kota Merida.

Situs tersebut berlokasi di wilayah yang memiliki luas 1000 hektar yang dikenal dengan nama Sitpach. "Rata-rata usia situs tersebut adalah 400 tahun sebelum masehi sampai 200 tahun sesudah masehi," ungkap pihak INAH.

Sejauh ini, para ahli percaya kalau bagian utara negara bagian Yucatan ditinggali oleh manusia sejak 200 tahun sebelum masehi.

Di situs ini, para arkeolog menemukan struktur bangunan, pecahan keramik dan tempat penguburan manusia.

Astronom Tangkap Citra 20 Juta Bintang

Astronom amatir Nick Risinger (28) boleh dikatakan nekat. Ia berhenti dari pekerjaannya sebagai marketing director di sebuah perusahaan di Seattle, Amerika Serikat, dan memutuskan berkelana menemukan tempat terbaik untuk memotret langit dengan jutaan bintangnya.

Namun, kenekatannya patut diacungi jempol. Ia berhasil memotret 37.440 citra langit yang kemudian disatukan menjadi citra interaktif 360 derajat yang menakjubkan. Citra beresolusi 5.000 megapiksel itu menggambarkan galaksi Bimasakti dan lebih dari 20 juta bintang.

Untuk memotretnya, Risinger berkelana ke wilayah terpencil di bagian barat Amerika Serikat dan Afrika Selatan. Risinger membagi langit menjadi 624 wilayah dan memotret tiap bagian itu. Ia merencanakan pemotretan saat mulai Bulan baru ketika langit benar-benar gelap.

Agar memperoleh gambar tajam, Risinger menggunakan enam kamera pada tripod yang menyesuaikan dengan gerak rotasi Bumi. Bila banyak citra untuk kepentingan ilmiah menggunakan warna merah dan biru, Risinger menambahkan warna hijau untuk meningkatkan kedalaman gambar.

Menyelesaikan petualangannya pada Januari lalu, risinger mulai menyatukan gambar. Dengan software di komputernya, ia mengenali setiap frame foto dan memadukannya. Ia menyelesaikannya proyek "gila" itu dua minggu lalu, mem-posting gambarnya di situs web-nya, skysurvey.org.

Risinger mengatakan, "Ini bukanlah gambar yang bisa digunakan secara ilmiah. Ini adalah untuk apresiasi dan edukasi." Ia menambahkan, tujuan misinya bukanlah untuk uang, melainkan ia berharap bisa menjual versi cetak fotonya agar web yang dikelolanya tetap running.

Hingga saat ini jutaan orang telah mengakses foto di skysurvey.org. Di situs web-nya terdapat pula tawaran memberikan donasi sehingga proyek yang dijalankan Risinger terus berjalan dan lebih banyak lagi foto langit bisa dipublikasikan.

Kingdom Makhluk Hidup Baru Ditemukan

Ilmuwan dari Inggris menemukan jenis makhluk hidup mikroskopis serupa jamur. Meski mirip, ilmuwan mengatakan bahwa makhluk hidup tersebut bisa jadi merupakan kingdom makhluk hidup baru, di luar Fungi atau Jamur, Mikroba, Tumbuhan, dan Hewan.

Para ilmuwan memberi nama "cryptomycota" pada makhluk hidup yang diduga kingdom baru itu, berarti "yang tersembunyi dari kingdom Fungi". Diketahui, Cryptomycota memiliki 3 fase hidup, sebagai parasit alga, organisme mandiri yang mencari makanan dan masa dormansi.

Dugaan kindom baru diawali dari hasil analisa genetika molekuler beberapa spesies yang dibawa ilmuwan dari lapangan. Ilmuwan menemukan bagian DNA yang terkait dengan jamur dan bagian lain yang menunjukkan perbedaan yang jelas dengan jamur.

Analisa karakteristik sel juga membuktikan perbedaan Cryptomycota dengan Jamur. Selain memiliki membran sel, spesies yang termasuk dalam kingdom jamur memiliki dinding sel. Tapi, analisa histologis membuktikan bahwa Cryptomycota tak memiliki dinding sel.

Saat ini, ilmuwan memang baru menemukan 10 persen dari seluruh spesies jamur yang ada, tapi seluruh sub grup jamur sebenarnya sudah ditemukan. Hal ini membuat beberapa ilmuwan yakin bahwa Cryptomycota adalah kingdom makhluk hidup baru.

"Ini akan menjadi menarik dengan kontroversi yang nanti akan muncul. Apakah ini merupakan jamur atau bukan?" kata Tim James, ilmuwan dari University of Michigan. Penemuan ini menurutnya mengejutkan karena mampu mengusik taksonomi jamur.

Untuk membuktikannya, serangkaian penelitian harus dilakukan. Langkah pertama adalah berupaya menumbuhkan Cryptomycota di laboratorium sehingga mudah dipelajari. Bila terbukti spesies baru, siswa sekolah menengah harus bersiap dengan tambahan materi di pelajaran Biologi.

Anggur Tertua Di China Ditemukan

Para arkeolog telah menemukan sebuah ceret beserta isinya yang berupa minuman anggur berusia dua ribu tahun. Penemuan tersebut mengambil lokasi di provinsi Henan, China.

Sebuah makam kuno dari Dinasti Han telah ditemukan secara tidak sengaja di lokasi pembangunan di kota Puyang, provinsi Henan, China.

Seperti yang dikutip dari New Kerala oleh AlgoritmaNews, ketika melakukan penggalian, arkeolog menemukan sebuah ceret tembaga kedap udara yang tertutup oleh karat. Ceret itu sendiri diperkirakan berusia dua ribu tahun.

Isi yang para arkeolog temukan di ceret tersebut adalah minuman yang diduga adalah anggur dengan berat sekira setengah kilogram. Setelah itu, para arkeolog menguji cairan tersebut di laboratorium.

Beijing Mass Spectrum Center, yang merupakan lembaga yang berbasis pada Chinese Academy of Science, mengidentifikasi cairan tersebut sebagai minuman anggur.

Melalui penemuan ini, para arkeolog mengklaim kalau temuan mereka merupakan minuman anggur tertua di China yang pernah ditemukan.

Materi Awal Tata Surya Ditemukan di Afrika

Meteorit berusia 4,5 miliar tahun yang ditemukan di barat laut Afrika berisi jenis mineral baru pembentuk tata surya yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Krotite adalah jenis mineral yang belum pernah ditemukan sebelumnya, menurut Anthony Kampf, kurator dari Ilmu Mineral dari Natural History Museum di Los Angeles County. Demikian seperti yang dikutip dari Pravda Oleh AlgoritmaNews.

"Mineral ini belum diketahui sebelumnya sampai akhirnya kita temukan. Hal ini cukup dramatis," ujar Kampf

Meteorit yang membawa mineral Krotite adalah NWA 1934 CV3 carbonaceous chondrite. Meteorit ini adalah bekas dari elemen awal yang membentuk planet-planet.

Mineral ini terbentuk atas kalsium, alumunium dan oksigen. Untuk membentuk mineral tersebut dibutuhkan suhu 1500 derajat celsius. Hal inilah yang memunculkan dugaan kalau mineral ini terbentuk pada awal lahirnya tata surya, ketika kabut nebula dan planet mulai terbentuk.

Bayi Kerabat T-Rex Ditemukan di Mongolia

Para ilmuwan yang melakukan penggalian di Gurun Gobi, Mongolia, telah menemukan kerangka hampir lengkap dari bayi dinosaurus jenis tyrannosaurid yang masih berusia 3 tahun.

Fosil bayi dinosaurus tersebut adalah yang terkecil dari yang pernah ditemukan sebelumnya.
Dinosaurus yang bernama Tarbosaurus Bataar tersebut adalah masih kerabat dari Tyrannosaurus Rex. Demikian seperti yang dikutip dari The New York Times oleh AlgoritmaNews.

Spesimen bayi tersebut memiliki berat kurang dari 70 pound, dibandingkan dengan berat 6 ton yang dimiliki oleh Tarbosaurus Bataar dewasa, ungkap laporan yang diterbitkan di Journal of Vertebrate Paleontology.

Tengkorak dari Tarbosaurus Bataar memiliki tulang yang kuat, terutama di bagian rahang, yang membuatnya mampu merobek dan memutar mangsanya. Tapi untuk bayinya, tengkorak Tarbosaurus Bataar lebih lembut, giginya juga lebih tipis dan rahangnya juga masih lemah.

Petunjuk dari fosil tersebut menunjukkan bahwa Tarbosaurus Bataar mencari makan dengan mencurinya, berbeda dengan Tarbosaurus Bataar yang lebih mengandalkan kekuatan. Tarbosaurus Bataar merubah pola makannya ketika beranjak dewasa, berbeda dengan jenis dinosaurus pemangsa lainnya.

"Penemuan ini adalah sebuah gambaran terdekat Tarbosaurus Bataar yang pernah kita lihat selama ini," ujar Lawrance M. Witmer, Profesor Paleontologi dari Ohio University, penulis senior untuk studi tersebut.

"Fosil ini juga memberikan gambaran mengenai perubahan gaya hidup Tarbosaurus Bataar ketika mereka tumbuh," tambahnya.

Kapsul Waktu Ditemukan di Australia

Sebuah 'kapsul waktu' berbentuk botol yang berisi koin, koran dan memorabilia dari tahun 1800-an ditemukan di wilayah Ballarat, Australia.

Sebuah paragrap dari buku sejarah tahun 1887 berjudul 'History of Ballarat' dari William Withers, menyebut bahwa Gubernur Henry Barkly telah mengubur sebuah botol berisi informasi waktu saat itu di bawah air mancur Burke and Wills di kota Ballarat pada tahun 1863. Demikian seperti yang dikutip dari ANI.

Sebelumnya para ilmuwan masih belum yakin kalau botol tersebut masih berada di lokasi tersebut, sampai akhirnya kapsul tersebut ditemukan setelah melakukan penggalian selama tiga setengah jam.

"Kami tahu bahwa botol tersebut berada di sana, tapi belum yakin, karena biasanya kapsul waktu selalu berakhir di tangan pencuri. Jadi saya rasa botol ini disembunyikan cukup baik," ujar arkeolog David Bannear yang melakukan penggalian.

Sebelumnya botol tersebut dibuka dan isinya diganti pada tahun 1867 dengan edisi terbaru koran The Star, hal tersebut terlihat dengan kaca yang pecah di botol tersebut.

Akan tetapi Bannear mengatakan kalau koin dalam botol tersebut masih dalam kondisi baik. Diperkirakan kalau nilai dari koin tersebut adalah sekira USD50 ribu.

Ilmuwan Temukan Fosil Semut Raksasa

Para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) telah menemukan fosil spesies semut terbesar yang pernah hidup di Bumi.

Ukuran semut tersebut adalah sekira 5 cm dan diduga hidup sekira 50 juta tahun lalu. Demikian seperti yang dikutip dari ABC News.

Bagaimana semut raksasa tersebut hidup dan apa yang dimakan, sampai saat ini belum diketahui, namun tak terbantahkan kalau fosil bernama Titanomyrma Lubei adalah spesimen yang impresif.

Titanomyrma Lubei adalah fosil semut terbesar, dengan berat sama seperti burung ukuran kecil. Bagian belakang semut ini juga berundak-undak seperti lebah.

Fosil semut raksasa ini sama dengan fosil yang ditemukan di Eropa, yang juga berasal dari jaman Eocene Epoch, sekira 50 juta tahun silam.

Benua Eropa dan Amerika Utara jaraknya berdekatan pada 50 juta yang lalu. Para ilmuwan mengatakan kalau semut tersebut menjelajah dari satu benua ke benua lainnya melalui pulau yang dulunya ada di sekitar wilayah tersebut.

Ilmuwan Temukan 'Lukisan' Berusia 25 Ribu Tahun

Ilmuwan menemukan lukisan buatan manusia prasejarah di dalam sebuah gua di wilayah utara Spanyol yang berusia 25 ribu tahun.

Lukisan bergambar kuda dan telapak tangan tersebut ditemukan tidak sengaja oleh para arkeolog ketika sedang mencari tanda-tanda tempat tinggal manusia prasejarah. Lukisan tersebut diperkirakan dibuat pada jaman yang sama dengan lukisan di Gua Altamira, salah satu lukisan prasejarah terkenal yang juga ditemukan di wilayah utara Spanyol, pada tahun 1979.

"Ini adalah sebuah penemuan yang tak disengaja," ujar Diego Garate, salah satu arkeolog yang ikut dalam penelitian tersebut.

"Meskipun sulit untuk menemukannya, tapi mata kami mampu untuk mengidentifikasinya," tambahnya seperti yang dikutip dari Reuters.

Pihak resmi yang melakukan penelitian tersebut, juga mengatakan bahwa para ahli akan terus menjelajahi gua tersebut untuk mencari alat-alat prasejarah lainnya.

Sekira 35 ribu tahun yang lalu, kelompok homo sapien pertama menginjakkan kaiknya di wilayah utara Spanyol.

Pada awalnya, kelompok homo sapien awal tersebut hidup berdampingan dengan neanderthals, lalu kemudian mereka mengembangkan kebudayaannya sendiri yang dikenal sebagai Palaeolithic Atas, yang bisa menghasilkan alat potong yang terbuat dari batu, serta melukis gua tempat mereka tinggal.

Refrensi : okzone

Ilmuwan Berhasil Pindahkan Cahaya

Memindahkan obyek dengan teleportasi seperti dalam fiksi ilmiah ruang angkasa ternyata sudah dilakukan ilmuwan meski sebatas memindahkan seberkas cahaya. Teleportasi terkait dengan sifat dua partikel yang dapat disatukan sekalipun terpisah jauh. Kedua partikel dapat berkomunikasi secara instan.

Untuk melakukan teleportasi cahaya, para peneliti yang dipimpin Noriyuki Lee dari Universitas Tokyo menghancurkan partikel di satu tempat dan menciptakan kembali di lokasi lain. Ini mirip dengan proses teleportasi dalam film Star Trek yang menampakkan alat teleportasi memindai seseorang, atom demi atom, menghancurkan, dan kemudian membangun kembali orang dengan pola sama.

Lee dan tim memindahkan cahaya dengan "mengaitkan" satu paket cahaya dengan separuh partikel lain, kemudian menghancurkan. Partikel yang tersisa merekam "hubungan" dengan partikel lain tadi, termasuk informasi tentang cahaya sehingga memungkinkan peneliti untuk membangun kembali cahaya dengan konfigurasi persis di tempat lain.

Kapal Romawi Umur 2.000 Tahun Ditemukan


Arkeolog Italia menemukan kapal milik Romawi berumur 2.000 tahun di sebuah pelabuhan purbakala.

Kapal kayu tersebut ditemukan pada kedalaman 4 meter ketika para arkeolog memperbaiki jembatan penghubung kota modern Ostia dengan Fiumicino, tempat bandar udara Roma. Kapal memiliki panjang 11 meter, kapal terbesar yang pernah ditemukan di reruntuhan Ostia Antica, kota pelabuhan di mulut Sungai Tiber.

Saat ini, baru bagian kanan kapal yang tampak. Sisa-sisa tali yang digunakan oleh pelaut Romawi mulai tampak. "Haluan dan buritannya masih belum ditemukan," kata Anna Maria Moretti, arkeolog yang terlibat dalam penggalian. Lapisan tanah lempung tebal menutupi seluruh kapal, membuat kayu kapal tetap awet.

Dari beberapa kapal Romawi yang pernah ditemukan, kapal baru ini dianggap temuan penting oleh para arkeolog. "Temuan ini unik. Pada kedalaman ini, kami belum pernah temukan kapal," kata Moretti. Ia memprediksi akan menemukan kapal-kapal lain di lokasi itu. "Ada indikasi kalau lokasi ini merupakan tempat armada kapal terbesar milik Kekaisaran," Moretti menjelaskan.

Refrensi : Kompas

Fosil Kuda Caspian Tertua Ditemukan


Jejak tulang-belulang kuda Caspian tertua ditemukan di Iran bagian utara. Demikian dilaporkan oleh Circle of Ancient Iranian Studies (CAIS). Kuda Caspian selama ini terkenal sebagai kuda para raja karena populer di kalangan kerajaan.

Kuda yang ditemukan di situs bernama Gohar Tappeh tersebut diperkirakan berumur lebih dari 3.000 tahun. "Sepertinya hidup di akhir Zaman Perunggu," kata arkeolog yang ikut menggali di Gohar Tappeh.

Tulang-belulangnya dikubur berdekatan dengan manusia, menunjukkan bahwa kuda ini sangat berharga. Pada masa purba, kerajaan memilih kuda Caspian untuk ditunggangi dalam pertempuran atau untuk menarik kereta tempur.

Kuda Caspian berukuran lebih kecil daripada kuda modern atau sekitar dua pertiganya, tetapi, seperti disebutkan oleh seorang peternak kuda ternama asal Amerika Serikat, Louise Firouz, kuda Caspian jinak, cerdas, dan penurut. CAIS mendeskripsikan kuda Caspian sebagai kuda yang ramping, bertulang kecil, pendek, kepalanya bagus dengan dahi yang tegas, mata besar, telinga pendek, serta moncong kecil.

"Mereka cepat dan kuat, bersemangat tapi tempramennya bagus," jelas CAIS.

Dalam sejarah modern, kuda Caspian merupakan kuda tertua yang masih ada. Pada 1972, Iran menghadiahkan kuda kepada Pangeran Philip yang kemudian mengembangbiakkan kuda tersebut.

Sementara itu, penelitian di Gohar Tappeh akan terus dilanjutkan. "Sampai kami menemukan 'tanah perawan' untuk mendapati manusia tertua yang hidup di situs ini," kata Ali Mahforuzi, direktur tim arkeologi di Gohar Tappeh.

Refrensi : Kompas

Mantab.. 20 Kapal Kuno Ditemukan di Sri Lanka

National Archaeological Departement Sri Lanka telah menemukan bagian dari 20 kapal kuno di bagian selatan negara tersebut, ungkap seorang arkeolog.

Sanath Karunarathne, seorang arkeolog dengan National Archaeological Departement mengatakan kalau bagian-bagian dari kapal kuno tersebut ditemukan ketika mereka sedang melakukan survei arkeologi kelautan di wilayah pantai selatan.

Ini Dia.. Penemuan Istana Sekaligus Kuburan di Gua Harimau

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang dipimpin oleh Prof Dr Truman Simanjuntak menemukan 17 kerangka manusia kuno di Gua Harimau, Desa Padangbindu, Kecamatan Semidangaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Truman Simanjuntak di lokasi penggalian, mengatakan, Gua Harimau memperlihatkan indikator hunian prasejarah dan sekaligus hamparan kuburan.

Ilmuwan Nyatakan Telah Temukan Galaksi Tertua

Sekelompok ilmuwan internasional mengumumkan bahwa mereka telah menemukan galaksi tertua yang terbentuk sekira 13,55 miliar tahun yang lalu.

Menurut rilis-pers dari European Space Agency, tim tersebut menemukan sebuah galaksi tua setelah menggunakan kombinasi antara Advanced Camera dari Hubble Space Telescope dengan W.M Keck Observatory di Hawaii. Demikian seperti yang dikutip dari China Daily.

Loading..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More